Obat Diet Herbal Bikin Langsing? Ini Faktanya

Sejumlah orang rela melakukan berbagai cara demi bisa memiliki badan langsing dan ramping. Namun sayangnya, sudah begitu banyak teknik yang diterapkan, namun belum bisa memberikan efek yang signifikan. Obat diet herbal sebagai salah satu produk pendukung menurunkan berat badan juga tidak serta merta dapat diandalkan sepenuhnya.

Telaah kembali iklan-iklan obat herbal yang mengklaim dapat menurunkan berat badan. Klaim mereka belum tentu sepenuhnya benar sebagaimana obat herbal bisa memberikan efek-efek tertentu bagi kesehatan. Di satu sisi, efek obat bisa memberikan efek yang diinginkan atau, sebaliknya, memperparah kondisi kesehatan pengguna. Itulah alasan utama pentingnya resep dari dokter untuk mendapatkan petunjuk pemakaian obat yang aman.

herbal diet pills_compress

Seperti halnya keinginan memiliki tubuh langsing yang menjadi dambaan tiap wanita. Godaan untuk mendapatkan hasil yang cepat dan tidak menyulitkan diri sendiri kerap menjadikan sebagian wanita untuk memilih obat bebas di pasaran. Tentu saja hal ini sangat berisiko.

Padahal impian untuk memiliki tubuh yang aduhai harus didasari pula dengan kondisi dan kesehatan tubuh tiap orang. Ingatlah bahwa apa pun bentuk iklan yang disuguhi, minimnya bukti medis terkait khasiat obat diet herbal untuk menurunkan berat badan adalah fakta yang tidak bisa dimungkiri.

Klaim Obat Diet Herbal Bisa Melangsingkan Perut

Penggunaan obat bisa bersumber dari resep dokter, tanpa resep, suplemen, atau obat herbal. Obat herbal telah digunakan selama beratus-ratus tahun lamanya sebagaimana telah dipercaya sebagai sarana pengobatan yang selalu dapat diandalkan. Meski obat herbal memiliki kandungan alami utama dari tumbuh-tumbuhan alami, penggunaan obat herbal dengan benar tetap harus diperhatikan.

Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati terhadap beberapa obat diet herbal dan suplemen yang beredar bebas di pasaran. Dari sudut pandang medis, khasiat dan keamanan kebanyakan obat diet herbal yang dijual di pasaran masih dipertanyakan. Bahkan, sebagian bersifat membahayakan karena mengandung zat-zat terlarang. Untuk itu, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter apabila Anda berniat mengonsumsi obat diet herbal untuk melangsingkan perut.

Pada dasarnya, obat herbal atau suplemen yang berbahan dasar alami tidak memiliki efek samping merupakan sebuah mitos. Perlu diingat bahwa apa pun obat atau suplemen yang Anda konsumsi tetap menimbulkan efek yang berbeda-beda bagi tiap pengguna, selain juga bisa meningkatkan peluang timbulnya efek samping.

Jeli sebelum Beralih Menggunakan Obat Diet Herbal

Tubuh Anda adalah harta yang berharga, maka rawatlah sebaik-baiknya. Dalam hal ini, sebelum beralih mengonsumsi obat diet herbal untuk menurunkan berat badan dengan cepat, ada baiknya untuk memahami sejumlah kandungan di sebagian produk obat diet herbal dan suplemen yang berisiko membahayakan kesehatan.

  • Asam linoleate terkonjugasi (Conjugated linoleic acid /CLA)

CLA di dalam suplemen dipercaya bisa menurunkan berat badan, meski nyatanya baru sedikit penelitian yang secara nyata menguatkan klaim ini. CLA dianggap bisa memperbesar otot dan menghilangkan lemak. Faktanya, menurunkan berat badan bisa dilakukan secara realistis dan alami, misalnya melalui olahraga secara rutin dan menjalani diet makanan sehat. Selain itu, CLA juga terkandung di dalam bahan makanan seperti telur, daging dan produk susu.

  • Chitosan

Chitosan adalah serat makanan yang terdapat pada udang, kepiting, lobster, dan kerang-kerangan. Chitosan dipercaya bisa menghalau lemak dan kolesterol. Namun, apakah bermanfaat untuk menurunkan berat badan?

Sebuah grup penelitian berupaya menganalisis hal ini dan berhasil menyimpulkan bahwa efektivitas kandungan tersebut belum didukung oleh bukti-bukti yang kuat. Walau tidak menimbulkan efek samping serius, sejumlah orang bisa mengalami sakit perut dan susah buang air besar (konstipasi). Terlebih lagi orang yang memiliki alergi terhadap boga bahari sejenis kerang dan udang tidak diperbolehkan memakan suplemen ini.

  • Ephedra atau Ma Huang

Ephedra banyak tumbuh di kawasan Amerika Utara. Ephedra memiliki zat perangsang ephedrine. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah melarang penjualan obat-obatan yang memiliki kandungan zat ini dikarenakan memberi risiko efek samping parah, seperti stroke dan serangan jantung.

  • Bitter orange

Merupakan ekstrak pohon jeruk yang dikenal sebagai pengganti ephedria. Kandungan ini sering ditemui di dalam suplemen pelangsing badan. Asupan ephedria dapat menimbulkan efek samping berupa tekanan darah (hipertensi), perubahan mood, dan kejang-kejang. Pada beberapa kasus yang pernah terjadi, mengonsumsi secara langsung atau mencampurkan bitter orange dan zat stimulan seperti kafein mengakibatkan efek samping yang membahayakan. Efek samping ini meliputi stroke, denyut jantung tidak beraturan (aritmia), hingga serangan jantung.

  • Ekstrak teh hijau

Beberapa manfaat teh hijau dalam bentuk ekstrak dianggap dapat mengekang nafsu makan, meningkatkan metabolisme kalori dan zat lemak. Akan tetapi, anggapan ini belum terbukti sepenuhnya. Sebaliknya, efek samping akibat mengonsumsi ekstrak teh hijau berlebihan dapat menyebabkan gejala mual, muntah, kembung, diare, pusing, agitasi, dan insomnia.

Untuk itu, Anda harus jeli sebelum memutuskan untuk menggunakan produk obat diet herbal. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kandungan-kandungan di dalam obat diet herbal dan efek samping yang bisa ditimbulkan.

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit tertentu dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu. Bagi Ibu hamil dan menyusui, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi produk obat diet apa pun. Dapatkan saran terbaik dari dokter gizi mengenai cara menurunkan berat badan dengan aman serta untuk bantu memantau perkembangan diet Anda.