Obat Sakit Kepala Anak yang Direkomendasikan

Obat sakit kepala anak harus diberikan secara hati-hati. Sebelum memberikan obat apa pun, minta anak beristirahat dalam ruang yang tenang dan tidak terlalu terang, serta makan dan minum yang cukup. Meski beberapa jenis obat bebas dapat digunakan sebagai obat sakit kepala anak, namun hindari memberikannya dengan sembarangan.

Seperti orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami sakit kepala. Anak-anak mengalami hal ini biasanya ketika terkena demam, flu, atau infeksi pada telinga dan tenggorokan. Ada pula kemungkinan anak mengalami sakit kepala karena stres, perubahan pola tidur, makanan tertentu, perubahan hormon atau terlalu lelah. Meski ada penyebab yang lebih serius, seperti tumor otak, namun ini tergolong jarang terjadi.

obat sakit kepala anak - alodokter

Cermat Memberikan Obat Sakit Kepala Anak

Sakit kepala yang dirasakan anak biasanya jenis sakit kepala tegang namun bisa juga migrain. Anda bisa memberikan obat sakit kepala anak setelah melihat gejala yagn timbul atau setelah berkonsultasi kepada dokter. Beberapa jenis obat sakit kepala anak yang bisa diberikan yaitu:

  • Obat pereda nyeri

Untuk obat sakit kepala anak yang dapat dibeli secara bebas, sebaiknya pilih obat yang mengandung paracetamol atau ibuprofen. Obat ini bisa meredakan sakit kepala anak dan dapat diberikan sejak sakit kepala baru muncul. Namun, jangan berikan obat jenis ini lebih dari 2 hari dalam satu minggu.

  • Obat golongan triptan

Ada pula obat resep dokter yang dapat digunakan sebagai obat sakit kepala anak yaitu obat golongan triptan. Obat ini terutama efektif membantu meredakan migrain atau nyeri kepala berat yang tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa. Obat ini aman diberikan untuk anak di atas usia 12 tahun. Jika disertai mual dan muntah, dokter dapat memberikan obat antimual sebagai tambahan.

  • Vitamin B2 (riboflavin)

Selain obat, beberapa jenis suplemen vitamin seperti vitamin B2 atau riboflavin diduga dapat mencegah beberapa jenis sakit kepala pada anak, selain meredakan sakit kepala. Namun menurut penelitian sejauh ini, vitamin B12 tidak memberi efek perbaikan yang signifikan sebagai obat sakit kepala anak jika dibandingkan obat antinyeri biasa.

  • Magnesium

Kadar magnesium yang rendah kemungkinan menjadi salah satu kemungkinan penyebab nyeri kepala tipe migrain. Maka dari itu, suplemen magnesium dapat diberikan kepada anak atau remaja yang mengalami sakit kepala jenis migrain. Tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan dosis tepat dan efektivitas magnesium sebagai obat sakit kepala anak.

  • Koenzim Q10

Suplemen lain yang dapat Anda berikan sebagai obat sakit kepala anak adalah koenzim Q10 (CoQ10) yang merupakan antioksidan. Pemberian suplemen ini terpantau dapat mengurangi frekuensi sakit kepala pada anak.

Perlu diingat, obat sakit kepala pada anak harus diberikan secara hati-hati. Baca label kemasan obat bebas untuk informasi dosis bagi anak, baik menurut usia maupun berdasarkan berat badan anak. Jangan memperkirakan dosis berdasarkan asumsi pribadi.

Mempertimbangkan Efek samping Obat Sakit Kepala Anak

Setiap obat memiliki efek samping, demikian pula obat sakit kepala anak. Penggunaan obat sakit kepala anak, memiliki risiko menyebabkan sakit kepala justru timbul kembali (rebound headache). Paracetamol atau ibuprofen dapat memicu hal tersebut, terutama jika diberikan lebih dari dua hari dalam satu minggu.

Efek samping yang mungkin terjadi, ada yang ringan dan ada juga yang berat. Misalnya, pemberian vitamin B2 (ribloflavin), meskipun jarang terjadi, dapat menyebabkan diare, warna urine menjadi kuning terang, dan buang air kecil lebih sering.

Pemberian suplemen mineral seperti magnesium juga dapat memberikan efek samping, yaitu diare. Untuk menghindarinya, Anda bisa memberikan magnesium dari sumber makanan alami seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Sedangkan efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh koenzim Q10 adalah gangguan pencernaan, meski jarang terjadi.

Perawatan Sakit Kepala Anak di Rumah

Selain memberikan obat sakit kepala anak, tambahkan juga perawatan di rumah agar sakit kepala cepat reda dan anak Anda merasa lebih nyaman. Perawatan yang dapat Anda lakukan terutama ketika anak mengalami sakit kepala migrain adalah:

  • Tidur siang

Minta anak untuk tidur siang. Buatlah kamar dalam keadaan tenang, gelap, dan sejuk. Tidur siang dapat membantu meredakan rasa sakit kepala yang dialami oleh anak Anda.

  • Alihkan perhatian

Jika Anda tidak bisa meminta anak tidur siang, berilah sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya, agar teralihkan dari rasa sakit. Anda bisa memberi mainan, buku, atau hal lain yang berkaitan dengan kesukaannya.

  • Berikan minuman yang mengandung elektrolit

Minuman ini dapat menormalkan pembuluh darah yang melebar ketika anak mengalami migrain. Minuman elektrolit juga dapat mencukupi kebutuhan cairan bagi Anak yang mengalami sakit kepala karena dehidrasi. Selain minuman elektrolit, Anda dapat memberikan jus buah atau air putih. Untuk anak berusia 12 tahun ke atas, Anda dapat memberikan cairan elektrolit yang dibuat sendiri. Caranya adalah campurkan setengah sendok teh garam dapur dan enam sendok teh gula ke dalam satu liter air.

  • Hilangkan rasa takut

Tenangkan anak ketika dia merasa takut saat mengalami sakit kepala. Katakan bahwa penyakit ini umum terjadi dan orang yang pernah mengalaminya bisa segera sembuh.

Apabila Anda sudah memberikan obat sakit kepala anak dan sakit kepala tidak membaik atau terjadi berulang dalam jarak satu minggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Sakit kepala pada anak perlu diwaspadai jika terdapat gejala lain seperti:

  • Tangan atau kaki terasa lemah
  • Penurunan kesadaran atau anak tampak lemas
  • Kejang
  • Demam
  • Muntah
  • Terdapat kekakuan pada otot leher

Begitu juga jika kondisi sakit kepala sampai membuat anak tidak bisa masuk sekolah atau melakukan aktivitas lain. Dokter akan meneliti kemungkinan adanya kondisi lain yang lebih serius.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi