Obat Sakit Perut Anak Sesuai Penyebabnya

Sakit perut pada anak merupakan alasan yang umum bagi orang tua untuk membawa anaknya menemui dokter. Beda penyebab, beda pula obat sakit perut anak yang harus dilakukan. Terkadang, sulit untuk mencari penyebab keluhan ini pada anak, oleh karena itu, dokter dan orang tua perlu mencermati keluhan nyeri perut pada anak dengan baik.

Hampir semua anak pernah sakit perut. Penyebabnya sering kali bukan karena masalah medis yang serius. Tapi terkadang sakit perut pada anak juga bisa menjadi pertanda adanya sesuatu yang berbahaya. Yuk, cari tahu apa saja penyebab sakit perut pada anak dan obat sakit perut anak apa yang cocok untuk menanganinya.

Obat Sakit Perut Anak Sesuai Penyebabnya - alodokter

Gastroenteritis

Kondisi ini disebut juga stomach flu yaitu radang pada lambung dan saluran usus. Karena infeksi virus sehingga menyebabkan nyeri perut. Gejala lain yakni diare, anak lemas, kurang nafsu makan, demam, dan terdapat tanda-tanda dehidrasi.

Obat sakit perut anak: Disarankan memberikan cairan oralit atau pedialit setiap kali anak muntah dan diare, menjaga asupan cairan tubuh dari makanan dan minuman agar tidak dehidrasi. Jika anak semakin lemas dan tidak mengalami perbaikan, segera kunjungi dokter.

Usus buntu

Keluhan usus buntu pada anak biasanya tidak spesifik. Anak akan terlihat kesakitan pada perut terutama di sekitar pusar, malas makan, kembung, demam, mual dan muntah. Tidak ada cara untuk mencegah sakit usus buntu. Maka dari itu, jika anak mengeluh sakit perut hebat dan menjadi sulit beraktivitas, orang tua perlu segera memeriksakan ke dokter.

Obat sakit perut anak: Kondisi ini memerlukan operasi pengangkatan usus buntu yang meradang.

Susah buang air besar

Konstipasi atau susah buang air besar  merupakan masalah paling umum terjadi pada anak-anak. Tanda-tandanya, Si Kecil tidak buang air besar selama empat hari atau lebih, dan merasa tidak nyaman saat mau buang air besar. Kadang anak akan mengeluh nyeri pada perut bagian bawah.

Obat sakit perut anak: Pastikan Si Kecil minum banyak cairan atau mengonsumsi serat sepanjang hari. Selain itu, berikan havermut, aprikot, pir, plum, dan kacang polong. Kurangi memberinya makanan yang membuat tinja jadi keras seperti nasi,  pasta, kentang, susu, keju, pisang, dan apel. Obat-obatan pencahar atau laksatif pada anak hanya boleh diberikan sesuai anjuran dokter.

Gas di perut

Gas diproduksi saat makanan, terutama gula, dipecah oleh bakteri di usus besar. Ini merupakan proses yang normal, tapi beberapa anak bisa memproduksi lebih banyak gas daripada yang lain. Jika gas di dalam usus menimbulkan nyeri kemungkinan anak menderita intoleransi laktosa.

Obat sakit perut anak: Kurangi makanan tertentu yang menyebabkan gas berlebih di perut, mulai dari kacang, minuman bersoda, jus buah siap minum, atau susu. Ajari anak untuk duduk di toilet selama sekitar 5 menit dan diulang beberapa kali setiap hari (potty training). Jika selain sakit perut Si Kecil juga menderita muntah, diare, atau demam, segera pergi ke dokter.

Maag atau ulkus

Ini adalah kondisi di mana Si Kecil menderita ulkus atau tukak lambung jika sakit perutnya terkadang terjadi di tengah malam saat perutnya kosong, muntah-muntah, dan ada darah di tinjanya. Kondisi ini sering disebabkan oleh kebiasaan konsumsi makanan pedas, kopi, atau karena infeksi bakteri Helicobacter pylori. Apabila anak Anda mengalami kondisi ini, Anda disarankan segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Sindrom iritasi usus besar (Irritable Bowel Syndrome)

Sakit perut yang sering terjadi di malam hari disertai dengan perut kembung, perut bergas, diare, atau konstipasi.

Obat sakit perut anak: Berikan Si Kecil lebih banyak serat dalam menu hariannya. Selain itu, kurangi konsumsi lemak, makanan dan minuman dengan fruktosa tambahan, dan sorbitol.

Keracunan

Jika Si Kecil, baik secara sengaja atau tidak, menelan sesuatu yang beracun seperti obat-obatan, tumbuhan, makanan, atau bahan kimia, dia kemungkinan akan merasa sakit perut dan muntah-muntah. Jika Anda tahu Si Kecil menelan sesuatu yang bukan makanan, disarankan untuk membawanya ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang lengkap dan penanganannya.

Sakit perut fungsional

Jika Si Kecil merasa sakit perut tapi tidak ada penyebab yang jelas, kemungkinan dia menderita sakit perut fungsional. Para ahli berpendapat jika sakit perut yang satu ini kemungkinan dipicu oleh stres.

Obat sakit perut anak: Minta Si Kecil untuk bersantai dan melakukan relaksasi. Biasanya, sakit perut ini bisa hilang dengan sendirinya, tapi tidak ada salahnya juga jika Bunda membawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Obat sakit perut anak yang diberikan disesuaikan dengan penyakit atau kondisi yang mendasarinya. Obat yang diberikan untuk anak juga harus sesuai dengan anjuran dokter. Walau katanya anak kecil itu normal mengalami sakit perut, segera bawa Buah Hati Bunda ke unit gawat darurat terdekat, jika sakit perutnya membuat dia kesulitan atau terlalu lemah untuk bergerak, sakit perut bertambah parah, sakit perutnya berpindah dari pusar ke kanan bawah perut, perut keras saat diraba, Si Kecil tidak nafsu makan, sakit kepala, sakit tenggorokan, Si Kecil muntah berwarna hijau atau kuning yang mengandung darah, sakit saat buang air kecil, tinjanya berwarna hitam atau berdarah, atau ada ruam seperti memar pada kaki dan bokong.