Pantau Kondisi Kesehatan Melalui Air Liur

Air liur merupakan cairan yang berperan penting dalam menunjang kesehatan mulut dan pencernaan. Perubahan jumlah air liur, dapat menandakan terganggunya kesehatan mulut atau kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Air liur diproduksi dan dikeluarkan oleh kelenjar ludah. Kelenjar ini merupakan kumpulan sel yang disebut asini, dan memproduksi cairan yang mengandung air, enzim, lendir dan elektrolit.

saliva_compress

Fungsi dan Manfaat Air Liur

Di dalam tubuh terdapat enam kelenjar ludah utama dan ratusan kelenjar ludah kecil. Tubuh umumnya memproduksi air liur 4-8 cangkir per hari. Produksi air liur paling tinggi  pada sore hari dan paling sedikit ketika malam hari.

Salah satu fungsi air liur yaitu menjaga kebersihan rongga mulut dari sisa-sisa makanan, serta mengandung enzim yang dapat mengurangi pertumbuhan bakteri pada mulut.

Selain itu, air liur juga bermanfaat untuk :

  • Membantu proses mengecap rasa, mengunyah, dan menelan makanan.
  • Mencegah bau mulut.
  • Menjaga mulut tetap lembab dan sehat.
  • Menghasilkan mineral dan protein yang melindungi lapisan enamel gigi.
  • Mencegah penyakit gusi dan kerusakan gigi.
  • Menjaga penempatan gigi palsu.

Jangan Sampai Kekurangan

Beberapa obat dan penyakit tertentu bisa memengaruhi produksi air liur. Kelenjar ludah yang tidak mampu menghasilkan air liur dalam jumlah yang cukup bisa menyebabkan mulut kering atau xerostomia. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Gejala mulut kering di antaranya rasa haus terus-menerus, bau mulut, tenggorokan kering, gangguan mengecap rasa, mengunyah, dan menelan makanan. Berikut ini penyebab mulut kering:

Dehidrasi. Kekurangan asupan cairan, dapat menyebabkan produksi air liur berkurang,

Penyakit dan infeksi tertentu. Termasuk anemia, diabetes, hipertensi, penyakit Parkinson, stroke, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS.

Obat-obatan tertentu. Umumnya obat-obatan yang digunakan untuk menangani nyeri, gelisah, depresi, alergi, asma, mual, diare, hipertensi, dan epilepsi.

Perawatan medis. Gangguan ini bisa disebabkan tindakan perawatan medis yang menyebabkan gangguan pada fungsi kelenjar liur seperti radiasi di area kepala dan leher atau kemoterapi pada penderita kanker.

Kerusakan saraf maupun organ kelenjar liur. Gangguan ini bisa disebabkan oleh terjadinya cedera pada area kepala dan leher, tindakan perawatan medis yang menyebabkan gangguan pada fungsi kelenjar liur seperti pembedahan atau radiasi di area kepala dan leher, maupun kemoterapi pada penderita kanker.

Tindakan pencegahan kekurangan air liur yang disebabkan obat-obatan harus melalui konsultasi kepada dokter. Dokter akan menyesuaikan dosis atau mengganti obat yang diminum. Dokter juga bisa memberikan obat kumur atau obat yang diminum untuk meningkatkan produksi air liur.

Selain itu, beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi air liur, seperti mengunyah permen karet bebas gula, minum lebih banyak air dan menggunakan pelembap ruangan di ruang tidur.

Ketika Air Liur Berlebih

Air liur yang mengalir keluar dari mulut disebabkan oleh adanya kesulitan menelan, gangguan pada otot-otot wajah dan leher, atau karena produksi air liur yang berlebihan. Hal-hal tersebut dapat menjadi pertanda adanya kelainan medis, gangguan perkembangan, ataupun efek dari obat-obatan tertentu.

Air liur umumnya tampak menetes pada bayi berusia 3-6 bulan. Kondisi ini tergolong normal, terutama saat menjalani proses tumbuh gigi.

Pada orang dewasa, air liur berlebihan bisa menjadi pertanda :

  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan asam yang tinggi.
  • Gangguan neurologis seperti stroke, penyakit Parkinson, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), dan cerebral palsy.
  • Radang tenggorokan, radang amandel dan sinusitis
  • Alergi.
  • Peningkatan kadar asam lambung.
Beberapa ibu hamil mengalami produksi air liur lebih banyak, terutama ketika merasa mual. Kelebihan air liur tersebut menyebabkan rasa tidak nyaman bagi ibu hamil, namun tidak membahayakan janin.

Tindakan penanganan kelebihan produksi air liur bisa melalui pemberian suntikan botulinum toxin maupun melalui operasi, disesuaikan dengan kondisi dan penyebabnya. Namun, air liur yang menetes keluar pada saat tidur atau pada anak balita, umumnya tidak perlu penanganan khusus.

Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami gangguan produksi air liur untuk mendapatkan penanganan yang tepat.