Patah Hati tidak Baik bagi Kesehatan. Ayo Move On!

Kehidupan percintaan tidak selalu berujung dengan indah. Ada beberapa orang yang mengakhirinya dengan patah hati. Namun, jangan terlalu lama patah hati karena kondisi ini tidak baik bagi kesehatan.

Orang yang mengalami patah hati pasti akan mengalami stres. Kondisi ini mungkin membuat nyeri di dada yang datang tiba-tiba (kerap disalahartikan sebagai serangan jantung) atau biasa disebut sindrom patah hati. Sindrom ini terjadi saat jantung bereaksi terhadap hormon stres sehingga tidak bisa memompa darah dengan baik untuk sementara waktu. Kondisi ini  kerap diiringi oleh napas yang terengah-engah.

patah hati tidak baik bagi kesehatan ayo move on - alodokter

Meski jarang terjadi, sindrom ini bisa berubah menjadi parah. Komplikasi yang bisa terjadi dari sindrom patah hati yaitu tekanan darah rendah, detak jantung abnormal, dan penumpukan cairan di paru-paru yang membuat sulit bernapas (edema paru).

Namun ada pula orang yang melalui sindrom patah hati tanpa komplikasi. Mereka dapat pulih dalam waktu singkat.

Sindrom patah hati lebih mungkin terjadi pada wanita ketimbang pria. Kebanyakan, kondisi ini dialami oleh wanita berusia 50 tahun ke atas.

Selain itu, orang yang mengalami kemarahan dan kesedihan berkepanjangan akibat patah hati juga lebih mungkin terkena  penyakit jantung. Risiko ini setara dengan mereka yang mengidap diabetes, kanker, dan depresi.

Jangan Larut dalam Kesedihan

Masa lalu biarlah masa lalu. Jangan biarkan patah hati merusak diri dan masa depan Anda. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesedihan, kemarahan dan stres akibat patah hati:

  • Hindari media sosial. Usai berpisah dengan pasangan, perasaan menjadi campur aduk. Rasa sedih, marah, serta kesal bersatu dan ketika dihadapkan dengan media sosial, kata-kata amarah yang tidak disaring oleh akal sehat bisa saja terlontar ke khalayak. Jadi tenangkanlah diri sejenak sebelum menuliskan sesuatu di media sosial.
  • Olahraga. Tidak hanya raga yang sehat, jiwa Anda juga bisa berdampak baik dengan rutin berolahraga. Olahraga yang bisa Anda lakukan seperti jalan santai, lari, bersepeda, berenang, yoga atau aerobik.
  • Lakukan hal positif yang memberikan Anda kesenangan. Contohnya Anda bisa pergi bersama keluarga atau teman-teman ke tempat karaoke. Bernyanyi bisa meredakan stres yang Anda alami. Namun, hindari menyanyikan lagu-lagu galau atau lagu kenangan bersamanya. Tempat lain yang bisa Anda kunjungi yaitu bioskop, taman hiburan atau tempat favorit Anda lainnya.
  • Pererat hubungan dengan keluarga dan teman-teman. Di saat seperti ini jangan biarkan diri Anda termenung sendiri. Kesendirian bisa membuat Anda teringat dengan mantan. Dekatkanlah diri Anda dengan keluarga dan teman-teman yang bisa memberi energi positif pada diri Anda.
  • Berhenti mencari tahu tentang dirinya. Mungkin ada saatnya Anda merasa penasaran dengan kehidupan mantan pasangan Anda. Lalu dengan hanya sekali klik, Anda bisa langsung melihat kehidupannya di laman media sosialnya. Tapi apa yang terjadi ketika Anda melihatnya telah menjalin asmara dengan orang lain? Dada tiba-tiba bisa terasa sakit dan sesak kembali.
  • Cari pengganti. Usai perpisahan, ada banyak ruang kosong di hati Anda. Isilah dengan kesenangan, harapan positif dan pasangan baru. Namun pastikan kondisi Anda sudah stabil ketika memutuskan untuk memasukkan orang baru ke dalam kehidupan Anda. Jangan menjadikannya sebagai pelarian belaka atau ajang pamer kepada mantan pasangan.

Patah hati bisa diatasi jika Anda mau berusaha. Tidak perlu hidup dalam drama kesedihan yang tidak berujung. Intinya adalah hadapi kenyataan walau pahit tapi jangan biarkan hal itu menyakiti diri Anda.