Pegagan Bisa Mengatasi Penyakit dan Luka pada Kulit?

Tanaman herba pegagan banyak digunakan untuk menangani permasalahan pada kulit. Tidak heran jika kini banyak produsen yang memasukkan ekstrak pegagan ke dalam produk obat, seperti dalasakit telinga, penuaan, anakm kandungan salep atau krim. Tidak hanya itu, produsen kosmetik pun ikut tergiur dengan tanaman yang kerap dicampurkan ke dalam asinan Bogor itu.

Lantas apakah benar pegagan bisa membuat kulit sehat dan cantik?

pegagan bisa mengatasi penyakit dan luka pada kulit - alodokter

Manfaat Pegagan Menurut Penelitian

Pegagan memiliki zat-zat kimia yang sepertinya bisa membantu mengurangi peradangan. Pegagan, terutama pada kandungan asam asiatiknya, dianggap bisa meningkatkan produksi kolagen, yaitu salah satu zat yang memiliki peran penting dalam proses penyembuhan luka.

Melihat cara kerjanya, tidak heran jika banyak orang yang menggunakan pegagan untuk mengatasi permasalahan kulit.

Berikut ini hasil penelitian yang menyatakan bahwa pegagan mungkin bisa mengatasi permasalahan kulit.

Stretch marks. Menurut sebuah uji klinis, krim yang mengandung pegagan, vitamin E, dan kolagen mungkin bisa mengurangi stretch marks yang biasa timbul pada wanita yang sedang hamil. Guratan yang kerap timbul pada bagian perut ini mungkin dapat berkurang jika diolesi krim tersebut tiap hari selama enam bulan terakhir kehamilan. Kehadirannya juga bisa dicegah dengan mengaplikasikan krim salep pegagan yang di dalamnya mengandung bahan-bahan seperti asam hialuronik, asam lemak esensial, mentol, dan elastin.

Luka parut. Penelitian awal menemukan hasil positif dari pengolesan krim pegagan dalam mengatasi luka jahitan pada kulit. Menurut penelitan tersebut, luka jahitan mungkin bisa tersamarkan setelah mengolesi krim pegagan dua kali sehari selama 1,5-2 bulan pasca melepas benang jahit pada kulit. Tersamarkannya luka parut sepertinya berhubungan dengan produksi kolagen yang bertambah karena pegagan.

Menyembuhkan luka pada kulit. Beberapa penelitian menyarankan untuk mengoleskan pegagan pada kulit. Pegagan mungkin bisa membantu menyembuhkan luka.

Psoriasis. Penderita psoriasis kerap memiliki gejala-gejala, seperti kulit kemerahan, bersisik, kering, pecah-pecah, atau gatal. Menurut beberapa penelitian, gejala tersebut mungkin bisa berkurang dengan mengolesi pegagan pada kulit.

Tapi sayangnya, hasil penelitian-penelitian di atas belum bisa dijadikan acuan dalam menilai keefektivitasan pegagan yang sebenarnya. Pada tes tersebut, ada bahan-bahan lain yang dicampurkan pada krim yang mungkin saja memiliki andil dalam proses penyembuhan. Maka dari itu, penelitian lebih lanjut terhadap efek pegagan masih harus dilakukan.

Apakah Pegagan Berbahaya?

Jika digunakan sesuai dosis yang ditentukan, pegagan dikenal tidak beracun, terlepas dari masih ada efek sampingnya. Meski begitu, efek samping dari penggunaan pegagan jarang terjadi, misalnya sakit kepala, sakit perut, mual, pusing, rasa kantuk yang berlebihan, kulit terasa seperti terbakar, atau alergi kulit. Efek samping berisiko terjadi ketika digunakan dalam dosis tinggi.

Jangka waktu yang disarankan untuk mengonsumsi pegagan adalah paling lama enam minggu. Jika Anda ingin memperpanjang pengonsumsiannya, disarankan untuk berhenti menggunakannya selama dua minggu sebelum memulai mengonsumsi pegagan kembali.

Bagi ibu hamil, keamanan mengonsumsi pegagan belum diketahui. Jadi sebaiknya hindari minum apa pun yang terbuat dari pegagan. Meski begitu, pegagan kemungkinan aman bagi kondisi ibu hamil selama dipakai dengan cara dioles pada kulit.

Hingga kini, belum ada penelitian yang cukup menyeluruh mengenai efek samping pegagan pada ibu menyusui. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti bayi yang keracunan ASI, lebih baik hindari penggunaan pegagan.

Bagi Anda yang menderita penyakit hati, seperti hepatitis, sebaiknya hindari penggunaan pegagan. Menurut penelitian, mengonsumsi pegagan bisa dihadapkan kepada risiko kerusakan hati yang bisa memperparah kondisi Anda.

Tertarik mengatasi permasalahan kulit dengan pegagan? Ikuti aturan pemakaian pada kemasan. Pastikan produk yang Anda gunakan telah terdaftar di BPOM RI agar terhindar dari efek-efek negatif. Jika Anda masih ragu, konsultasikan kepada dokter kulit.