Pelajari Pola Asuh Anak demi Masa Depannya

Pola asuh anak yang baik dapat membantu menumbuhkan rasa empati, kejujuran, kemandirian, pengendalian diri, kebaikan, kerja sama, dan keceriaan pada buah hati Anda. Selain itu, pola asuh anak yang benar juga dapat membantu melindungi anak-anak dari kecemasan, depresi, gangguan makan, perilaku antisosial, dan penyalahgunaan alkohol atau narkoba. Beberapa macam pola asuh anak yang perlu Anda ketahui, di antaranya pola asuh otoriter, pola asuh permisif, pola asuh otoritatif, dan acuh tak acuh.  

Pola asuh disebut sebagai investasi jangka panjang utama. Ini merupakan salah satu pekerjaan yang rumit dan menantang yang akan Anda hadapi dalam hidup Anda saat Anda menjadi orang tua.

how to raise children

Empat Jenis Pola Asuh Anak

Sebagai orang tua, Anda harus memberi permulaan yang baik dalam kehidupan buah hati Anda, meliputi cara mengasuh atau merawat, melindungi, dan membimbing buah hati Anda. Pola asuh anak atau parenting adalah proses mempersiapkan buah hati Anda untuk mandiri.

Terdapat beberapa jenis pola asuh anak yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

  • Pola asuh otoritatif Pola asuh ini memadukan kepedulian dengan struktur dan pengaturan batasan yang konsisten. Pola asuh anak otoritatif ini dinilai lebih ideal dibanding pola asuh lainnya. Hal ini karena pola asuh otoritatif menumbuhkan hubungan paling sehat. Pola asuh otoritatif cenderung dikaitkan dengan perkembangan sosial, emosional, dan moral yang paling adaptif dan dengan kemampuan intelektual anak-anak yang lengkap. Orang tua yang menerapkan pola asuh anak otoritatif menetapkan batasan tegas untuk anak-anak mereka. Para orang tua mencoba mengendalikan perilaku anak-anak dengan menjelaskan peraturan, diskusi, dan penalaran. Orang tua mendengarkan sudut pandang anak, namun tidak selalu menerimanya. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh jenis ini cenderung bersikap ramah, energik, ceria, mandiri, penasaran, kooperatif, dan berprestasi. Yang terpenting dari pola asuh anak jenis ini, orang tua mencoba menyeimbangkan tanggung jawab anak agar sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan orang lain, dengan menghormati hak anak dan memenuhi segala kebutuhannya.
  • Pola asuh acuh tak acuh Dalam gaya pengasuhan ini, orang tua tidak responsif, tidak siap sedia, dan bersikap menolak. Anak-anak yang dibesarkan dengan gaya pengasuhan ini cenderung memiliki harga diri dan kepercayan diri yang rendah dan mencari model peran lain sebagai figur orang tua yang dirasa tidak peduli terhadap mereka di rumah.
  • Pola asuh permisif Dalam pola asuh jenis ini, orang tua menyediakan beberapa pedoman perilaku. Orang tua penyayang, peduli, dan terlibat pada urusan anak-anak, namun cenderung terlalu toleran dan memiliki sedikit atau tidak memiliki kontrol/disiplin dalam mengasuh anak. Dalam pola asuh ini, orang tua bersikap hangat, tapi lemah. Orang tua gagal menetapkan batasan yang tegas. Pola asuh anak permisif kerap memberi kebebasan pada anak, karena orang tua tidak ingin membuat buah hatinya kecewa. Namun rupanya, menerapkan pola asuh anak seperti ini tidaklah terlalu baik. Karena anak-anak yang dibesarkan dengan gaya pengasuhan ini cenderung impulsif; pemberontak; tanpa tujuan; dominan; agresif; serta rendah dalam kemandirian, pengendalian diri, dan prestasi. Dan pada akhirnya, mereka yang diasuh dengan pola asuh anak jenis ini cenderung tidak menghormati orang tuanya atau pun orang lain. Jika anak berbuat onar dan bersikap tidak sopan di tempat umum, orang tua dengan pola asuh ini biasanya hanya diam seolah-olah tidak dapat berbuat apa-apa.
  • Pola Asuh Otoriter Di dalam pola asuh anak jenis ini, orang tua seolah mengetahui yang terbaik untuk anaknya. Pola asuh otoriter menekankan pada ketaatan sang anak terhadap orang tuanya. Dalam pola asuh ini, orang tua memiliki harapan yang tinggi dan sering membanjiri anak-anak mereka dengan peraturan dan segudang jadwal dan kegiatan yang ketat. Orang tua dengan pola asuh ini kerap memerintah anak dengan tangan besi atau sering menakut-nakuti buah hatinya. Jika anak membuat kesalahan atau gagal dalam prestasi, orang tua dengan pola asuh seperti ini akan memberi hukuman berat yang seringkali bukan menimbulkan motivasi pada anak untuk belajar dan berkembang. Namun dapat menyebabkan mereka menjadi depresi dan takut secara berlebihan. Dalam kebudayaan tertentu, pola asuh ini merupakan pola asuh yang banyak diterapkan. Perlu diingat, anak-anak yang diasuh dengan pola asuh anak otoriter cenderung stres dan memiliki harga diri yang rendah daripada pola asuh anak otoritatif. Dan tak sedikit pula anak-anak yang dibesarkan dalam suasana seperti itu menjadi seseorang dengan gangguan kepribadian, pemakai napza (narakoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya), dan menjadi individu dengan sifat pemberontak dan liar pada saat mereka beranjak dewasa.
Hubungan orang tua dan anak harus berbeda dengan hubungan Anda dengan teman. Karena hubungan ini bukanlah hubungan sederajat, sebagai orang tua, Anda memiliki tanggung jawab terhadap anak Anda. Seringkali, orang tua memiliki hubungan yang jauh lebih terbuka dan santai dengan anak-anak. Yang terpenting bukanlah membuat anak-anak menyukai Anda, namun menghormati dan menyayangi Anda sebagai orang tuanya.

Beberapa hal positif yang dapat Anda terapkan dan ajarkan pada buah hati sejak kecil, misalnya:

  • Kejujuran.
  • Keadilan.
  • Keteguhan.
  • Kepekaan terhadap sesama.
  • Cinta dan kasih sayang.
Menjadi orang tua bukanlah perkara yang mudah. Dengan mengetahui pola asuh anak yang telah dipaparkan di atas dan dampaknya bagi buah hati Anda, sebagai orang tua Anda dapat memilih akan menerapkan pola asuh anak yang seperti apa. Setiap manusia, termasuk buah hati Anda, memiliki kepribadian yang unik dan spesial. Cara mengasuh anak dan dampak terbaik yang dapat diharapkan juga perlu disesuaikan dengan tipe kepribadian buah hati Anda. Pola asuh anak merupakan hal yang penting, karena pola asuh anak dapat memengaruhi perkembangan  mereka. Umumnya, tidak ada pola asuh anak yang tidak baik, namun jika Anda merasa bingung untuk menerapkan pola asuh anak, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog anak.