Pemanfaatan Gelombang Cahaya untuk Pengobatan

Gelombang cahaya merupakan bagian tertentu dari keluarga elektromagnetik yang bersifat memancar. Dalam bidang kedokteran, gelombang cahaya dapat dimanfaatkan untuk beberapa kondisi tertentu.

Cahaya memiliki beberapa gelombang frekuensi untuk membedakannya. Berdasarkan frekuensi gelombang tersebut, cahaya dibagi menjadi gelombang radio dan mikro, cahaya tampak, inframerah, sinar-X atau x-ray, sinar gamma, dan ultraviolet. Cahaya tampak merupakan satu bagian yang bisa diakses secara kasat mata, sedangkan masih ada jenis-jenis cahaya lainnya yang hanya dapat dilihat oleh mata manusia menggunakan alat bantu.

pemanfaatan gelombang cahaya untuk pengobatan - alodokter

Di bawah ini adalah beberapa pemanfaatan gelombang cahaya dalam dunia medis.

Pemanfatan cahaya untuk penderita depresi

Terapi cahaya dapat diperuntukkan bagi para penderita depresi musiman atau biasa kita kenal dengan SAD (seasonal affective disorder). Depresi jenis ini merupakan keadaan ketika seseorang mengalami depresi selama musim tertentu sepanjang satu tahun. Biasanya, depresi tersebut lebih datang pada saat musim dingin tiba. Bentuk terapi yang bernama lain fototerapi ini merupakan pengobatan menggunakan sumber cahaya buatan.

Terapi ini dilakukan untuk menggantikan kekurangan paparan sinar matahari pada seseorang. Hal ini dilakukan mengingat sindrom SAD dianggap terkait dengan kurangnya paparan cahaya sinar matahari. Cahaya yang digunakan biasanya meniru cahaya matahari alami meski tentu saja dengan variasi yang berbeda.

Terapi cahaya dinilai efektif pada penderita depresi SAD. Hal ini diperkirakan karena cahaya bisa memicu otak memproduksi hormon serotonin. Hormon ini diprediksi mampu memberikan rasa nyaman pada tubuh. Namun ada juga sebagian ahli yang tidak menyetujui efektivitas terapi cahaya bagi penderita SAD.

Bagi yang hendak melakukan terapi cahaya, sebelumnya disarankan untuk mengetahui apa saja efek yang mungkin muncul pasca pengobatan, antara lain sakit kepala ringan, insomnia, pegal, mata dan hidung terasa kering, dan sensasi tersengat matahari. Terutama bagi pasien yang memiliki kulit sensitif, gangguan penglihatan atau penyakit mata, atau punya riwayat penyakit kanker, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani terapi ini.

Terapi cahaya baik untuk metabolisme

Para ilmuwan berpendapat bahwa cahaya terang memengaruhi sistem jam dalam internal tubuh. Sebuah penelitian mengemukakan, saat terkena cahaya terang tubuh akan mengalami peningkatan serangkaian hormon yang biasa disebut dengan glukokortikoid. Hormon tersebut bertanggung jawab terhadap aneka proses dalam tubuh. Hormon ini dibuat oleh kelenjar adrenal.

Proses metabolisme, respons terhadap stres, peradangan, dan sistem kekebalan tubuh adalah sebagian proses dalam tubuh yang dipengaruhi oleh hormon glukokortikoid. Pada penelitian tersebut, tikus ditempatkan pada ruang gelap kemudian dipaparkan dengan cahaya terang dalam waktu singkat. Hasilnya, aktifitas gen pada kelenjar adrenal tikus meningkat sehingga kadar hormon yang dihasilkan meningkat dan kemudian memberi efek peningkatan metabolisme sel-sel tubuh.

Sayangnya, pemanfaatan pada manusia masih belum dilakukan. Meski begitu, penelitian ini seakan membantu mengonfirmasi bahwa efektivitas terapi cahaya untuk para penderita SAD mungkin isapan jempol belaka.

Terapi cahaya untuk penyakit kulit

Terapi cahaya sering juga dipakai untuk memperbaiki kondisi kulit tertentu. Untuk keperluan ini, cahaya ultraviolet akan dipaparkan di daerah kulit yang bermasalah atau pada seluruh permukaan kulit. Beberapa kondisi kulit yang dapat dibantu oleh terapi cahaya antara lain: psoriasis, vitiligo, acne vulgaris, kanker kulit, eksim, dermatitis atopik, dan penyembuhan luka.

Terapi cahaya (terapi sinar atau fototerapi) untuk penyakit kuning

Pemanfaatan cahaya juga sering digunakan sebagai terapi untuk mengobati penyakit kuning pada bayi yang baru lahir. Fototerapi diperlukan untuk melakukan pemecahan bilirubin menjadi senyawa baru yang kemudian dikeluarkan melalui urin dan tinja. Fototerapi untuk penyakit kuning ini menggunakan radiasi dalam spektrum biru-hijau.

Pemenfaatan cahaya laser dalam dunia medis

Pemakaian gelombang cahaya kuat untuk pengobatan medis adalah laser. Laser sendiri merupakan akronim dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation. Dalam dunia medis, pemakaian laser bisa digunakan untuk memotong, membakar, atau menghancurkan jaringan.

Pemakaian cahaya laser untuk pengobatan medis memiliki risiko yang hampir sama dengan pembedahan secara konvensional, misalnya perdarahan, nyeri, dan timbulnya jaringan arut. Hanya saja, waktu pemulihan dari operasi memakai laser biasanya lebih cepat daripada operasi terbuka.

Beberapa kondisi medis yang penanganannya bisa dibantu dengan cahaya laser adalah varises, penyakit prostat, batu ginjal, dan sejumlah tumor. Selain itu, pemakaian cahaya laser bisa juga digunakan untuk memperbaiki penglihatan selama operasi kornea dan memperbaiki retina mata yang lepas (ablasio retina). Untuk perawatan kecantikan kulit, sinar laser juga sudah biasa digunakan.

Meski memiliki fungsi positif terhadap kesehatan tubuh, gelombang cahaya yang merupakan bagian dari gelombang elektromagnetik ini juga memiliki efek negatif. Salah satu yang paling sering menimbulkan efek negatif adalah kandungan radiasi. Oleh karena itu, terpapar sinar cahaya berlebihan, termasuk cahaya matahari, disarankan untuk dihindari.