Pengetahuan Resusitasi Jantung Paru Harus Menjadi Bekal Tiap Orang

Resusitasi jantung paru (RJP) merupakan merupakan metode untuk mengembalikan fungsi napas dan atau sirkulasi tubuh yang terhenti. Resusitasi jantung paru bertujuan menjaga darah dan oksigen tetap beredar ke seluruh tubuh.

RJP sendiri biasanya dilakukan kepada orang-orang yang mengalami henti jantung dan atau tidak mampu bernapas dengan benar. Contoh yang mana RJP diperlukan adalah pada mereka yang tidak bernapas dengan benar dan atau denyut nadinya terhenti setelah mengalami kecelakaan, tenggelam, atau serangan jantung.

[caption id="attachment_99366" align="alignnone" width="650"]Male instructor showing CPR on training doll Male instructor showing CPR on training doll[/caption]

Selain itu, RJP juga wajib diberikan jika orang yang mengalami kecelakaan tidak bergerak atau tidak merespons tindakan penyadaran yang diberikan orang lain. Untuk melakukan RJP, seseorang disarankan sudah pernah menjalani pelatihan medis dasar.

Inilah Tahapan-tahapan Melakukan Resusitasi Jantung Paru

Tahapan melakukan tindakan penyelamatan melalui RPJ disingkat menjadi C-A-B yang merupakan singkatan dari compression, airways, dan breathing. Compression atau kompresi adalah tahap menekan dada, selanjutnya airways adalah membuka jalur pernapasan, dan breathing adalah memberi bantuan napas.

Di bawah ini adalah sedikit penjelasan mengenai tahapan CAB atau kompresi, pembebasan jalur pernapasan, dan bantuan napas dari mulut ke mulut. Namun sebelum melakukan tahapan pertolongan RPJ, pastikan lakukan pengamanan area tempat korban berada dari aneka gangguan yang mungkin bisa datang. Periksa juga apakah si korban sadar atau tidak sadar, kondisi tidak sadarlah yang memerlukan penanganan lebih lanjut.  Pastikan untuk menghubungi nomor-nomor berikut untuk meminta pertolongan lebih lanjut, yaitu 118 untuk memanggil ambulans dan polisi di nomor 112.

Melakukan pertolongan pertama dengan teknik RJP dimulai dengan melakukan kompresi dada. Cukup dengan meletakkan salah satu telapak tangan di bagian tengah dada korban kemudian tangan yang lainnya ditaruh di atas tangan yang pertama. Kemudian eratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan dada sedalam 5-6 cm, kemudian lepaskan. Ulangi hal tersebut hingga mencapai 100-120 kali tekanan tiap menit hingga pertolongan medis datang.

Tindakan RJP yang kedua adalah upaya membuka jalur pernapasan korban. Hal ini biasanya dilakukan setelah menekan dada korban. Caranya dengan mendongakkan kepala korban, lalu kedua tangan diletakkan di dahinya. Setelah itu, angkat dagu orang tersebut dengan lembut untuk membuka saluran pernapasannya.

Tahap selanjutnya dari RJP  adalah melakukan  bantuan pernapasan dari mulut ke mulut. Hal ini bisa dilakukan dengan menjepit hidung korban, lalu posisikan mulut kita tepat di mulut korban. Tiupkan napas kita ke dalam mulutnya dan periksa apakah dada korban sudah mengembang dan mengempis seperti orang bernapas pada umumnya. Pada setiap 30 kali kompresi dada, iringi dengan dua kali bantuan napas. Teknik pernapasan dari mulut ke mulut sebaiknya hanya dilakukan oleh mereka yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

Apabila Anda bukan tenaga kesehatan dan belum terlatih, lakukan kompresi dada dengan tangan saja (Hands Only CPR) tanpa pemberian bantuan napas. Kompresi dada terus dilakukan hingga  perangkat gawat darurat atau yang biasa di sebut AED (Automated External Defibrillator) tiba dan siap digunakan. Kompresi dada juga dapat dihentikan untuk dialihkan kepada paramedis bila sudah tiba. Selain itu, bila korban mulai bergerak, kompresi dada juga dapat dihentikan.

Keuntungan Mampu Melakukan RJP

Karena RJP berperan penting bagi keberlangsungan hidup seseorang, maka kita wajib mengetahui bagaimana cara melakukannya. Berikut ini adalah alasan-alasan penting kenapa kita perlu mempelajari teknik resusitasi jantung paru.
  • Mungkin bisa menyelamatkan seseorang dari cedera otak

Salah satu keuntungan kita bisa melakukan RJP adalah mampu mengurangi risiko korban mengalami cedera otak. Hal ini sangat mungkin terjadi sebab tindakan pertolongan pertama dengan RJP dapat menjaga oksigen dan darah tetap beredar di dalam tubuh korban. Pada kondisi ketika tubuh tidak lagi dilalui suplai oksigen dan darah, maka kemungkinan terjadinya cedera otak akan sangat tinggi.

  • Bisa menyelamatkan nyawa seseorang

Makin cepat sebuah pertolongan diberikan, maka makin besar kemungkinan seseorang yang mengalami kecelakaan atau serangan jantung bisa diselamatkan. Jika seseorang mengalami serangan jantung, maka fungsi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh akan terhenti. Jika RJP dilakukan segera setelah kejadian, makin besar kemungkinan jantung bisa kembali bekerja mengedarkan oksigen dan darah ke seluruh tubuh. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terhindar dari kematian.

  • Masih jarang yang bisa melakukan RJP

Jangan terkejut mendapati fakta bahwa lebih dari separuh pasien yang terkena serangan jantung tidak mendapatkan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru. Alasan nomor satu dari kurangnya hal tersebut adalah banyaknya orang-orang yang belum pernah mendapatkan pelatihan melakukan RJP. Padahal upaya penyelamatan dengan RJP mudah untuk dipelajari sekaligus diaplikasikan secara nyata.

  • Banyak kejadian serangan jantung di rumah

Salah satu alasan penting lainnya kenapa kita perlu memiliki bekal yang cukup untuk melakukan RJP adalah seringnya orang rumah membutuhkan pertolongan. Setidaknya ada 85 persen serangan jantung terjadi di rumah. Hal tersebut bisa saja menimpa anggota keluarga kita. Dengan memiliki kemampuan melakukan resusitasi jantung dan paru, kita bisa berperan dalam menyelamatkan diri orang-orang yang kita cintai.

Meski melakukan pelatihan RJP dianjurkan, bukan berarti seseorang yang belum melakukan pelatihan khusus tidak bisa menolong orang dengan cara ini. Kita bisa tetap melakukan kompresi dada dengan tangan saja (Hands Only CPR) jika ada seseorang yang membutuhkan pertolongan melalui cara ini hingga bantuan medis datang.

Selama ini, orang-orang takut melakukan RJP karena merasa tidak memiliki cukup keahlian untuk melakukannya. Selain itu, ada juga ketakutan akan terkena infeksi jika harus membantu pernapasan dari mulut ke mulut. Untuk menghindari ketakutan berlebihan akibat melakukan pernapasan buatan, maka melakukan RJP cukup dengan menekankan tangan pada dada hingga paramedis tiba.

Melakukan pelatihan resusitasi jantung paru atau memiliki pengetahuan tentang hal ini sangat penting. Bisa saja kemampuan sederhana tersebut bermakna sangat dalam bagi kehidupan orang lain. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai RJP dari Palang Merah Indonesia.