Penggunaan Antibiotik untuk Jerawat dan Tips Mengatasinya

Jerawat bukanlah kondisi medis yang berbahaya, namun memiliki dampak serius secara psikologis pada beberapa individu, seperti penurunan kepercayaan diri, frustrasi, depresi, dan menarik diri dari kehidupan sosial. Jerawat bisa muncul di wajah, dada, leher, punggung, dan bagian tubuh lainnya. Beragam pengobatan bisa Anda lakukan guna menghilangkan jerawat, salah satunya dengan menggunakan antibiotik untuk jerawat.

Jerawat timbul karena folikel rambut menjadi tersumbat dan meradang. Dan umumnya, kaum wanita yang lebih rentan berjerawat dibanding dengan kaum pria. Terdapat empat faktor utama yang menyebabkan munculnya jerawat, yaitu produksi minyak berlebih, folikel rambut yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, peningkatan aktivitas hormon, serta karena bakteri.

antibiotics for acne

Bagaimana Bakteri Memicu Munculnya Jerawat?

Berjerawat atau tidak, secara normal memang terdapat bakteri pada permukaan kulit manusia. Namun pada kondisi tertentu, jumlah bakteri di kulit bisa meningkat secara tiba-tiba, terutama pada remaja yang sedang memasuki masa puber, dan wanita yang memasuki siklus menstruasi atau sedang hamil.

Meningkatnya jumlah bakteri pada folikel rambut terutama di bagian wajah, leher, dada, dan punggung, akan membuat tubuh memproduksi sel-sel untuk melawan infeksi. Kondisi ini akhirnya menyebabkan terjadinya proses peradangan berupa iritasi dan kemerahan pada kulit yang memicu munculnya jerawat. Folikel rambut yang tersumbat bakteri pada akhirnya akan pecah dan menyebabkan peradangan semakin menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Penggunaan Antibiotik untuk Jerawat

Antibiotik kerap digunakan untuk mengobati jerawat yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik mampu memperbaiki penampilan kulit berjerawat, dengan membunuh bakteri penyebab timbulnya jerawat.

Meski demikian, tidak semua jenis jerawat perlu diobati menggunakan antibiotik. Pengobatan jerawat tergantung dari usia, tingkat keparahan jerawat, dan riwayat pengobatan jerawat sebelumnya. Dokter umumnya menyarankan penggunaan antibiotik untuk mengatasi jerawat yang mungkin dapat meninggalkan bekas, atau jerawat yang tergolong parah.

Antibiotik untuk jerawat ada yang berbentuk oles (topikal) dan ada juga yang langsung diminum (oral). Antibiotik topikal membunuh bakteri yang ada pada kulit Anda, tepatnya di area yang dioleskan antibiotik. Sedangkan antibiotik oral membunuh bakteri dalam pori-pori kulit secara keseluruhan.

Ada beberapa pilihan antibiotik untuk jerawat yang umum direkomendasikan oleh dokter, di antaranya:

  • Clindamycin
    Ini adalah salah satu antibiotik untuk jerawat yang termasuk ke dalam golongan linkosamid. Clindamycin yang dipakai untuk mengatasi jerawat umumnya adalah berbentuk topikal atau oles, meski tersedia pula dalam bentuk obat minum.
  • Erythromycin
    Erythromycin juga salah satu antibiotik untuk jerawat, yang termasuk ke dalam golongan antibiotik macrolide.
  • Doxycycline
    Doxycycline merupakan antibiotik oral golongan tetracycline yang bekerja menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Bekerja optimal jika diminum pada waktu perut kosong, yakni satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan bagi penderita sakit maag.

Penggunaan antibiotik untuk jerawat harus berdasarkan anjuran dan resep dokter. Karena dokter perlu menilai kondisi jerawat dan kebutuhan penggunaan antibiotik untuk jerawat. Selain itu, bagi ibu hamil hendaknya berhati-hati, sebab, sebagian antibiotik dapat mengganggu kehamilan dan janin, sehingga perlu dihindari.

Menggunakan antibiotik untuk jerawat tidak boleh sembarangan, karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Penggunaan antibiotik untuk jerawat mungkin akan digabungkan dengan obat oles yang mengandung retinoid atau benzoyl peroxide untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan menurunkan risiko terjadinya resistensi antibiotik.

Tips Mengatasi Jerawat

Untuk membantu mengatasi jerawat, Anda perlu memerhatikan dan merawat kebersihan kulit dengan lebih baik. Berikut ini, beberapa tips yang perlu Anda perhatikan dalam merawat kulit berjerawat:

  • Bersihkan kulit menggunakan sabun yang lembut, dengan formulasi yang ringan. Hindari sabun yang banyak mengandung wewangian dan bersifat antiseptik karena dapat membuat kulit lebih kering, bahkan iritasi pada kulit yang sensitif.
  • Hindari melakukan scrubbing atau menggosok kulit berlebihan saat membersihkan kulit dengan jerawat aktif.
  • Gunakan produk untuk kulit yang telah diuji secara dermatologis (dermatologically tested) dan bersifat non-komedogenik, sehingga aman dan tidak menyumbat pori-pori kulit.
  • Hindari menggaruk, menggesek, atau memecahkan jerawat sendiri, karena dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan bekas.
  • Hindari menyentuh kulit wajah dengan tangan, dan rutinlah mencuci tangan.
  • Rutin membersihkan rambut dengan sampo, terutama jika rambut Anda berminyak.
  • Bersihkan wajah sebelum tidur, terutama jika menggunakan make up.
  • Gunakan obat oles untuk jerawat setelah membersihkan kulit.

Lakukan langkah-langkah di atas untuk membantu pengobatan jerawat yang diberikan oleh dokter, termasuk antibiotik untuk jerawat. Untuk hasil terbaik, konsultasikan dengan dokter kulit, agar efektif dan dapat menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi