Pengobatan Awal Tulang Rusuk Sakit Akibat Retak atau Patah

Tulang rusuk sakit bisa menjadi pertanda bahwa tulang rusuk mengalami keretakan atau bahkan patah. Tidak hanya bagian tulang, retak di bagian tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada pun dapat disebut patah tulang rusuk. Meskipun pada kondisi ini tulang rusuk sama sekali tidak mengalami gangguan atau kerusakan.

Tanda-tanda tulang rusuk mengalami keretakan atau patah adalah kemunculan rasa sakit ketika menarik napas, menekuk atau memutar tubuh, dan saat area dada ditekan. Dalam hal ini, Anda mungkin saja mengalami sesak napas yang berakibat pada timbulnya rasa lelah, serangan cemas/panik, mengantuk, sakit kepala, gelisah, dan takut.

tulang rusuk sakit -alodokter

Penyebab Terjadinya Tulang Rusuk atau Patah

Penyebab utama terjadinya tulang rusuk retak atau patah umumnya disebabkan benturan langsung ke bagian dada. Misalnya, terjatuh atau mengalami kecelakaan mobil atau kendaraan lain. Pada kasus yang parah, batuk yang terlalu keras juga bisa menyebabkan retak atau patahnya tulang rusuk. Kondisi ini lebih memungkinkan jika pasien sedang mengalami penyakit yang memicu tulang retak. Contohnya adalah kanker atau penyakit tulang, seperti osteoporosis.

Anak-anak lebih jarang mengalami patah tulang atau retak di bagian rusuk sehingga merasakan tulang rusuk sakit. Hal ini dikarenakan tulang pada anak-anak masih elastis. Jika hal ini terjadi, harus segera dicari penyebabnya. Jika tidak ditemukan penyebab yang jelas dari patah tulang rusuk pada anak tersebut, maka kemungkinan terjadinya kekerasan pada anak harus dipertimbangkan.

Pengobatan Tulang Rusuk Sakit akibat Retak atau Patah

Pengobatan pertama untuk tulang rusuk sakit karena retak atau patah adalah pemberian obat pereda rasa sakit. Tujuannya agar pasien dapat bernapas, batuk, dan bergerak dengan lebih nyaman terlebih dahulu. Apabila rasa sakit tidak diredakan, berisiko kepada terjadinya sesak napas.

Pada kelompok orang dewasa, ada tiga pilihan obat penghilang rasa sakit, yaitu paracetamol, obat anti inflamasi non steroid seperti aspirin atau ibuprofen. Konsultasikan terlebih dahulu mengenai penggunaan obat-obatan pereda rasa sakit jika pasien adalah anak-anak sebagaimana terdapat kelompok obat tertentu yang tidak boleh dikonsumsi pasien di bawah umur.

Orang lanjut usia juga harus berhati-hati dalam menggunakan obat pereda rasa sakit ini, terutama jika pasien berusia di atas 60 tahun. Selain itu, waspadai kondisi-kondisi ini.

  • Sedang hamil, mengidap asma, atau sedang mengidap penyakit ginjal.
  • Memiliki riwayat penyakit stroke, penyakit jantung, dan/atau penyakit-penyakit terkait pembuluh darah.
  • Memiliki penyakit darah tinggi serta penyakit yang berhubungan dengan lambung, seperti perdarahan lambung.
  • Telah mengonsumsi obat pereda nyeri dalam jangka waktu yang lama.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan lainnya seperti aspirin.

Agar sakit pada tulang rusuk dapat mereda, disarankan untuk menggunakan obat pereda rasa sakit ini secara teratur. Nantinya, meskipun sudah tidak terasa sakit, tulang rusuk yang cedera tetap harus diobati. Maka dari itu, tetaplah memeriksakan diri kepada dokter dan menjalani perawatan yang disarankan.

Tidak disarankan untuk membebat dengan ketat di lingkaran dada. Walau hal ini dapat meringankan nyeri, tetapi tindakan ini dapat menghambat paru-paru untuk mengembang dan meningkatkan risiko terjadinya pneumonia.

Umumnya kasus patah tulang rusuk akan sembuh dengan baik. Akan tetapi beberapa komplikasi dapat terjadi jika organ-organ internal tertusuk ujung patahan tulang rusuk. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah :

  • Pneumothorax. Ketika dinding paru tertusuk dan udara yang masuk terjebak di dalam tempat yang tidak seharusnya.
  • Sama dengan pneumothorax, hanya saja, alih-alih udara, darah yang terjebak di tempat yang tidak seharusnya.
  • Infeksi rongga dada. Hal ini terjadi jika penderita susah batuk sehingga sulit untuk mengeluarkan lendir dari dalam dada.

Komplikasi di atas biasanya terjadi jika kekuatan yang menyebabkan patah tulang rusuk sangat besar dan penderita memiliki kondisi kesehatan lainnya. Jika terdapat gejala-gejala seperti demam tinggi, batuk, nyeri dada, susah bernapas dan lendir yang semakin banyak, segera hubungi dokter.