Penis Keluar Nanah, Waspada Beberapa Penyakit Ini!

Penis keluar nanah bisa menjadi suatu indikasi dari penyakit tertentu seperti penyakit menular seksual, dan beberapa penyakit lainnya. Kondisi tersebut harus diwaspadai dan segera ditangani dengan bantuan tenaga medis profesional.

Bagi para pria, kesehatan penis menjadi bagian penting dari kesehatan tubuh Anda, pasalnya hal tersebut akan berpengaruh pada sistem reproduksi, kemampuan ereksi, hingga ejakulasi. Masalah penis, seperti kondisi penis keluar nanah, dapat menjadi tanda kondisi dan masalah kesehatan yang mendasarinya. Hal tersebut harus diwaspadai dan segera ditangani.

Adalah hal yang normal jika penis mengeluarkan cairan bening atau keputihan ketika akan berhubungan seksual atau pun di pagi hari. Namun jika penis keluar nanah atau cairan berwarna putih kental, kuning dan hijau dengan disertai rasa sakit ketika buang air kecil, maka Anda perlu waspada terhadap beberapa penyakit yang mungkin ada di balik gejala-gejala yang Anda alami.

Dalam kaidah medis, cairan abnormal selain urine dan sperma dari penis disebut penile discharge. Cairan abnormal yang dapat keluar dari penis seperti nanah, darah, dan cairan abnormal lainnya yang disertai rasa sakit, rasa perih saat buang air kecil, hingga rasa gatal di area penis. Ada beberapa kondisi kesehatan yang menjadi penyebab kondisi tersebut, antara lain infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual seperti gonore atau kencing nanah, infeksi trikomoniasis, herpes, hingga chlamydia. Abses, radang pada kepala penis (balanitis), penyakit Peyronie, hingga kanker penis juga bisa menjadi dalang dari gejala-gejala tersebut.

Gonore atau Kencing Nanah.

Gonore adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri, yakni Neisseria gonorrhoeae. Selain kondisi penis keluar nanah, gejala gonore yang lain adalah nyeri saat buang air kecil dan bengkak di sekitar testis. Efeknya juga dapat dialami oleh anggota tubuh yang lain seperti mata, tenggorokan, dan rektum. Gonore dapat menyebabkan ketidaksuburan baik pada pria juga wanita. Biasanya, dokter akan merekomendasikan pengobatan dengan suntikan intramuskular tunggal ceftriaxone. Selain itu, pasien juga harus dirawat seperti menderita chlamydia, biasanya dengan dosis oral azitromisin.

Nongonococcal Urethritis

Nongonococcal urethritis merupakan kondisi infeksi yang terjadi pada uretra dan termasuk dalam penyakit menular seksual. Nongonococcal urethritis juga dapat menyebabkan penile discharge serta gejala lainnya yang mirip gonore. Namun, penanganannya berbeda dengan gonore.

Balanitis

Balanitis adalah kondisi infeksi atau radang pada kepala penis. Penyebab infeksi bisa karena bakteri maupun jamur dan diyakini berhubungan dengan tingkat kebersihan. Penyakit ini kebanyakan muncul pada pria yang tidak melakukan sirkumsisi. Salah satu gejalanya adalah penis keluar nanah atau cairan abnormal lainnya, rasa gatal, nyeri, dan bengkak di sekitar area kelamin dan kulit kelamin. Untuk penanganan kondisi ini biasanya dokter akan memberi resep obat krim antigatal, antiradang, dan antibiotik.

Kanker Penis

Kanker penis merupakan jenis kanker yang langka, yang terjadi pada kulit dan area penis. Gejalanya antara lain sakit pada penis yang tidak sembuh-sembuh dalam waktu empat minggu, perdarahan dari penis atau dari bawah kulup, penis keluar nanah berbau busuk, penebalan kulit penis atau kulup yang membuatnya sulit untuk ditarik kembali (phimosis), perubahan warna kulit penis atau kulup, serta ruam pada penis

Infeksi Klamidia.

Chlamydia merupakan infeksi menular seksual akibat hubungan seksual yang tidak aman. Penderita penyakit ini biasanya tidak merasakan gejala apa pun saat awal tertular. Setelah 1 sampai 3 pekan, gejala infeksi chlamydia akan muncul, antara lain penis keluar nanah atau cairan abnormal lainnya, nyeri ketika berkemih, dan nyeri di salah satu testis.

Jika Anda mengalami gejala seperti penis keluar nanah, darah atau cairan abnormal berwarna lainnya dengan disertai rasa sakit, baik pada penis atau pun ketika buang air kecil, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Untuk terhindar dari kondisi penis keluar nanah atau penile discharge lainnya, Anda bisa melakukan langkah-langkah seperti menerapkan gaya hidup yang baik, kehidupan seksual yang sehat, tidak berganti-ganti pasangan, dan menggunakan kondom ketika berhubungan seksual, teratur membersihkan area penis, melakukan vaksin, hingga rajin berolahraga.

Memang tidak semua masalah seperti penis keluar nanah dan penile discharge lainnya bisa dicegah. Oleh sebab itu, perlu tingkat kesadaran yang tinggi untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter perihal kondisi penis Anda.