Pentingnya Mengonsumsi Garam Beryodium

Garam merupakan bahan masakan yang umumnya digunakan sebagai pelengkap dan melezatkan makanan. Tidak sampai di situ, terutama jenis garam beryodium ternyata memiliki kebaikan bagi kesehatan tubuh.

Zat yodium di dalam garam berfungsi membantu tubuh memproduksi hormon tiroid. Fungsi hormon tiroid adalah mengatur keberlangsungan proses metabolisme tubuh secara ideal dan fungsi organ tubuh lainnya.

Benefits of Iodized salt_compress

Garam-garam yang dijual di pasaran umumnya terbagi menjadi dua, yakni garam laut dan garam meja.

Membedakan Garam Laut dan Garam Beryodium

Pada dasarnya, perbedaan kedua jenis garam ini terletak pada cara pembuatan, tekstur, dan rasa. Masing-masing memiliki keunggulan yang dapat dimanfaatkan berdasarkan tujuan dan selera penggunanya.

Garam laut

Garam laut diperoleh dari hasil penguapan air laut secara alami dan biasanya memakan waktu singkat. Garam laut dapat memiliki degradasi warna dan rasa bergantung pada sumber airnya.

Garam beryodium

Bagi Anda yang suka meracik masakan di dapur, tentu tidak asing lagi dengan garam meja. Jenis garam meja yang banyak dijual di pasaran biasanya telah ditambahkan kandungan mineralnya, salah satunya dengan memasukkan kandungan yodium.

Garam meja pada umumnya melalui tahap pembuatan yang lebih panjang jika dibandingkan dengan garam laut. Langkah ini bertujuan menghilangkan kandungan mineral yang tidak dibutuhkan. Untuk mencegah penggumpalan, garam meja akan ditambahi zat aditif. Anda dengan mudah bisa membeli produk garam beryodium di pasaran dalam berbagai pilihan dan harga terjangkau.

Yodium merupakan unsur mineral yang umumnya terdapat di dalam kandungan air laut dan kandungan tanah di sekitar lautan. Sebagai nutrisi yang penting bagi tubuh, yodium berperan untuk:

  • Menjaga fungsi tiroid tetap stabil : Tubuh manusia membutuhkan yodium untuk memproduksi hormon tiroid.
  • Mengembangkan fungsi otak pada janin dan anak-anak: Selama perkembangan janin, masa bayi, dan masa kanak-kanak, hormon tiroid yang sehat berperan mengoptimalkan fungsi otak dan sistem saraf agar tubuh anak dapat berkembang dengan normal.

Risiko Bila Kadar Yodium Tubuh Tidak Seimbang

Seperti halnya mineral lain, kekurangan atau kelebihan yodium juga dapat berdampak buruk pada tubuh, antara lain:

Hipotiroidisme

Defisiensi yodium mengakibatkan penyakit gondok (goiter), pembesaran kelenjar tiroid, serta penurunan aktivitas kelenjar tersebut. Hipotiroidisme merupakan kondisi rendahnya tingkat hormon tiroid atau tiroksin di dalam tubuh sehingga menyebabkan gejala-gejala seperti:

Terdapat beberapa kelompok usia yang sangat membutuhkan asupan yodium. Kekurangan yodium dapat mengakibatkan gangguan-gangguan yang fatal bagi mereka, yaitu:

Pada anak-anak

Kekurangan yodium ringan dapat menyebabkan perkembangan otak dan fungsi kognitif anak lebih rendah dari rata-rata anak-anak seusianya.

Pada ibu hamil

Defisiensi yodium pada ibu hamil dapat membahayakan kesehatan bayi. Defisiensi yodium yang sudah parah dapat menyebabkan dampak permanen pada bayi berupa retardasi mental, pertumbuhan yang terhambat, serta perkembangan organ seksual yang terlambat.

Hipertiroidisme

Langkah penanganan defisiensi yodium pertama adalah mengonsumsi suplemen yodium. Walau begitu pasien harus berhati-hati karena mengonsumsi terlalu banyak yodium berisiko menyebabkan terlalu aktifnya kelenjar tiroid atau yang disebut hipertiroidisme. Gejala hipertirodisme di antaranya:

  • Napas pendek atau dyspnea
  • Gatal pada kulit dan rambut menipis
  • Penyakit mata jika penderita mengidap penyakit Graves.
  • Tangan gemetar (tremor)
  • Nafsu makan bertambah, tapi berat badan malah menurun
  • Berkeringat dan sering merasa kehausan

Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan  untuk dilakukan. Konsultasikan kepada dokter Anda karena sebagian pasien hipertiroidisme dapat kembali mengalami peningkatan tiroid di masa mendatang.

Menjaga Asupan Yodium agar Tetap Seimbang

Untuk memenuhi kebutuhan yodium tubuh hanya dari garam, Anda harus mengkonsumsi setidaknya setengah sendok teh garam beryodium. Jumlah ini sudah mencapai 2/3 dari jatah harian garam yang dianjurkan. Oleh karena itu, akan lebih baik apabila Anda tidak hanya mengandalkan asupan yodium dari garam, melainkan juga dari makanan lain yang mengandung yodium, seperti:
  • Ikan atau hasil olahan laut berupa kerang-kerangan.
  • Produk harian berupa susu, keju, telur, dan yoghurt.
  • Sayur-sayuran yang dipanen dari tanah yang kaya akan kandungan yodium, biasanya banyak ditemukan di perkebunan sekitar laut.
  • Kapsul multivitamin biasanya mengandung mineral sedikitnya 150 mikrogram.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengagendakan suatu upaya untuk membebaskan warga dunia dari defisiensi yodium. Salah satu langkahnya dengan menambahkan garam beryodium ke dalam yang digunakan untuk memasak. Langkah lainnya adalah dengan memberikan suntikan yodium, terutama di negara-negara yang masih sulit mendapatkan garam beryodium. Selain itu, penambahan kandungan yodium ke dalam persediaan-persediaan air minum dinilai dapat menjadi solusi yang efektif di beberapa negara.

Garam sering kali dianggap sebagai biang pemicu penyakit, tapi nyatanya banyak juga kelebihan yang terkandung pada bumbu dapur ini. Intinya, manfaat garam bisa didapatkan dengan tetap memperhatikan keseimbangan asupannya. Jadikan sajian makanan Anda lezat dan tetap sehat.