Pentingnya Penanganan dan Pemberian Obat Varises Esofagus yang Tepat

Varises esofagus adalah pembesaran pembuluh darah pada saluran esofagus yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Jika tidak segera diberi penanganan dan obat varises, kondisi ini dapat membahayakan nyawa.

Varises esofagus sering dialami pasien penyakit hati atau sirosis, karena jaringan parut menghambat aliran darah pada pembuluh darah besar, sehingga pengaliran darah dialihkan ke pembuluh darah yang lebih kecil. Akibatnya dapat terjadi perdarahan yang membahayakan nyawa karena pembuluh darah yang mengalami kelebihan beban menjadi bocor atau bahkan pecah. Terdapat beberapa penanganan dan obat varises esofagus yang dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan maupun mencegahnya.

obat varises

Gejala Varises Esofagus

Jika perdarahan akibat pecahnya varises esofagus hanya sedikit, maka gejala yang tampak hanya berupa tinja yang berwarna gelap atau bergaris hitam.

Namun, jika perdarahan cukup banyak maka gejalanya dapat dikenali dari tinja yang berwarna hitam dan lengket, tinja berdarah, nyeri perut, wajah pucat, sensasi melayang, muntah hingga muntah darah. Selain itu, gejala lain bisa berupa tekanan darah yang sangat rendah dan detak jantung yang sangat cepat.

Penanganan Perdarahan Berat pada Varises Esofagus

Perdarahan akut yang cukup banyak akibat varises esofagus harus segera dihentikan untuk mencegah syok dan kematian. Kondisi ini merupakan keadaan gawat darurat medis dan harus segera mendapat pertolongan. Di unit gawat darurat, penderita perdarahan akibat varises esofagus yang pecah perlu mendapat penanganan berikut:

  • Pemasangan selang nasogastrik melalui hidung dan dilakukan pembilasan lambung.
  • Pemasangan infus untuk memberikan cairan
  • Transfusi darah jika diperlukan

Setelah kondisi pasien stabil, dokter dapat memasukkan endoskop ke dalam esofagus guna memeriksa dan menghentikan perdarahan. Pemberian obat pembeku darah serta pemasangan ikatan karet atau ligasi (banding) pada pembuluh darah yang mengalami perdarahan, dapat dilakukan dalam prosedur ini.

Prosedur transjugular intrahepatic portosystemic shunt (TIPS) dapat dilakukan jika perdarahan sering kambuh. Prosedur ini dilakukan dengan menempatkan selang kecil di antara pembuluh darah di hati untuk mengurangi tekanan dan menghentikan perdarahan.

Jika penderita penyakit hati mengalami varises esofagus berulang atau jika metode penanganan lain tidak menunjukkan hasil yang diharapkan, dapat dipertimbangkan tindakan operasi, salah satunya transplantasi hati untuk mendapatkan hati yang sehat.

Obat Varises Esofagus yang Dapat Digunakan

Sebagian besar orang yang mengalami varises esofagus dapat kembali mengalami perdarahan. Pengikatan (ligasi) dan obat pengontrol tekanan darah golongan beta blockers, seperti propranolol atau nadolol, dapat direkomendasikan untuk membantu mencegah perdarahan berulang. Dapat juga menggunakan nitroglycerines untuk tujuan yang sama. Sementara untuk mencegah risiko sepsis atau infeksi darah yang mengancam nyawa, dokter dapat memberikan antibiotik.

Obat octreotide yang sering diberikan pada saat dilakukan prosedur endoskopi, juga dapat menurunkan aliran darah dari organ internal ke dalam pembuluh darah portal. Obat ini biasanya diberikan hingga lima hari sejak perdarahan terjadi.

Dengan penanganan dan pemberian obat varises esofagus yang tepat, maka kondisi berbahaya dapat diatasi. Perdarahan varises esofagus dapat dicegah dengan mengatasi penyebab yang melatarbelakanginya, seperti menangani penyakit hati lebih dini.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi