Penurunan Kemampuan Pendengaran dan Penanganannya

Sebagai indera pendengaran, telinga memiliki peranan penting dalam hidup Anda. Tidak hanya berfungsi untuk mendengar, telinga juga membantu Anda untuk menjaga keseimbangan. Dengan mendengar, Anda bisa berkomunikasi serta berdiskusi dengan lawan bicara Anda. Namun seiring bertambahnya usia, fungsi telinga kian berkurang. Penurunan kemampuan pendengaran bukanlah hal yang sepele, karena masalah ini bisa memengaruhi kualitas hidup dan juga hubungan Anda dengan pasangan.

Jika Anda mengalami penurunan kemampuan pendengaran, tentu saja komunikasi dan interaksi Anda dengan orang lain menjadi terhambat. Hal itu akan membuat Anda repot, bukan? Telinga terdiri dari beberapa bagian, yakni bagian luar, tengah, dan bagian dalam. Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga yang biasa Anda lihat, termasuk saluran telinga yang dilapisi dengan rambut dan kelenjar yang mengeluarkan kotoran telinga. Sedangkan telinga bagian tengah berisi 3 tulang kecil yang juga dikenal sebagai tulang palu, landasan, dan sanggurdi. Terakhir adalah telinga bagian dalam yang berisi koklea, bertugas sebagai organ sensorik utama pendengaran.

Melawai Article 1

Bahaya Mendengarkan Musik Terlalu Keras

Proses pendengaran terjadi ketika gelombang suara masuk ke telinga Anda dan menyebabkan gendang telinga bergetar. Getaran ini lalu dilanjutkan ke bagian telinga tengah dan kemudian, getaran akan diperkuat untuk dilanjutkan menuju koklea, di mana koklea akhirnya mengirim sinyal melalui saraf pendengaran ke otak.

Perlu diketahui bahwa suara yang normal dan aman didengar oleh Anda adalah suara dengan tingkat kenyaringan sekitar 60 desibel (dB). Secara umum, suara di atas 85 desibel sudah termasuk dengan kategori berbahaya, namun hal itu tergantung pada berapa lama dan seberapa sering Anda mendengar suara dengan tingkat kenyaringan tersebut, serta apakah Anda memakai alat pelindung seperti penyumbat telinga atau penutup telinga atau tidak

Menurut WHO, sampai pada tahun 2015, terdapat sekitar 360 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan pendengaran. Sementara, ada sekitar 1,1 miliar orang di dunia yang berisiko menderita gangguan pendengaran akibat cara penggunaan alat pemutar musik dan juga suara dari tempat hiburan seperti bar, klub malam, konser musik, maupun pertandingan olahraga.

Secara umum penurunan kemampuan pendengaran terjadi apabila sinyal dari suara tidak sampai ke otak manusia. Penurunan kemampuan pendengaran disebabkan oleh berbagai faktor seperti usia yang kian bertambah, terpapar suara yang keras secara berulang, bahkan beberapa obat (seperti obat antibiotik, kemoterapi, aspirin, malaria, dan lainnya) juga bisa merusak fungsi pendengaran Anda.

Terdapat dua jenis gangguan pendengaran yang dibedakan berdasarkan letak kelainannya, yakni gangguan pendengaran sensorineural dan gangguan pendengaran konduktif. Gangguan pendengaran sensorineural adalah gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kerusakan pada koklea di telinga dalam atau kerusakan pada saraf pendengaran. Hal ini bisa terjadi secara alami seiring bertambahnya usia atau sebagai akibat dari cedera. Sedangkan gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika suara tidak dapat diteruskan ke telinga bagian dalam. Hal ini sering kali disebabkan karena adanya penyumbatan seperti kotoran telinga, penumpukan cairan akibat infeksi telinga, atau karena gendang telinga pecah.

Gangguan pendengaran dapat terjadi tiba-tiba, tetapi biasanya berkembang secara bertahap. Tanda-tanda umum gangguan pendengaran mencakup kesulitan mendengar ucapan orang lain dengan jelas, terjadi kesalahpahaman dengan apa yang mereka katakan, meminta orang untuk mengulangi apa yang mereka katakan, serta mendengarkan musik atau menonton televisi dengan volume yang lebih tinggi dibanding orang lain.

Cara Mengobati Penurunan Kemampuan Pendengaran Anda

Jika Anda telah mengalami penurunan kemampuan pendengaran, maka ada beberapa cara pengobatan bergantung dari penyebab serta tingkat keparahan gangguan pendengaran yang Anda alami, di antaranya adalah:

  • Pada gangguan pendengaran konduktif, terdapat beberapa pilihan seperti dokter membersihkan kotoran yang menyumbat telinga dengan bantuan minyak untuk mengencerkan kotoran, lalu membuang kotoran tersebut. Selain itu, pengobatan infeksi telinga dengan pemberian antibiotik maupun prosedur operasi gendang telinga (jika terdapat lubang) dapat mengembalikan fungsi pendengaran dengan baik.
  • Pada gangguan pendengaran sensorineural, kerusakan bersifat permanen, sehingga tujuan pengobatan adalah untuk memaksimalkan pendengaran. Menggunakan alat bantu dengar merupakan pilihan pertama. Dengan memakai alat bantu dengar, Anda bisa membuat suara menjadi lebih kuat dan mudah didengar. Bila gangguan yang terjadi sudah parah, implan koklea merupakan pilihan lain. Berbeda dengan alat bantu dengar yang menguatkan suara dan mengarahkan ke saluran telinga, implan koklea menggantikan bagian yang rusak atau tidak berfungsi dari telinga bagian dalam Anda.
Banyak manfaat dari beberapa cara pengobatan penurunan kemampuan pendengaran seperti yang telah dipaparkan di atas, yakni membuat Anda lebih percaya diri, hubungan dengan orang yang dicintai menjadi semakin dekat, berkurangnya depresi, serta terjadi peningkatan kualitas hidup Anda.

Penggunaan alat bantu dengar merupakan pilihan yang dapat membantu Anda bila mengalami gangguan pendengaran sensorineural. Sayangnya, hanya 1 dari 5 orang yang membutuhkan alat bantu dengar memilih untuk menggunakannya.

Jika Anda mengalami penurunan kemampuan pendengaran, segera konsultasikan pada dokter tentang prosedur penanganan yang tepat.