Skistosomiasis

Pengertian Skistosomiasis

Skistosomiasis (bilharzia) adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit skistosoma yang ditemukan di air tawar, seperti kolam, danau, sungai, waduk, dan air kanal di negara dengan cuaca tropis dan subtropis. Parasit tersebut biasanya menempel pada tubuh siput. Oleh karena itu, infeksi ini juga umum disebut sebagai demam siput.

Skistosomiasis - Alodokter

Terdapat beberapa jenis parasit skistosoma yang dapat mengakibatkan skistosomiasis terjadi, di antaranya adalah S. mansoni, S. mekongi, S. intercalatum, S. Hematobium, dan S.japonicum. Jenis-jenis parasit tersebut dapat menyerang organ tubuh manusia, seperti usus, ginjal, hati, kandung kemih, jantung, paru-paru, hingga saraf otak.     

Penyebab Skistosomiasis

Skistosomiasis dapat terjadi saat seseorang terpapar air yang sudah terkontaminasi cacing parasit atau terdapat siput yang sudah terkontaminasi. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang berenang, mencuci, atau mengonsumsi air yang belum disterilkan. Cacing ini tidak akan ditemukan pada kolam renang yang sudah diberi klorin, air laut , dan air yang steril.

Cacing parasit skistosoma masuk ke dalam tubuh manusia melalui permukaan kulit dan menyebar ke organ tubuh lain melalui pembuluh darah. Setelah beberapa minggu, cacing tersebut akan mulai menetaskan telurnya. Dalam beberapa kasus, telur akan dibunuh oleh sistem imun atau keluar melalui urine dan tinja. Sebaliknya, ada juga yang justru menyebar dan menginfeksi organ tertentu. Kondisi ini disebut dengan skistosomiasis akut. Jika tidak diobati, cacing akan terus menetaskan telurnya, menyebarkan infeksi selama bertahun-tahun dan mengakibatkan skistosomiasis kronis terjadi serta berpotensi menyebabkan komplikasi yang membahayakan.

Skistosomiasis tidak dapat tersebar melalui kontak fisik secara langsung, dan hanya melalui urine atau tinja yang mengontaminasi air tawar ataupun air bersih lainnya.

Gejala Skistosomiasis

Sebagian besar penderita tidak mengalami gejala hingga beberapa bulan atau beberapa tahun setelah paparan parasit. Namun ada juga yang dapat mengalami gejala seperti gatal, iritasi kulit, muncul ruam berwarna merah dan benjolan pada kulit yang terinfeksi, sesaat setelah terpapar.

Berikut adalah gejala yang biasa dialami setelah satu hingga dua bulan terpapar parasit:

  • Pusing.
  • Demam tinggi.
  • Menggigil.
  • Merasa tidak enak badan.
  • Gatal dan muncul ruam merah atau bernoda pada kulit.
  • Batuk.
  • Diare.
  • Nyeri perut.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Merasa nyeri saat membuang urine.
Jika infeksi yang dialami sudah memasuki tahap kronis, berikut adalah gejala yang dapat dialami:
  • Pembengkakan pada perut, ginjal, atau limpa.
  • Urine dan tinja disertai darah.
  • Mudah merasa lelah.
  • Napas pendek disertai batuk.
  • Nyeri dada.
  • Jantung berdebar (palpitasi).
  • Perubahan kondisi mental.
  • Kejang.
  • Lumpuh.
  • Muncul lesi pada vulva atau area perianal.
  • Peradangan pada saraf tulang belakang.
  • Kerusakan organ seperti hati, kandung kemih, usus, atau paru-paru.
Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala skistosomiasis, atau telah terkontaminasi air yang berpotensi memiliki parasit skistosoma.

Diagnosis Skistosomiasis

Untuk membedakan gejala skistosomiasis dengan kondisi infeksi cacing yang serupa, dokter akan memeriksa kondisi fisik sekaligus menanyakan mengenai kegiatan yang dilakukan sebelumnya. Jika dicurigai adanya potensi infeksi skistosomiasis, tes lanjutan akan dilakukan, seperti:
  • Tes darah, yang meliputi hitung darah lengkap (HDL) untuk memeriksa adanya potensi anemia dan tes hitung sel darah putih (eosinofil) untuk memantau kondisi daya tahan tubuh.
  • Tes laboratorium, seperti urinalisis dan tes sampel tinja untuk memeriksa jika terdapat telur parasit.
  • Tes antibodi, untuk memeriksa jika terdapat tanda-tanda infeksi dalam tubuh.
  • Tes fungsi organ, yang meliputi pemeriksaan fungsi organ ginjal dan hati.
  • Tes pemindaian, seperti CT scan, MRI, Rontgen dada, ekokardiogram, atau USG.
  • Biopsi jaringan, untuk memeriksa jika terdapat abnormalitas atau masalah serius lainnya.

Pengobatan Skistosomiasis

Infeksi skistosomiasis umumnya dapat diobati melalui konsumsi obat-obatan dalam jangka pendek, khususnya jika diberikan sejak dini. Praziquantel adalah obat yang menjadi pilihan utama dalam kasus ini, namun hanya dapat bekerja saat cacing sudah sedikit berkembang di dalam tubuh, atau sekitar 8 minggu sejak terkontaminasi.

Jika kondisi yang dialami cukup parah, seperti adanya gejala yang berpotensi merusak organ otak atau sistem saraf pusat, obat golongan kortikosteroid kemungkinan akan diberikan.

Dalam kasus jarang terjadi, tindakan operasi untuk mengangkat gumpalan tumor, ligasi varises esofagus jika terdapat varises lambung, pengangkatan granuloma, atau pemasangan shunt, mungkin akan dilakukan.

Komplikasi Skistosomiasis

Jika pengobatan tidak dilakukan dengan tepat atau terlambat, berikut ini adalah potensi komplikasi yang dapat terjadi akibat skistosomiasis:
  • Kanker kandung kemih.
  • Gagal ginjal kronis.
  • Kerusakan hati kronis.
  • Penyumbatan hati dan kandung kemih.
  • Kesulitan membuang urine.
  • Peradangan usus besar (kolon).
  • Hipertensi pulmonal.
  • Infeksi darah secara berulang.
  • Gagal jantung bagian kanan.
  • Kematian.

Pencegahan Skistosomiasis

Hingga saat ini, belum ada vaksinasi atau cara khusus secara medis yang dapat membantu mencegah infeksi skistosomiasis terjadi. Hal yang paling utama adalah dengan menghindari kontak dengan air tawar di area yang berpotensi terkontaminasi.

Jika Anda sedang mengunjungi area yang berpotensi terkontaminasi skistosoma atau Anda tidak tahu pasti kondisi area tersebut, berikut adalah langkah-langah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Hindari berenang atau bermain di air tawar.
  • Menggunakan celana dan sepatu bot antiair saat berjalan di sekitar area yang diduga terkontaminasi.
  • Hindari kontak dengan siput yang berkeliaran di sekitar air tawar atau lumpur.
  • Segera bersihkan bagian kulit yang terkena air kotor untuk menurunkan potensi terkena infeksi.
  • Merebus air selama 1 menit sebelum diminum atau konsumsilah air mineral kemasan yang sudah dijamin kebersihannya.
  • Gunakan air bersih untuk keperluan mandi dan mencuci. Jika Anda tidak yakin dengan kebersihan air di rumah Anda, disarankan untuk merebusnya selama 5 menit sebelum digunakan.