Penyakit di Balik Bisul di Ketiak

Benjolan atau bisul di ketiak ternyata dapat menjadi tanda adanya penyakit tertentu yang bisa berbahaya. Periksa kemungkinan penyebabnya dan kapan Anda perlu segera memeriksakan bisul di ketiak ke dokter.

Bisul di ketiak dapat merujuk pada dua kondisi yang tidak dapat diabaikan. Di bawah ini adalah dua kondisi utama yang dapat menjadi penyebab bisul di ketiak. Kenali untuk mengantisipasi sedini mungkin.

bisul di ketiak-alodokter

Benjolan kelenjar getah bening

Bisul di ketiak dapat diidentifikasi sebagai pembesaran kelenjar getah bening yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Kondisi ini dapat diakibatkan oleh infeksi virus atau bakteri, alergi, respons terhadap vaksinasi, iritasi saat menggunakan alat pencukur atau deodoran, lupus, hingga pertumbuhan sel kanker seperti leukemia atau kanker payudara.

Untuk mendiagnosis dan menentukan penyebab pastinya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi tekstur dan konsistensi bisul di ketiak. Hasil pemeriksaan fisik ini kemudian akan menentukan apakah perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah lengkap, mammogram, tes alergi, atau pun biopsi.

Pada umumnya, bisul di ketiak tidak memerlukan penanganan khusus dan dapat reda dengan sendirinya apabila penyebabnya sudah diatasi. Namun jika ditemukan sel kanker, maka benjolan perlu ditangani lebih lanjut dengan radioterapi, kemoterapi, atau dengan operasi.

Segera periksakan ke dokter jika bisul di ketiak membesar, tidak kunjung reda, dan terasa sakit. Wanita disarankan memeriksa secara rutin ada atau tidaknya benjolan di ketiak dan di payudara, untuk mengantisipasi kemungkinan kanker.

Hidradenitis suppurativa

Hidradenitis suppurativa adalah kondisi jangka panjang (kronis), di mana terjadi penyumbatan dan peradangan pada folikel rambut, berupa benjolan pada bagian-bagian tubuh tertentu yang kulitnya kerap bergesekan, seperti ketiak. Hidradenitis suppurativa dapat terjadi pada satu atau beberapa bagian tubuh secara bersamaan.

Selain adanya benjolan seperti bisul yang nyeri, pada hidradenitis suppurativa di ketiak juga terlihat bintik-bintik komedo hitam. Pada kondisi lanjut, dapat terbentuk garis panjang seperti terowongan di bawah kulit yang menghubungkan bisul-bisul di sekitarnya. Terowongan tersebut sulit sekali sembuh dan bisa mengeluarkan nanah. Berat ringannya gejala berkaitan dengan tingkat stres, perubahan hormon, dan kelebihan berat badan. Penyakit ini umumnya terjadi mulai masa pubertas sampai usia 40 tahun. Pada wanita, gejalanya menjadi lebih ringan setelah menopause.

Penyebab sumbatan dan peradangan folikel rambut pada hidradenitis suppurativa masih belum dapat dipastikan, namun kondisi ini dapat dipicu beberapa hal seperti sindrom metabolik, faktor genetik, respons sistem imun yang tidak normal, masalah hormonal, kelebihan berat badan, serta gaya hidup, seperti pola makan yang tidak baik dan kebiasaan merokok.

Tidak ada obat untuk menyembuhkan hidradenitis suppurativa. Perawatan dalam jangka panjang hanya bertujuan meredakan rasa sakit, menyembuhkan luka, serta mencegah komplikasi. Dokter dapat memberikan antibiotik, retinoid, terapi hormon, obat kortikosteroid untuk menekan peradangan, obat-obatan untuk menekan sistem imun, hingga melakukan tindakan operasi. Periksakan bisul di ketiak ke dokter karena hidradenitis suppurativa dapat terlihat seperti jerawat biasa.

Perubahan pola makan dapat membantu meringankan kondisi pasien hidradenitis suppurativa. Perubahan ini dapat dilakukan dengan berhenti mengonsumsi produk olahan susu, tepung, dan gula yang diproses. Juga hindari konsumsi minuman beralkohol dan rokok agar hidradenitis suppurativa tidak memburuk.

Dengan tidak meremehkan bisul di ketiak dan memeriksakannya ke dokter lebih dini, kemungkinan memburuknya penyakit dan timbulnya komplikasi yang berbahaya dapat dicegah.