Penyakit Hati Masih Bisa Dicegah, Lakukan dari Sekarang

Hati berperan penting menjaga tubuh tetap sehat dengan mengeluarkan racun dari tubuh yang masuk bersama makanan dan minuman. Hati memproduksi cairan empedu yang selain berfungsi membantu memecah lemak dari makanan, juga mampu menyimpan glukosa yang nantinya mendukung penyediaan energi bagi tubuh.

Oleh karenanya, apa pun bentuk gangguan yang menimpa organ ini dapat berisiko mengganggu sistem pengeluaran racun dari dalam tubuh. Jika tidak segera ditangani, pada akhirnya berisiko mendatangkan penyakit yang membahayakan nyawa.

penyakit hati bisa dicegah-alodokter

Sayangnya, banyak kebiasaan sehari-sehari manusia yang berisiko menyebabkan gangguan pada hati. Mulai perhatikan makanan Anda dari sekarang dan cermati juga kondisi-kondisi yang menyimpan risiko seperti berikut ini.

Terlalu banyak konsumsi gula

Hati membutuhkan fruktosa, yaitu salah satu jenis gula, untuk memproduksi lemak. Tetapi jika terlalu banyak mengonsumsi gula olahan dan pemanis buatan dari sari pati jagung dengan kadar fruktosa tinggi, maka dapat menyebabkan penumpukan yang berisiko menyebabkan penyakit hati. Jenis gula ini umumnya terdapat pada minuman soda, permen, dan kue manis. Risiko ini bahkan dapat terjadi pada orang yang tidak mengalami kelebihan berat badan sekalipun. Penelitian menemukan bahwa bahaya yang diakibatkan setara dengan yang diakibatkan dari konsumsi minuman keras.

Obesitas

Kelebihan berat badan dapat mengakibatkan penumpukan lemak pada sel-sel hati yang mana dapat menyebabkan Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD). Selain kelebihan berat badan, penyakit ini juga paling berisiko menimpa mereka yang mengalami diabetes dan berusia setengah baya (sekitar 40-60 tahun). Jika tidak ditangani, dalam jangka panjang luka parut yang mengeras dapat menggantikan jaringan yang sehat.

Monosodium Glutamate/MSG

Beberapa penelitian mungkin menyebut penyedap rasa atau MSG sebagai bahan yang tidak berbahaya, namun penelitian lain pada hewan menemukan bahwa MSG dapat menyebabkan iritasi pada hati serta dapat memicu kanker hati dan Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD). Meski efeknya belum terbukti pada manusia, tapi ada baiknya untuk membatasi konsumsi MSG. Dalam produk kemasan, Anda dapat mengenali MSG dengan nama lainnya, seperti ekstrak ragi (yeast extract), ekstrak kedelai (soy extract), atau protein sayuran terhidrolisasi (hydrolyzed vegetable protein).

Lemak trans

Penelitian menemukan bahwa konsumsi makanan yang mengandung lemak trans dapat menyebabkan penyakit hati dengan luka parut pada jaringan. Lemak ini banyak terkandung di dalam makanan kemasan dan tertulis pada label kemasan sebagai partially hydrogenated vegetable oil atau vegetable shortening.

Terlalu banyak vitamin A

Kebutuhan ideal vitamin A harian adalah 700-900 mikrogram untuk laki-laki dan 600-700 mikrogram untuk perempuan. Terlalu banyak mengonsumsi vitamin A dalam jangka panjang dapat berisiko mengalami kerapuhan tulang di usia tua. Overdosis vitamin A juga berisiko menyebabkan keracunan pada hati.

Pembuatan tato yang tidak steril

Penyakit hati dapat disebabkan oleh infeksi hepatitis C yang bisa disebabkan oleh menggunakan peralatan tato yang tidak steril. Virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan darah orang yang terinfeksi.

Antidepresan

Beberapa jenis antidepresan ternyata dapat membahayakan organ hati, meski hanya dikonsumsi beberapa hari. Kondisi ini lebih berbahaya pada orang yang sudah lebih dulu mengalami gangguan pada hatinya, terutama pada kelompok orang lanjut usia.

Konsumsi suplemen herba

Iming-iming kualitas suplemen herba atau alami tetap tidak menjamin keamanan produk sepenuhnya. Sebagian obat-obatan herba, seperti cascara, kaparal, comfrey, kava, dan ephedra, berisiko membahayakan organ hati. Beberapa suplemen herba yang mengklaim dapat memperbaiki fungsi hati juga belum terbukti secara medis.

Kabar baiknya, penyakit hati masih dapat dicegah dengan memperbaiki gaya hidup, menghentikan kebiasaan buruk, lalu menggantinya dengan kebiasaan yang lebih sehat seperti:
  • Menjaga berat badan selalu ideal.
  • Gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual.
  • Dapatkan imunisasi untuk melindungi diri dari hepatitis B dan A.
  • Bijaklah dalam mengonsumsi obat-obatan dengan mematuhi dosisnya. Konsultasikan kepada dokter jika Anda ingin mengonsumsi suplemen herba bersamaan dengan obat bebas.
  • Hindari terpapar cairan tubuh dan darah orang lain.
  • Kenakan masker, lengan panjang, dan sarung tangan, serta pastikan ruangan Anda berventilasi saat menyemprotkan cairan pembersih, insektisida, atau fungisida. Lakukan tindakan pencegahan serupa saat menggunakan cat oles atau semprot dan bahan kimia berbahaya lainnya.
  • Membatasi konsumsi minuman keras.
  • Konsumsi lebih banyak makanan sehat dan segar, seperti buah dan sayur. Hindari seafood mentah.
  • Karena dapat tidak didahului gejala tertentu, periksakan diri untuk mendeteksi kemungkinan tubuh terinfeksi hepatitis.
Berdasarkan penelitian, kopi dalam kadar yang tidak berlebihan dapat membantu mengurangi risiko penyakit hati.

Organ hati yang sudah sakit tidak akan dapat kembali sehat seperti semula. Oleh karenanya, Anda dapat mulai melindungi hati dengan memulai gaya hidup sehat sebelum terlambat.