Penyakit Paget

Pengertian Penyakit Paget

Penyakit Paget adalah kondisi tidak normal yang mengganggu proses regenerasi tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mengalami deformitas (kelainan bentuk).

Risiko seseorang terkena penyakit Paget akan meningkat seiring bertambahnya usia. Selain pertambahan usia, faktor lainnya adalah:

  • Keturunan. Jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit Paget, maka risiko seseorang terkena penyakit ini lebih besar.
  • Jenis kelamin. Pria lebih banyak terkena penyakit Paget dibandingkan wanita.
penyakit Paget - alodokter

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit Paget dapat mengakibatkan beberapa komplikasi seperti:

Gejala Penyakit Paget

Ada beberapa tulang yang biasanya terkena penyakit Paget, yaitu tulang panggul, tulang belakang, tengkorak, tulang bahu, dan tulang kaki. Gejala-gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita penyakit ini adalah:
  • Nyeri tulang. Nyeri biasanya terasa tumpul (seperti ditekan atau diremas), konstan, dan meningkat di malam hari.
  • Nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Hal ini terjadi akibat kerusakan pada tulang rawan yang menjadi bantalan sendi.
  • Gangguan saraf. Terjadinya penekanan atau kerusakan pada saraf akibat penyakit Paget dapat dikenali dari tanda-tanda berupa nyeri yang menjalar dari tulang belakang ke kaki atau dari leher ke lengan dan dada, mati rasa atau kesemutan, lumpuh pada sebagian tubuh, gangguan keseimbangan, atau gangguan buang air besar dan berkemih.
  • Gangguan lainnya, seperti tulang rapuh, bentuk tulang berubah, hiperkalsemia (kadar kalsium berlebihan di dalam darah), dan penyakit jantung. Selain itu, sakit kepala, telinga berdengung (tinnitus), vertigo, dan hilang pendengaran juga bisa terjadi apabila penyakit Paget menyerang tulang tengkorak.

Penyebab Penyakit Paget

Ada dua sel yang bertugas untuk melakukan regenerasi tulang di dalam tubuh kita yaitu, osteoclast (sel yang bertugas untuk menyerap jaringan tulang yang tua) dan osteoblast (sel yang bertugas untuk membuat jaringan tulang baru). Pada penderita penyakit Paget, sel osteoclast berfungsi secara tidak normal, sehingga penyerapan jaringan tulang terjadi terlalu cepat. Hal ini turut memicu osteoblast untuk bekerja lebih cepat dan membuat jaringan tulang baru dalam struktur yang lebih besar, namun lemah.

Penyebab terjadinya ketidaknormalan regenerasi tulang tersebut masih belum diketahui secara pasti, namun diduga merupakan kombinasi antara faktor keturunan atau genetik dengan faktor lingkungan.

Diagnosis Penyakit Paget

Untuk mendiganosis pasien yang diduga menderita penyakit Paget, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dulu pada bagian tubuh yang terasa nyeri.

Setelah melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan lanjutan lain yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa yaitu:

  • Pemeriksaan darah. Dilakukan untuk melihat kadar satu senyawa kimia yang biasanya naik jika seseorang menderita penyakit Paget.
  • Pemindaian tulang, dengan foto Rontgen, CT scan, MRI, atau skintigrafi. Dari pemindaian dapat diketahui tulang-tulang apa saja yang mengalami kelainan ini.
  • Biopsi tulang. Dokter akan mengambil sampel tulang pasien untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan Penyakit Paget

Belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit Paget. Namun, ada beberapa motode penanganan yang dapat membantu meringankan gejala yang muncul. Beberapa penanganan tersebut adalah:
  • Pemberian obat-obatan. Umumnya obat yang diberikan adalah bisphosphonates atau calcitonin. Dapat juga diberikan pereda rasa sakit.
  • Pembedahan. ¬†Dilakukan untuk mengatasi keretakan atau patah tulang, mengganti persendian yang rusak, memperbaiki perubahan bentuk pada tulang, serta mengurangi penekanan pada saraf.
  • Fisioterapi, untuk menguatkan otot-otot dan meningkatkan keseimbangan tubuh pasien.
  • Pengaturan nutrisi. Pasien akan diminta untuk memperbanyak konsumsi makanan serta minuman yang mengandung kalsium dan vitamin D.