Penyebab Benjolan di Punggung dan Cara Mengatasinya

Benjolan di punggung bisa muncul pada siapa saja. Penanganan terhadap benjolan tersebut sangat tergantung pada penyebabnya.

Tampilan benjolan pada kulit berbeda-beda, termasuk benjolan di punggung. Selain itu, benjolan bisa diiringi rasa gatal atau tidak, lunak atau keras, dan gejala-gejala lainnya yang menyertai. Benjolan bisa dipicu berbagai hal mulai dari infeksi, reaksi alergi, gangguan kulit hingga penyakit lain yang lebih serius seperti kanker.

penyebab benjolan di punggung dan cara mengatasinya - alodokter

Meski sebagian besar benjolan tidak berbahaya, namun benjolan di punggung yang menyebabkan rasa tidak nyaman atau jika terjadi perubahan pada tampilan benjolan, disarankan segera diperiksakan pada dokter untuk diketahui penyebabnya secara pasti.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan benjolan di punggung, antara lain:

  • Lipoma

Lipoma adalah jaringan lemak di bawah kulit, di antara lapisan kulit dan otot. Selain di punggung, lipoma juga dapat timbul di leher dan bahu yang tidak terasa sakit. Kondisi ini bisa berkembang dengan sangat lambat dan tidak berbahaya. Konsistensi lipoma yang lunak dan elastis ini, ketika dipegang terasa lembek. Lipoma bisa tumbuh secara tunggal atau berkelompok.

Lipoma hanya diangkat jika mengganggu tampilan, menyebabkan tekanan di bagian tubuh sekitarnya, atau diagnosis yang tidak pasti. Pengangkatan lipoma umumnya melalui prosedur bedah minor dengan melakukan sayatan kecil serta mengeluarkan benjolan tersebut secara utuh (standard excision). Biasanya dilakukan untuk lipoma yang muncul di wajah dimana lapisan bawah kulitnya (dermis) tipis. Namun, ada pula cara lain, yaitu dengan cara liposuction-assisted lipectomy untuk mengangkat lipoma yang besar guna meminimalkan jaringan parut.

  • Keratosis seboroik

Kondisi ini tampak seperti bintik berbentuk bulat dan kasar pada kulit. Warna bintik bisa hitam ataupun cokelat. Punggung, bahu, dan dada merupakan area di mana kerotosis siboroik biasa muncul.

Bintik kerotosis seboroik tergolong non-kanker, namun bisa saja dianggap kanker karena tampilannya. Bisa timbul tunggal ataupun berkelompok. Umumnya, kondisi ini tidak terasa sakit dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Pengangkatan penyakit ini hanya dilakukan jika terjadi iritiasi atau alasan mengganggu penampilan.

  • Keratosis Pilaris

Benjolan di punggung jenis ini tampak berwarna putih atau merah yang terasa kasar saat diraba. Umumnya keratosis pilaris kecil tidak berbahaya dan tidak terasa gatal atau nyeri. Saat kulit kering, kehamilan atau setelah persalinan, benjolan tersebut bisa memburuk. Selain di punggung, keratosis pilaris juga dapat timbul di pipi dan bokong.

Biasanya keratosis pilaris tidak membutuhkan penanganan medis, kecuali untuk kepentingan penampilan. Jika dirasa mengganggu, dapat diatasi menggunakan krim pelembap, merendam dengan air panas dan menggosoknya, atau memanfaatkan krim mengandung urea atau asam alfa hidroksi.

  • Kista epidermoid

Kista non-kanker ini sering juga disebut kista sebasea pada folikel rambut. Selain timbul sebagai benjolan di punggung, kista epidermoid juga bisa muncul di dada, kelamin, atau area kulit lain.

Umumnya benjolan ini tampak bulat, berwarna kegelapan dan berisi cairan putih seperti keju di dalamnya. Ketika terinfeksi, kista epidermoid akan memerah, berisi nanah dan nyeri saat disentuh. Dokter kemungkinan akan memberi tambahan obat antibiotik jika kista sudah terinfeksi. Kista jenis ini sebaiknya diangkat seluruhnya, sebab kista ini dapat kembali terbentuk jika hanya dikeluarkan cairannya.

Tidak perlu panik jika menemukan benjolan di punggung, karena sebagian benjolan tersebut tidak berbahaya. Meski demikian, segera konsultasikan dengan dokter jika benjolan di punggung terasa nyeri atau mengganggu untuk penanganan yang tepat.