Penyebab Darah Kental dan Cara Mencegahnya

Darah kental atau pembekuan darah adalah hal normal yang terjadi ketika Anda terluka untuk menghentikan perdarahan. Tapi, beberapa orang bisa mengalami pembekuan darah (darah kental) secara tidak normal, kondisi ini yang disebut hiperkoagulabilitas. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, simak penjelasannya di bawah ini.

Pembuluh darah Anda dirancang untuk membawa darah yang mengandung oksigen dari jantung ke seluruh tubuh Anda, lalu membawa darah yang mengandung karbon dioksida kembali menuju jantung. Normalnya proses ini akan berjalan lancar, tetapi terkadang bisa terjadi penyumbatan akibat pembekuan darah. Pembekuan darah ini dapat ditemukan di daerah perut, lengan, kaki, otak, jantung, dan paru-paru.

Penyebab Darah Kental

Pembekuan darah terbentuk saat adanya penebalan pada trombosit (komponen darah ) dan protein plasma. Hal ini dapat terjadi di dalam pembuluh darah, baik vena maupun arteri. Darah yang mengental ini sebenarnya bermanfaat untuk mencegah kehilangan darah yang berlebih pada luka yang Anda alami.

Darah kental secara umum disebabkan karena adanya kerusakan pada pembuluh darah. Darah yang bersentuhan dengan pembuluh darah yang rusak dapat menyebabkan darah kental. Selain itu, gumpalan kolesterol di pembuluh darah juga dapat menyebabkan darah menjadi kental. Ketika aliran darah tidak lancar, darah kental juga dapat terbentuk. Hal ini disebabkan karena trombosit mudah untuk menyatu satu sama lain. Bila terdapat sumbatan, darah akan menumpuk dan trombosit dalam darah dapat menyatu membentuk darah kental.

Darah kental atau menggumpal yang mengganggu pasokan darah ke organ penting dapat menjadi komplikasi yang serius jika tidak diobati. Untuk itu, pentingnya Anda mengetahui lebih awal gejala terjadinya penggumpalan darah agar mendapatkan perngobatan yang tepat sebelum terjadi komplikasi.

Gejala Darah Kental Berdasar Lokasinya

Beberapa gejala terjadinya darah kental dapat bervariasi, tergantung di mana lokasi penggumpalan tersebut muncul di dalam tubuh. Berikut lokasi darah kental yang biasa terjadi:

  • Pada lengan atau kaki, gejalanya adanya pembengkakan, nyeri, dan terasa hangat di satu tempat.
  • Penggumpalan darah yang terjadi di organ jantung bisa menyebabkan penyakit jantung dengan gejala sesak napas, keringat berlebihan, nyeri dada, mual, pusing, dan pingsan.
  • Jika penggumpalan terjadi pada daerah perut, Anda akan merasakan sakit perut parah, diare, muntah, dan darah bercampur pada tinja atau muntahan.
  • Sedangkan darah kental di paru-paru dapat menyebabkan gejala antara lain nyeri dada, batuk bercampur darah, berkeringat, sulit bernapas, demam, pusing, pingsan, dan denyut nadi cepat.
Mereka yang berisiko mengalami penggumpalan darah  antara lain penderita obesitas, perokok, orang yang berusia lebih dari 60 tahun, pengguna kontrasepsi oral, memiliki penyakit inflamasi kronis, gagal  jantung, sirosis, kanker, patah tulang di kaki, memiliki riwayat keluarga yang mengalami penggumpalan darah, dan duduk dalam jangka waktu yang lama.
  • Mencegah Munculnya Penggumpalan Darah Anda disarankan melakukan pencegahan untuk menghindari komplikasi yang serius dengan memahami faktor risikonya dengan cara berikut ini:
  • Menghindari duduk dalam jangka waktu lamaBerada di posisi yang sama (terutama duduk) untuk waktu yang lama, dapat menyebabkan darah berkumpul di kaki Anda, dan menyebabkan penggumpalan. Setiap satu hingga dua jam, bergeraklah untuk melakukan peregangan. Ketika Anda sedang bepergian lama menggunakan pesawat, jangan hanya duduk berdiam diri saja. Lakukan peregangan dengan sekadar berjalan-jalan di dalam pesawat. Atau saat melakukan perjalanan menggunakan mobil, luangkanlah waktu sejenak untuk berhenti dan keluar dari mobil.
  • Tetap terhidrasi Saat melakukan perjalanan jauh, pastikan asupan cairan Anda tercukupi, karena dehidrasi dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah.
  • Gaya hidup Dengan mengubah gaya hidup ke arah yang lebih baik, seperti menurunkan berat badan jika Anda mempunyai berat badan yang berlebih, menjaga tekanan darah, berolahraga secara teratur, dan berhenti merokok merupakan cara yang baik untuk mencegah penggumpalan darah
  • Diet Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3, buah-buahan, sayuran, dan makanan dengan kandungan vitamin E, penggumpalan darah dapat dicegah.
  • Obat dan Stocking Bila diperlukan, dokter juga dapat menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat pengencer darah. Obat-obatan ini terutama digunakan pada pasien yang baru selesai menjalani operasi atau memerlukan rawat inap dalam beberapa hari. Selain obat, dokter juga mungkin menyarankan Anda menggunakan stocking kompresi untuk memperlancar aliran darah di kaki saat Anda hamil, dirawat di rumah sakit dalam waktu lama, hingga melakukan perjalanan panjang dengan pesawat terbang. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat maupun stocking kompresi Anda.
Cara mencegah darah kental di atas dapat Anda terapkan, untuk menghindari penggumpalan darah. Jika perlu, Anda bisa menghubungi dokter untuk mengonsultasikan risiko dan pengobatan yang tepat.