Penyebab Hipoksemia dan Cara Mengukurnya

Oksigen sangat diperlukan untuk menjaga organ-organ dan jaringan tubuh tetap hidup. Jika kadar oksigen dalam darah rendah berarti Anda mengalami hipoksemia. Mari cari tahu penyebab dan cara mengukurnya.

Kadar oksigen dalam darah Anda menunjukkan seberapa banyak oksigen yang dibawa sel darah merah Anda. Tubuh akan berupaya menjaga dan mengatur kadar oksigen dalam darah yang tentunya penting untuk menjaga kesehatan Anda.

Gejala umum dari hipoksemia yang sering dialami adalah sesak napas, sering sakit kepala, linglung, sangat mengantuk, dan perubahan suasana hati atau mudah marah.

Anda dapat menghindari sesak napas yang disebabkan hipoksemia dengan cara berhenti merokok, menghindari menjadi perokok pasif dengan menjauhi tempat-tempat di mana orang lain merokok, gunakan masker saat berkendara atau beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari polusi. Asap dapat menyebabkan kerusakan paru bertambah parah. Pastikan ruangan memiliki ventilasi udara yang baik. Anda juga disarankan berolahraga secara teratur menjaga pola makan dan minum secara teratur dan mengikuti pola nutrisi seimbang, untuk meningkatkan kekuatan dan menjaga stamina tubuh secara keseluruhan.

Pada kondisi yang lebih berat, maka hipoksemia mungkin membutuhkan penanganan lebih, seperti pemberian obat-obatan, oksigen tambahan, atau bahkan pemberian napas buatan dengan mesin ventilator yang membantu pernapasan dan oksigenisasi secara optimal.

Penyebab umum terjadinya hipoksemia meliputi:

  • Anemia. Kondisi di mana darah kekurangan sel darah merah yang sehat.
  • Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Yakni suatu keadaan darurat di mana terjadi kegagalan pernapasan. Bisa disebabkan oleh penyakit tertentu, infeksi berat atau cedera.
  • Asma.
  • Kelainan jantung bawaan pada anak.
  • Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK.
  • Emfisema. Penyakit kronis pada paru-paru yang menyebabkan napas menjadi pendek.
  • Penyakit paru interstitial.
  • Obat-obatan tertentu, misalnya narkotika dan obat bius yang dapat menekan pernapasan.
  • Pneumotoraks.
  • Edema paru dan emboli paru.
  • Sleep apnea.
Mengukur Kadar Oksigen dalam Darah

Pemeriksaan kadar oksigen dalam darah hanya diperlukan saat Anda mengalami gejala seperti sesak napas atau nyeri dada. Pemeriksaan ini juga diperlukan bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis seperti sakit jantung dan penyakit paru obstruktif kronik. Pemeriksaan kadar oksigen dalam darah bisa dilakukan di rumah sakit atau dilakukan sendiri di rumah, untuk menilai kondisi fisik serta membantu menentukan pengobatan yang tepat sesuai kebutuhan.

Kadar oksigen dalam darah dapat diukur dengan dua cara berikut:

  • Analisis Gas Darah Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur kadar oksigen dan gas lainnya dalam darah, serta tingkat keasaman atau pH darah. Analisis gas darah dilakukan dengan cara mengambil darah yang teroksigenisasi dari pembuluh darah arteri umumnya dilakukan pada area pergelangan tangan.
  • Pulse Oximeter (Alat pengukur kadar oksigen dalam tubuh) Alat ini merupakan perangkat yang digunakan untuk mengukur jumlah oksigen dalam darah, dengan mengirimkan sinar inframerah ke pembuluh darah tepi. Pemeriksaan dengan alat ini bisa dilakukan sendiri di rumah. Alat pulse oximeter dijepitkan di jari tangan, jari kaki, atau daun telinga Anda. Selanjutnya, akan diketahui seberapa banyak sinar yang terpantul dari gas dalam darah, sehingga memberi gambaran nilai persentase oksigen dalam darah saat itu.
Agar sel-sel dan jaringan dalam tubuh Anda terus mendapatkan asupan oksigen, tentunya harus ada cukup oksigen saat Anda bernapas. Paru-paru Anda harus mampu menghirup udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Selain itu, aliran darah Anda juga harus mampu mengedarkan darah ke paru-paru untuk mengambil oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Segeralah temui dokter jika mengalami gejala hipoksemia yang menggambarkan bahwa tubuh Anda sedang kekurangan oksigen, seperti sesak napas parah yang datang mendadak dan menghambat kemampuan Anda beraktivitas, terutama bila diikuti batuk, dan denyut jantung yang cepat.

Pada saat kadar oksigen di dalam tubuh semakin menurun, Anda perlu waspada bila mulai terjadi perubahan warna pada bantalan kuku, kulit dan bibir menjadi kebiruan. Ini dikenal sebagai sianosis, yang menandakan kondisi darurat dan dapat mengancam nyawa sehingga perlu segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.