Penyebab Tuli konduktif dan Cara Mengatasinya

Tuli konduktif adalah suara dari luar tidak bisa masuk ke telinga bagian dalam karena terjadinya masalah pada saluran telinga, gendang telinga, maupun telinga tengah. Gangguan pendengaran ini bisa disebabkan karena trauma, tumor, adanya benda atau cairan di dalam telinga, serta infeksi.

Pendengaran bekerja dengan cara menyalurkan gelombang suara yang masuk ke telinga dan menyebabkan gendang telinga bergetar. Getaran ini akan melewati tiga tulang kecil (ossicles) di dalam telinga tengah. Ossicles akan memperkuat getaran dan meneruskannya pada telinga bagian dalam, di mana sel-sel kecil rambut di dalam rumah siput yang berbentuk melingkar dan tabung spiral bergerak menanggapi getaran lalu mengirim sinyal melalui saraf ke otak.

Gangguan pendengaran terjadi ketika seseorang tidak dapat mendengar sebagian atau keseluruhan pendengaran di salah satu atau kedua telinga. Tanda-tanda umum terjadinya gangguan pendengaran mencakup kesulitan mendengar saat orang lain melakukan percakapan, sering meminta orang lain untuk mengulangi perkataan, dan mendengarkan musik atau televisi dengan volume lebih tinggi dari pada orang lain.

Penyebab Terjadinya Tuli Konduktif

Terdapat beberapa penyebab umum dari gangguan pendengaran, masing-masing disebabkan oleh faktor-faktor berbeda yang mendasarinya. Salah satunya adalah gangguan pendengaran konduktif atau tuli konduktif.

Tuli konduktif terjadi ketika suara tidak dapat masuk dari telinga bagian luar ke telinga bagian dalam. Sering terjadi karena adanya penyumbatan kotoran di telinga, penumpukan cairan dari infeksi telinga, gendang telinga berlubang, atau gangguan tulang pendengaran.

Cara Mengatasi Gangguan Pendengaran

Pengobatan gangguan pendengaran tergantung tingkat keparahan gangguan tersebut. Beberapa pengobatan yang biasa digunakan meliputi:

Mengeluarkan kotoran

Kotoran di telinga Anda dapat menyebabkan penyumbatan dan mengakibatkan gangguan pendengaran. Dokter akan mengeluarkan kotoran telinga yang mengeras ini dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan melakukan irigasi telinga, yaitu dengan menyemprotkan minyak atau cairan ke dalam telinga untuk mengencerkan kotoran. Berhati-hati jika membersihkan telinga sendiri, dan ketahui cara membersihkan telinga yang aman.

Mengobati infeksi

Jika terdapat infeksi telinga luar atau dalam, dokter akan memberikan pengobatan antibiotik jika diperlukan. Pembedahan mungkin juga diperlukan, jika terjadi cedera telinga traumatik atau infeksi yang memerlukan penyisipan tabung kecil untuk membantu mengeluarkan kotoran.

Implan koklea

Jika Anda memiliki gangguan pendengaran yang parah, implan koklea bisa menjadi pilihan. Implan koklea menggantikan bagian yang rusak dari telinga Anda.

Alat bantu dengar

Berfungsi membuat suara lebih keras dan mempermudah telinga bagian dalam untuk menerima suara. Alat bantu dengar dapat berbentuk analog dan digital. Alat bantu dengan analog bekerja dengan mengonversi suara menjadi sinyal listrik, yang membuat suara bisa terdengar lebih keras. Pengguna dapat memprogram alat disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang berbeda, baik di ruangan kecil atau di tempat keramaian. Sedangkan alat bantu dengar digital bekerja dengan mengubah suara menjadi kode angka, lalu mengubahnya kembali menjadi suara. Kelebihannya bisa memberikan fleksibilitas lebih dibandingkan jenis analog.

Untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan pendengaran, Anda dapat melakukan hal-hal berikut :

  • Tidak mendengarkan televisi, radio, atau musik terlalu keras.
  • Menggunakan headphone untuk memblokir suara yang terlalu keras dari luar.
  • Menggunakan peralatan pelindung telinga, seperti ear muffs atau ear plug saat berada di lingkungan yang bising.
  • Tidak memasukkan benda ke dalam telinga termasuk jari, cotton buds, kapas, kain, dan tisu.
Saat Anda gangguan pendengaran seperti tuli konduktif, segeralah berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis THT untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai dengan tingkat keparahan gangguan pendengaran yang Anda alami.