Perawatan Luka di Lutut yang Bisa Dilakukan di Rumah

Beragam aktivitas seperti olahraga atau kecelakaan dapat membuat kulit Anda terluka, misalnya luka di lutut. Luka adalah cedera yang dapat merusak kulit atau jaringan tubuh lainnya. Luka terbuka pada lutut, tungkai, atau pergelangan kaki adalah robeknya kulit pada area tersebut, luka ini mungkin berukuran kecil dan berada di permukaan kulit. Namun, luka di lutut bisa saja menjadi lebih serius, yakni memengaruhi jaringan yang lebih dalam, seperti tendon, otot, ligamen, saraf, pembuluh darah, atau tulang.

Kulit adalah organ terbesar di tubuh dan membantu melindungi kita dari kuman (bakteri, jamur, dan virus), baik yang secara alami terdapat di permukaan kulit maupun yang berasal dari lingkungan luar. Kulit yang rusak atau hancur membuat kuman dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

wound on the knee

Luka terjadi saat kulit rusak atau hancur karena cedera.  Luka di lutut sering terjadi ketika Anda tersandung atau terjatuh dan membentur lutut, sehingga membuat kulit di bagian lutut terluka. Segera cari pertolongan medis jika lukanya dalam, mengalami perdarahan parah, atau ada sesuatu tertancap di kulit Anda. Semua orang pernah mengalami luka, hal terpenting yang perlu diingat adalah bagaimana cara membersihkan, merawat, dan mendapat pengobatan untuk menyembuhkan luka. Jika luka menimbulkan kesulitan bergerak, perdarahan berat, demam, atau infeksi pada luka maka segeralah ke dokter.

Lakukan Ini pada Luka di Lutut Anda

Gejala luka yang paling umum adalah nyeri, adanya pembengkakan, dan perdarahan. Akan tetapi, derajat nyeri, pembengkakan, dan perdarahan luka tergantung pada lokasi luka dan mekanisme cedera. Luka di lutut bisa saja berkembang menjadi luka yang dalam, berukuran lebih besar, atau menjadi terkontaminasi dan terinfeksi, yang tentu saja membutuhkan perawatan lebih.

Sebagian luka gores atau lecet seperti luka di lutut, dapat diobati dengan mudah di rumah. Beberapa perawatan yang dapat Anda lakukan jika mengalami luka di lutut, di antaranya:

  • Bersihkan luka
    Sebelum membersihkan luka, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencuci tangan dengan sabun dan air. Kemudian, bilas atau bersihkan luka di lutut dengan air dingin untuk menghilangkan kotoran atau serpihan (bisa saja debu, pasir, atau lainnya). Gunakan sabun yang lembut untuk membersihkan luka. Anda tidak perlu menggunakan larutan pembersih luka yang lebih kuat, seperti hidrogen peroksida, yodium, atau alkohol untuk mengobati luka kecil dan goresan, karena justru dapat mengiritasi luka dan membuat luka semakin nyeri. Bersihkanlah luka secara menyeluruh lalu tutupi dengan kasa steril atau plester.
  • Hentikan perdarahan
    Hentikan perdarahan pada luka di lutut sebelum menggunakan plester atau kain kasa pada luka Anda. Tekan luka dan gunakan perban, handuk, atau sapu tangan yang bersih selama beberapa menit untuk menyerap darah Anda. Jika Anda menderita penyakit tertentu seperti hemofilia, gangguan pembekuan darah, atau mengonsumsi obat-obatan pengencer darah sehingga darah sulit berhenti maka Anda perlu segera ke dokter atau rumah sakit terdekat jika terjadi luka.
  • Minum obat penghilang rasa sakit
    Jika luka tersebut terasa menyakitkan selama beberapa hari, Anda dapat meminum obat penghilang rasa sakit yang dijual tanpa resep dokter, seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Oleskan antibiotik
    Oleskan tipis krim atau salep antibiotik, seperti bacitracin, neosporin atau polisporin untuk membantu menjaga permukaan tetap lembap. Produk ini tidak membuat luka sembuh lebih cepat, tapi dapat mencegah infeksi bakteri dan membantu proses penyembuhan alami tubuh. Bahan tertentu dalam beberapa salep atau krim dapat menyebabkan ruam ringan pada sebagian orang, segera hentikan pemakaian salep atau krim bila muncul ruam.
  • Tutupi luka
    Anda dapat menutupi luka di lutut dengan menggunakan perban yang membantu menjaga agar luka tetap bersih dan mencegah infeksi bakteri yang berbahaya. Ganti perban satu atau dua kali sehari, atau saat perban telah menjadi basah dan kotor.

Luka di lutut akan membentuk koreng dan sembuh dalam beberapa hari. Koreng tersebut membantu melindungi luka dari kotoran dan kuman, sementara kulit baru tumbuh di bawahnya. Setelah luka ditutupi koreng, mungkin Anda tidak membutuhkan perban lagi. Kendati luka di lutut yang telah membentuk koreng akan terasa gatal, Anda disarankan tidak menggaruk atau mencungkil koreng tersebut. Koreng akan lepas sendiri tanpa bantuan Anda, dan menunjukkan kulit baru di bawahnya. Penderita penyakit tertentu seperti diabetes atau malnutrisi kemungkinan akan mengalami proses penyembuhan luka yang lebih lama dan luka lebih berisiko terinfeksi. Jika Anda menderita penyakit tertentu dan mengalami luka, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat.

Kapan luka perlu dijahit? Luka yang perlu dijahit adalah luka berukuran lebar dari 1,5 cm dengan kedalaman lebih dari 1 cm atau jika dasar luka sudah mencapai jaringan lemak, otot, atau tulang, darah tidak berhenti mengalir selama lebih dari 15 menit setelah ditekan dengan alas steril, luka pada wajah atau bibir, dan luka yang dalam pada jari tangan dan kaki. Pada luka tusuk atau penetrasi benda yang dalam, segeralah ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat perawatan luka. Jangan mencabut benda tersebut sendiri karena berisiko menimbulkan perdarahan.

Dengan mengetahui informasi dan cara merawat luka di lutut di atas, Anda dapat mencobanya sendiri di rumah. Selalu berhati-hatilah dalam melakukan aktivitas, dan ingatkan buah hati Anda untuk tidak melakukan hal-hal berbahaya yang dapat menimbulkan luka. Jika perawatan luka di rumah telah dilakukan namun luka di lutut tidak kunjung sembuh, segeralah konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.