Percaya Obat Herbal Wasir, Waspadai 3 Bahan Ini

Wasir merupakan gangguan kesehatan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mengatasinya, ada yang memilih memanfaatkan bahan alami sebagai obat herbal wasir. Meski demikian, sebaiknya berhati-hati menggunakannya karena belum terbukti secara medis.

Hemorrhoid atau lebih dikenal sebagai wasir adalah kondisi di mana pembuluh darah yang berada di bagian paling bawah sekitar anus dan rektum mengalami pembengkakan. Pembengkakan itu menyebabkan dinding pembuluh darah meregang, menipis dan seringkali mengganggu ketika sedang buang air besar (BAB).

Natural remedies for hemmorhoid

Hingga kini belum diketahui penyebab wasir secara pasti. Dua faktor utama yang diduga kuat menjadi penyebabnya adalah pembuluh darah yang lemah dan faktor genetik. Namun, ada pula faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan mengidap wasir seperti obesitas, kehamilan, terlalu lama berdiri atau duduk, muntah, batuk, bersin, atau mengejan terlalu keras ketika BAB.

Beberapa bahan alami yang sering digunakan sebagai obat herbal wasir atau bahan campurannya, antara lain:

  • Bawang putih

Untuk memanfaatkan bawang putih sebagai obat herbal wasir, caranya dengan menumbuk hingga halus kemudian dicampur air dan dioleskan ke sekitar anus.  Efektivitas bawang putih tergantung dari jumlah bahan aktif allicin yang terdapat di dalamnya. Semakin tinggi bahan aktifnya, maka bau bawang putih akan semakin menyengat, berarti akan semakin efektif.

Bawang putih memang banyak digunakan sebagai obat untuk mengobati berbagai penyakit terkait dengan sistem peredaran darah, sakit kepala, sakit perut pilek, flu, serta memperbaiki sistem imunitas dan mencegah infeksi bakteri dan jamur. Namun, penggunaan minyak bawang putih yang dioleskan langsung pada infeksi jamur, kutil, dan mata ikan, masih perlu dilakukan studi lebih lanjut. Demikian juga penggunaan bawang putih pada wasir. Khususnya jika bawang putih digunakan sebagai obat pada ibu hamil dan wanita menyusui, hal ini masih dianggap belum aman.

  • Lidah buaya

Gel yang diperoleh dari lidah buaya dapat dioleskan ke bagian anus untuk meringankan rasa tidak nyaman. Selain itu, ada pula produk-produk berupa salep yang memanfaatkan lidah buaya sebagai bahan utamanya, ditambah dengan bahan lain. Lalu, ada pula yang memilih mengonsumsi gel lidah buaya secara langsung sebagai obat herbal wasir.

Lidah buaya memang banyak dimanfaatkan untuk mengatasi kondisi kulit terbakar, digigit serangga, psoriasis, atau luka lainnya dengan cara dioles. Lidah buaya juga dapat dikonsumsi untuk membantu meringankan kondisi radang, demam, gatal, osteoarthritis, dan gangguan usus.

Untuk penggunaan dioles pada kulit, terdapat beberapa bukti medis yang menyebutkan lidah buaya meningkatkan sirkulasi pembuluh darah kecil pada kulit, sekaligus membunuh bakteri. Dua manfaat ini sebenarnya menyimpulkan bahwa lidah buaya yang dioles dapat mempercepat penyembuhan luka. Meski demikian, masih perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk memastikan efektivitas lidah buaya dalam kasus penderita wasir.

Lendir lidah buaya memiliki efek laksatif, yaitu meningkatkan pergerakan usus. Efek ini berguna untuk mengatasi kosntipasi. Bisa jadi karena efek ini, lendir yang dikonsumsi secara oral diduga berguna untuk wasir. Tapi mengonsumsi lidah buaya sebaiknya memperhatikan jumlahnya dengan seksama. Lidah buaya yang dikonsumsi secara berlebihan memiliki risiko memicu  kanker, gangguan ginjal, hingga kematian.

  • Pepaya

Buah pepaya dan bahan-bahan lain direbus, kemudian dikonsumsi sebagai obat herbal wasir.  Buah pepaya memang dikenal dengan beragam manfaat, termasuk mengurangi risiko kanker usus besar dan empedu, mengurangi kadar gula untuk penderita diabetes, serta mengatasi infeksi parasit dan gangguan pencernaan lain. Tidak ditemukan hasil penelitian yang mengatakan papaya berguna sebagai obat alami penderita wasir. Tapi kandungan papainnya memang dapat melembutkan daging. Papain berkurang efektivitasnya bila dikonsumsi secara oral sehingga diragukan kegunaannya sebagai obat.

Pepaya relatif aman ketika dikonsumsi dengan jumlah secukupnya. Namun, konsumsi pepaya berlebihan atau penggunaan langsung pada kulit belum terbukti keamanannya. Konsumsi pepaya secara berlebihan berisiko merusak esofagus (kerongkongan). Sementara itu, penggunaan langsung pepaya pada kulit dapat memicu iritasi dan reaksi alergi.

Memanfaatkan obat herbal wasir harus dilakukan dengan berhati-hati. Jika gejala berlanjut dan tidak segera membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.