Perdarahan pada Tiap Semester Belum Tentu Darah Keguguran

Keluarnya darah dari vagina ketika hamil bisa menjadi suatu hal yang menakutkan. Apalagi keguguran merupakan penyebab tersering dari kondisi ini.   Akan tetapi keguguran bukanlah satu-satunya penyebab perdarahan. Mari simak kondisi apa saja yang bisa menyebabkan perdarahan pada saat hamil.

Keguguran merupakan meninggalnya janin di saat umur kehamilan masih di bawah 24 minggu. Diperkirakan terdapat 25 persen kehamilan berakhir dengan keguguran akibat faktor gen. Bagi yang pernah mengalaminya tidak perlu khawatir, karena sebagian besar wanita yang mengalami keguguran akan memiliki kehamilan yang sehat pada kelanjutannya.

darah keguguran - alodokter

Apa Saja Tanda-Tanda Keguguran?

Jangan mengira bahwa keguguran disebabkan oleh stres, melakukan hubungan seksual saat hamil, atau karena berolahraga selama hamil. Nyatanya, kebanyakan keguguran terjadi karena sel telur yang telah dibuahi tidak berkembang secara normal. Kehamilan di bawah 12 minggu adalah masa-masa paling rentan mengalami keguguran. Setelah melewati usia 12 minggu, risiko keguguran akan berkurang.

Waspadai tanda-tanda keguguran berikut:

  • Keluarnya darah sedikit atau banyak dari vagina, baik bersifat sesekali atau terus-menerus. Termasuk adanya jaringan yang keluar dari vagina.
  • Keluarnya darah yang disertai rasa sakit di bagian bawah perut, panggul, atau punggung bawah.

Mengalami Perdarahan Tidak Selalu Diartikan Keguguran

Ketika mengalami perdarahan, jangan langsung panik. Jangan langsung mengira bahwa darah tersebut adalah darah keguguran juga. Sebab, ada juga wanita hamil yang mengalami perdarahan pada saat atau selama kehamilan, tetapi tetap memiliki kandungan yang sepenuhnya sehat. Bahkan, menurut penelitian, 25 persen wanita mengalami perdarahan di awal trimester kehamilan, tapi hanya setengahnya yang mengalami keguguran.

Perdarahan disebabkan oleh kondisi plasenta yang belum terbentuk sempurna pada masa awal kehamilan. Jeda waktu sebelum plasenta terbentuk seutuhnya inilah yang menyebabkan adanya perdarahan. Dalam hal ini, jika mengalami perdarahan berupa bercak, maka dinilai bukan masalah. Namun, Anda tetap disarankan untuk memeriksakan diri kepada dokter kandungan.

Sama halnya pada trimester kedua dan ketiga kehamilan, perdarahan tetap bisa terjadi. Iritasi leher rahim karena berhubungan seksual atau adanya perubahan pada leher rahim akibat kehamilan bisa menjadi penyebab perdarahan. Kadang-kadang, perdarahan juga terjadi di ruang antara plasenta dan rahim. Umumnya, perdarahan semacam ini akan hilang dengan sendirinya dan bukan merupakan darah keguguran.

Waspadai Perdarahan dan Pahami Penanganannya

Meskipun darah yang keluar belum tentu darah keguguran, Anda disarankan untuk tetap waspada. Jika terjadi perdarahan pada saat sedang hamil, lakukan hal-hal berikut:
  • Pada saat terjadinya perdarahan, perhatikan hal-hal yang memicu terjadinya hal tersebut, seperti baru melakukan hubungan seksual, mengalami benturan pada area vagina, belum lama ini menjalani pemeriksaan rahim, atau hal lain.
  • Gunakan panty liner untuk mengukur banyaknya darah yang keluar. Perhatikan juga warna darahnya, apakah berwarna merah cerah, merah tua, atau cokelat.
  • Perhatikan juga kemungkinan adanya rasa nyeri pada punggung, mual, kontraksi, perubahan kualitas penglihatan, atau aktivitas pergerakan bayi yang berkurang.
Darah yang muncul memang tidak selalu darah keguguran. Namun, jika Anda sedang hamil dan tiba-tiba mengalami perdarahan, jangan ambil risiko. Segera minum banyak air putih untuk menghindari dehidrasi dan langsung periksakan diri kepada dokter, termasuk ceritakan semua hal yang Anda lakukan sebelum mengalami perdarahan.