Perhatikan Anjuran Makanan dari Ahli Gizi Berikut

Ahli gizi berperan penting dalam meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit pada individu dan masyarakat. Jika ingin hidup sehat, beberapa makanan yang dikonsumsi dan tidak dikonsumsi oleh ahli gizi berikut ini bisa Anda tiru.

Ahli gizi adalah seseorang yang mengajarkan dan memberi tahu masyarakat tentang gizi dan pola makan yang sehat. Ahli gizi termasuk dalam profesi gizi yaitu suatu pekerjan di bidang gizi yang dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuwan, memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan yang berjenjang, memiliki kode etik, dan bersifat melayani masyarakat.

perhatikan anjuran makanan dari ahli gizi berikut - alodokter

Di Indonesia, ada 4 kategori tenaga gizi yaitu lulusan D3, D4, S1 sarjana gizi, dan tenaga gizi pendidik profesi register dietesien. Semua ahli atau tenaga gizi tersebut harus lulus pendidikan di bidang gizi, uji kompetensi, serta terdaftar sesuai ketentuan perundang-undangan di Indonesia.

Untuk memasyarakatkan pola makan sehat, ahli gizi tak hanya bisa ditemui langsung, mereka juga sering kali dimintai pendapat dalam berbagai majalah, tabloid, atau situs kesehatan. Berikut adalah beberapa saran ahli gizi tentang makanan sehat.

Telur

Jika Anda sedang terburu-buru dan tidak punya waktu banyak untuk sarapan, tapi perut keroncongan, buat saja omelet telur. Telur kaya akan protein rendah lemak, vitamin, dan mineral. Telur bahkan dipersenjatai oleh nutrisi pelawan penyakit, dapat mengurangi risiko degenerasi makula yang terkait dengan usia (penyebab utama kebutaan pada manula), serta kolin yang dapat meningkatkan perkembangan otak dan memori (daya ingat). Selain itu, telur juga mengenyangkan. Tapi ingat, jangan konsumsi telur mentah karena membuat Anda rentan terkena bakteri salmonella penyebab diare.

Alpukat

Alpukat mengandung banyak vitamin dan mineral seperti kalium (membantu mengontrol tekanan darah), folat (untuk perbaikan sel dan selama masa kehamilan), lutein (baik untuk mata), vitamin B (melawan penyakit dan infeksi), serta vitamin C dan E. Mengonsumsi  alpukat secara rutin dengan jumlah yang bersahaja atau mencampurnya dengan makanan lain diduga efektif menurunkan kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL). Campuran ekstrak alpukat dengan minyak kedelai bahkan dapat mengurangi rasa sakit atau nyeri pada penderita radang sendi di pinggul dan lutut. Oh iya, buah berwarna kuning kehijauan ini juga rendah gula dan kaya serat. Selain dimakan langsung atau dibuat jus, Anda bisa mengoleskan alpukat yang sudah dihaluskan ke atas roti tawar lalu taburi dengan kacang kenari, madu, atau kayu manis.

Ubi

Ubi adalah salah satu makanan yang paling bergizi. Ubi kaya akan kalium yang sehat untuk jantung, vitamin A untuk meningkatkan penglihatan, vitamin C, dan kalsium. Selain itu, ubi juga bebas lemak dan kolesterol serta rendah kalori. Bagi Anda yang belum tahu, umbi-umbian yang manis ini bisa juga dimakan bersama dengan kulitnya loh.

Yoghurt

Yoghurt mengandung protein hewani, kalsium, kalium, zinc, vitamin B2, B12, dan magnesium. Si asam ini juga kaya akan bakteri baik (probiotik) yang diduga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menyehatkan pencernaan. Yoghurt diduga mampu mengatasi diare pada anak-anak, mengurangi kolesterol tinggi (kolesterol total dan LDL), mencegah infeksi jamur di vagina, dan mengobati infeksi bakteri yang dapat menyebabkan radang perut.

Kacang-kacangan

Kacang merupakan sumber protein yang murah serta mengenyangkan. Tingginya kadar serat dalam kacang membuat penganan ini lama dicerna oleh tubuh. Hasilnya, Anda akan merasa kenyang lebih lama, sistem pencernaan bertambah sehat, dan melancarkan buang air besar. Selain itu, kacang juga rendah gula hingga bisa mencegah insulin dalam aliran darah meningkat. Makan penganan yang satu ini bahkan diduga dapat membantu mencegah kanker usus besar dan mengurangi kolesterol darah.

Makanan yang disarankan tidak dikonsumsi

Beberapa ahli gizi menyarankan untuk tidak terlalu banyak dan terlalu sering  mengonsumsi daging olahan seperti hot dog, daging asap, sosis; kopi yang dicampur gula; margarin; kue atau camilan kemasan, makanan kaleng; atau sereal yang ditambah gula. Mengapa? Karena makanan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kanker, kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), dan penyakit ginjal. Selain itu, tekanan darah, diabetes, dan kolesterol pun juga bisa naik.

Jika Anda ingin mengikuti saran ahli gizi, Anda dianjurkan untuk bertanya terlebih dahulu kepada dokter. Siapa tahu Anda memiliki alergi terhadap satu atau beberapa jenis makanan. Selain itu, disarankan untuk selalu mengonsumsi makanan yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air yang seimbang.