Perhatikan Berbagai Penyakit Akibat Malnutrisi di Bawah Ini

Busung lapar bukanlah satunya-satunya penyakit yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau malnutrisi. Waspadalah ada penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh malnutrisi.

Malnutrisi adalah kondisi medis serius pada seseorang akibat tidak mendapatkan semua nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.  Atau dengan kata lain mengalami gizi buruk. Seseorang bisa kekurangan gizi meski mengonsumsi banyak makanan.. Mengapa? Karena makanan yang dikonsumsi tidak mengandung mikronutrien (vitamin dan mineral) yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

perhatikan berbagai penyakit akibat malnutrisi di sini - alodokter

Selain itu, malnutrisi juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tubuh yang tidak dapat menyerap nutrisi, masalah pada kesehatan mental, dan  kecanduan narkotika dan alkohol. Malnutrisi membuat orang sulit tumbuh besar, susah melakukan pekerjaan fisik, kemampuan belajar kurang, dan mudah terserang penyakit.

Penyakit yang Disebabkan Oleh Malnutrisi

Berikut ini beberapa penyakit yang disebabkan oleh malnutrisi:

Kwashiorkor

Kwashiorkor terjadi karena tidak cukupnya asupan protein dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh. Protein diperlukan untuk memperbaiki sel, membuat sel baru, serta penting untuk pertumbuhan selama masa kanak-kanak dan kehamilan. Penyakit malnutrisi ini paling umum menimpa anak-anak dan terjadi di negara-negara berkembang.

Gejala-gejala penyakit kwashiorkor antara lain merasa kelelahan, warna kulit dan rambut berubah menjadi oranye kemerah-merahan/kuning/putih, sistem kekebalan tubuh rusak, hilangnya massa otot, pembengkakan di bawah kulit (edema), mudah marah, susah menambah berat badan dan tinggi, perut buncit, kulit beruam, hingga syok.

Kwashiorkor dapat dicegah dan ditangani dengan mengonsumsi makanan yang mengandung protein seperti daging, susu, keju, ikan, telur, kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Marasmus

Marasmus disebabkan oleh kekurangan hampir semua nutrisi dan sumber tenaga, terutama protein, karbohidrat, dan lipid (zat kemak). Marasmus dapat menimpa anak-anak dan orang dewasa serta menyebabkan kematian jika tidak diobati. Ciri-ciri seseorang terkena marasmus antara lain tubuh kurus kering hanya tinggal kulit dan tulang yang menonjol (tulang iga dan bahu menonjol, kulit lengan atas, paha, dan bokong kendur), wajah seperti orang yang sudah tua.

Beri-beri

Beri-beri terjadi karena tubuh kekurangan vitamin B1 (thiamine). Ada dua jenis beri-beri, yaitu beri-beri basah dan beri-beri kering. Beri-beri basah memengaruhi sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Ciri-ciri dari beri-beri basah di antaranya bangun tidur di malam hari dengan sesak napas, denyut jantung meningkat, sesak napas saat beraktivitas, dan kaki bagian bawah bengkak. Sedangkan beri-beri kering memengaruhi sistem saraf. Tanda -tandanya adalah susah berjalan, kaki dan tangan mati rasa atau kesemutan, fungsi otot kaki bagian bawah menurun, nyeri, kesulitan bicara, muntah, dan mata bergerak-gerak terus (nistagmus).

Vitamin B1 terlibat dalam fungsi sistem saraf dan otot, aliran elektrolit menuju ke dalam dan keluar sel-sel saraf dan otot, pencernaan, dan metabolisme karbohidrat. Agar tidak terserang beri-beri, konsumsilah makanan kaya vitamin B1 seperti susu, biji-bijian, gandum, jeruk, daging babi, daging sapi, ragi, kacang-kacangan, beras, dan sereal dari biji-bijian utuh.

Scurvy

Penyakit malnutrisi ini akibat tubuh kekurangan vitamin C (asam askorbat). Vitamin C penting bagi tubuh untuk membuat kolagen (sejenis protein yang ditemukan dalam jaringan kulit, pembuluh darah, tulang dan tulang rawan). Ciri-ciri penyakit scurvy termasuk nyeri otot dan sendi, kelelahan, munculnya titik-titik merah di kulit, perdarahan dan pembengkakan pada gusi, hilangnya nafsu makan, berat badan turun, diare, napas cepat, dan demam.

Vitamin C bisa didapat dari sayuran dan buah-buahan seperti kentang, asparagus, brokoli, tomat, kiwi, stroberi, lemon, jeruk, limau, kubis, paprika, bayam, wortel, pepaya, jambu merah (guava) atau hati dan tiram.

Anemia

Anemia akibat kekurangan zat besi. Zat besi digunakan untuk memproduksi sel darah merah, yang membantu menyimpan dan membawa oksigen dalam darah ke jaringan tubuh. Jika sel darah merah sedikit, organ dan jaringan tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup.

Gejala anemia akibat defisiensi besi meliputi kesemutan di kaki, kurangnya nafsu makan, detak jantung cepat, kuku rapuh, nyeri dan radang lidah, tangan dan kaki dingin, pusing atau sakit kepala, infeksi, sakit dada, sesak napas, tubuh lemah, dan kulit pucat. Anemia dapat diatasi dengan mengonsumsi suplemen zat besi atau makan makanan yang kaya akan zat besi seperti kismis, telur, daging, ikan, tahu, kacang-kacangan, biji-bijian, beras merah, dan sayuran berdaun hijau tua.

Kebanyakan masalah yang disebabkan oleh malnutrisi akan berhenti setelah kekurangan nutrisi diatasi. Namun, ada pula yang menimbulkan efek samping berkepanjangan. Ini biasanya terjadi ketika malnutrisi sudah parah dan berlangsung lama. Oleh karena itu sebaiknya cegah penyakit malnutrisi dengan mengonsumsi asupan yang kaya gizi.