Perhatikan Hal Ini Sebelum Memilih Baby Sitter

Setiap orangtua tentunya ingin Si Kecil dirawat dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Namun tidak jarang, kedua orangtua harus bekerja di luar rumah sehingga membutuhkan bantuan dalam menjaga Si Kecil. Menyerahkan pengasuhan dan penjagaan Si Kecil pada baby sitter atau pengasuh bayi, kini banyak menjadi pilihan orangtua.

Sebenarnya selain baby sitter, orangtua dapat memanfaatkan daycare atau tempat khusus mengasuh bayi. Keuntungan menggunakan jasa baby sitter adalah Si Kecil akan mendapat perhatian penuh dan lebih mudah diawasi serta dipenuhi kebutuhannya dalam lingkungan rumah yang stabil. Selain itu, baby sitter juga dapat membantu mengantar dan menemani Si Kecil sambil mengawasinya ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Hanya saja biaya baby sitter mungkin akan relatif lebih mahal dibandingkan daycare. Kemudian jika baby sitter sakit atau berhalangan, maka rutinitas dan kegiatan anak bisa saja terganggu.

Memastikan Baby Sitter Sesuai Kriteria

Dalam mencari baby sitter yang cocok dan sesuai dengan keinginan, kamu dapat meminta rekomendasi dari teman atau keluarga yang dapat dipercaya, agar mendapatkan pengasuh yang handal dan bertanggung jawab. Mintalah bantuan tetangga, jika kamu masih baru berada di lingkungan tersebut. Informasi juga bisa diperoleh dari sekolah atau tempat penitipan anak terdekat.

Peran baby sitter sangat penting bagi Si Kecil. Untuk itu penting untuk cermat memilih baby sitter dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  • Mencari baby sitter yang berpengalaman
    Perhatikan usia baby sitter yang akan menjaga Si Kecil di rumah, pilihlah yang memiliki usia cukup matang dan tidak terlalu muda. Jangan menggunakan jasa baby sitter yang masih berusia remaja, atau kurang dari 14 tahun. Selain itu, hal yang penting juga adalah pengalaman dalam merawat anak-anak serta kecocokan orangtua dan anak dengan kepribadian baby sitter.
  • Melakukan wawancara
    Meski telah mendapatkan rekomendasi dari teman, sebaiknya kamu harus mewawancarai terlebih dahulu. Jangan lupa untuk menyiapkan daftar pertanyaan penting, seperti pengalaman mengasuh dan merawat anak-anak dan sertifikat yang menunjukkan dia pernah mengikuti pelatihan baby sitter. Baby sitter yang baik tidak hanya dapat mengasuh dan merawat anak saja, tetapi juga harus bisa memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) pada anak.
  • Memperhatikan interaksi dengan Si Kecil
    Saat wawancara baby sitter di rumah, lihat bagaimana ia melakukan interaksi langsung dengan Si Kecil. Selain itu, kamu bisa menanyakan apa tindakannya jika Si Kecil tidak mematuhi perintahnya atau melakukan hal yang dilarang. Kemudian untuk anak-anak yang lebih besar, bagaimana cara baby sitter menghibur atau mengajak anak bermain untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Tetap Mengamati Baby sitter

Ketika pertama kali baby sitter bekerja, sebaiknya kamu berada di rumah selama beberapa hari untuk mengawasi dan memberi tahu rincian tugas yang harus dikerjakan. Amati pekerjaannya, bagaimana dia interaksi dan mengasuh Si Kecil. Jelaskan sejak awal apa saja pekerjaan dan tanggung jawabnya. Jangan memberikan pekerjaan lain yang bukan tugasnya.

Berikan semua informasi yang dibutuhkan padanya, seperti nomor telepon penting yang bisa dihubungi saat keadaan darurat dan di mana dia bisa mencari bantuan jika memerlukan pertolongan. Jelaskan jadwal harian Si Kecil, agar bisa menjalankan jadwal yang sama meski kamu tidak ada di rumah. Beri tahu baby sitter juga apa yang perlu dihindari Si Kecil.

Mencari baby sitter yang cocok itu tidaklah mudah. Jika kamu sudah mendapatkannya, jagalah hubungan baik dengannya agar dia nyaman serta betah bekerja merawat dan menjaga Si Kecil. Kuncinya adalah buat dia merasa dibutuhkan, dihargai, dan diterima di rumahmu. Ingat bahwa ini adalah hubungan kerjasama dua arah. Jika kamu menghormatinya, dia juga akan memperlakukanmu demikian, termasuk pula dengan perlakuannya terhadap Si Kecil.

Referensi