Periodontitis

Pengertian Periodontitis

Periodontitis merupakan infeksi gusi berat yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Kondisi ini tidak boleh dianggap enteng dan harus segera diobati. Selain bisa menyebabkan gigi tanggal, bakteri yang ada di dalam jaringan gusi juga bisa masuk ke aliran darah dan menyerang organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru dan jantung.

Jika hal ini terjadi, maka komplikasi-komplikasi yang lebih serius bisa dialami oleh penderita periodontitis, seperti rheumatoid arthritis, gangguan pernapasan, stroke, bahkan penyakit jantung koroner.

periodontitis-alodokter

Selain itu, apabila periodontitis diderita oleh ibu hamil, maka bayi yang ada di dalam kandungan berisiko lahir prematur atau memiliki berat badan yang lebih rendah dari rata-rata. Jika periodontitis diderita oleh seorang pengidap diabetes, maka kondisinya tersebut berisiko untuk memburuk.

Gejala Periodontitis

Ada beberapa jenis periodontitis, namun yang paling umum adalah periodontitis akut yang mana sebagian penderitanya adalah orang dewasa. Seseorang yang terkena periodontitis akan merasakan gejala-gejala, seperti:
  • Gusi bengkak dan berwarna merah atau keunguan.
  • Jika disentuh, gusi terasa lunak.
  • Mulut terasa tidak enak dan napas menjadi bau.
  • Penyusutan gusi sehingga ukuran gigi terlihat lebih tinggi dari biasanya.
  • Keluarnya nanah pada bagian yang membatasi gigi dan gusi.
  • Jarak antara satu gigi dan gigi lainnya terasa renggang.
  • Gigi tanggal.

Penyebab Periodontitis

Periodontitis disebabkan oleh radang gusi yang awalnya dibiarkan tidak terobati. Peradangan ini dipicu oleh penumpukan plak yang jarang kita bersihkan sehingga lambat laun membentuk karang gigi sebagai media berkembang biaknya bakteri.

Bakteri yang awalnya hanya mengiritasi bagian gusi di sekitar gigi (gingiva), lambat laun menyebabkan terbentuknya kantong-kantong gusi dan menginfeksi lebih dalam lagi hingga mencapai dasar jaringan gusi. Infeksi parah inilah yang kemudian merusak jaringan dan tulang di dalam gusi.

Diagnosis Periodontitis

Segera temui dokter gigi apabila gusi Anda mengalami radang yang ditandai dengan bengkak berwarna kemerahan disertai rasa nyeri dan pendarahan. Makin cepat periodontitis ditangani, makin besar peluang Anda terhindar dari komplikasi yang lebih parah.

Selain dari pembengkakan dan pendarahan gusi yang terjadi, periodontitis juga dapat didiagnosis dengan mudah oleh dokter dengan mengecek adanya penumpukan plak di dasar gigi, penyusutan gusi, serta kedalaman kantong-kantong gusi yang terbentuk.

Untuk mengetahui tingkat kerusakan tulang akibat periodontitis, dokter biasanya akan menggunakan pemeriksaan X-ray.

Pengobatan Periodontitis

Jika periodontitis belum parah, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik oral atau topikal untuk menghilangkan bakteri penyebab infeksi. Selain itu, scaling atau pembersihan kerak dengan perangkat ultrasonik juga diperlukan guna menghilangkan karang gigi dan bakteri dari permukaan gigi atau bagian bawah gusi.

Jika bakteri dan plak bertumpuk di akar gigi, maka metode root planing diperlukan untuk membersihkan dan mencegah penumpukan lebih lanjut, serta menghaluskan permukaan akar.

Untuk kasus periodontitis parah, biasanya dokter akan menerapkan prosedur operasi berdasarkan tingkat keparahan tersebut, mulai dari operasi untuk mengurangi kantong-kantong gusi, operasi untuk mencangkok jaringan lunak yang rusak akibat periodontitis, dan operasi cangkok tulang untuk memperbaiki tulang-tulang di sekitar akar gigi yang telah hancur.

Pencegahan Periodontitis

Periodontitis bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan gigi agar terbebas dari bakteri yang menyebabkannya. Gosoklah gigi tiap selesai makan atau paling tidak dua kali sehari, yaitu di waktu pagi hari dan malam hari menjelang tidur. Jangan lupa untuk membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi.

Selain rajin menyikat gigi, rutinlah menemui dokter gigi tiap enam bulan sekali untuk mengetahui perkembangan kesehatan gigi Anda.