Persiapan Kolonoskopi dan Prosedur Pemeriksaan yang Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Kolonoskopi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui terjadinya gangguan atau kelainan pada usus besar (kolon) dan rektum yang sering menimbulkan gejala berupa sakit perut, darah pada tinja, diare kronis, gangguan buang air besar atau gambaran abnormal di usus pada pemeriksaan foto Rontgen dan CT scan.

Kolonoskopi atau juga dikenal sebagai tindakan teropong usus, kerap dilakukan untuk melihat adanya indikasi dari penyebab kanker usus besar. Orang yang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan kolonoskopi setiap 10 tahun setelah memasuki usia tersebut guna mendeteksi kemungkinan kanker usus besar.

colonoscopy

Persiapan Sebelum Kolonoskopi

Sebelum memulai kolonoskopi, Anda harus menceritakan kepada dokter terlebih dahulu jika memiliki kondisi medis tertentu, seperti kehamilan, gangguan paru-paru atau jantung, riwayat alergi obat, serta riwayat penyakit diabetes. Hal ini bertujuan agar dokter dapat memberikan obat tertentu sebagai penyesuaian yang diperlukan sebelum kolonoskopi.

Setelah melakukan konsultasi dengan dokter, maka terdapat beberapa langkah selanjutnya sebagai persiapan sebelum kolonoskopi, di antaranya:

  • Membersihkan usus
    Dokter akan meminta Anda untuk mengosongkan usus besar Anda. Membersihkan usus besar bertujuan untuk memperjelas lapangan pandang pemeriksaan sehingga mempermudah proses kolonoskopi.
  • Membatasi atau menghindari makanan tertentu
    Untuk membantu membersihkan usus, beberapa jenis makanan padat kemungkinan akan diminta untuk dibatasi atau bahkan tidak dikonsumsi sebelum kolonoskopi. Demikian pula, minuman jenis tertentu.
  • Minum obat pencahar
    Dokter mungkin juga menyarankan minum obat pencahar, baik dalam bentuk pil atau bentuk cair. Agar usus besar benar-benar bersih dari kotoran sebelum dilakukan kolonoskopi.
  • Menggunakan enema
    Pada sebagian, persiapan konoloskopi dilakukan dengan pembilasan untuk membersihkan usus besar menggunakan alat enema. Hal ini dapat dilakukan pada malam hari sebelum kolonoskopi atau atau beberapa jam sebelumnya. Tindakan ini sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan medis.

Prosedur saat Memulai Kolonoskopi

Kolonoskopi harus dilakukan oleh dokter terlatih. Pemeriksaan ini umumnya berlangsung sekitar 30 menit hingga 1 jam. Adapun langkah awalnya, dokter akan memberi obat penenang yang membuat Anda merasa rileks, bahkan mengantuk. Umumnya posisi yang disarankan yaitu berbaring miring, meski ada kemungkinan dokter akan meminta Anda berubah posisi selama pemeriksaan.

Setelah sudah siap, dokter akan mulai memasukkan kolonoskop melalui anus hingga mencapai pangkal usus besar. Kolonoskop merupakan sebuah alat menyerupai tabung selang kecil yang panjang. Kolonoskop juga fleksibel, yang memudahkan pergerakan sehingga memungkinan untuk memeriksa seluruh bagian organ usus besar.

Kemudian, alat ini dapat mengambil gambar lapisan usus besar, agar dokter dapat melihat layar untuk memeriksa dan menilai kelainan yang terjadi pada usus besar.

Selama prosedur kolonoskopi berlangsung, Anda mungkin merasa kram ringan. Namun, Anda bisa mengurangi kram dengan mengambil beberapa tarikan napas yang dalam. Saat dokter selesai, kolonoskop perlahan ditarik sambil mencermati lapisan usus Anda dengan seksama.

Jika dokter melihat sesuatu yang abnormal atau mencurigakan pada usus besar, maka dokter dapat mengambil contoh jaringan untuk diidentifikasi (biopsi jaringan). Bahkan pada sebagian kasus, seperti polip usus, kolonoskop dapat berfungsi sebagai alat diagnosis sekaligus mampu mengangkat jaringan tersebut tanpa memerlukan operasi besar. Merupakan hal yang wajar, jika terjadi sedikit pendarahan dari anus setelah dilakukan biopsi atau pengangkatan jaringan. Kondisi ini umumnya akan membaik dalam beberapa hari.

Komplikasi kolonoskopi sangat jarang terjadi, namun jika mengalami nyeri perut atau pendarahan secara berlebihan, maka segera konsultasikan ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut.

Referensi