Persiapkan Si Kecil Sebelum Menjalani Rawat Inap

Rawat inap adalah metode perawatan yang mengharuskan pasien untuk tinggal selama beberapa waktu di rumah sakit. Berbeda dengan orang dewasa, pasien anak membutuhkan persiapan mental dalam menghadapi situasi seperti ini.

Pasien yang menjalani rawat inap selayaknya didahului oleh adanya rujukan dari dokter, UGD, ataupun diakibatkan oleh kondisi pascaoperasi. Perkembangan teknologi kesehatan saat ini memungkinkan untuk menentukan pasien yang layak untuk menjalani perawatan semacam ini, yaitu pasien yang mengalami sakit parah atau mengalami trauma fisik parah.

rawat inap-alodokter

Akan tetapi, bermalam di rumah sakit tidak selalu berarti seseorang serta merta menjadi pasien rawat inap. Contohnya seseorang yang sedang menjalani observasi. Selanjutnya, dokter akan menentukan status pasien: rawat jalan atau rawat inap, setelah melakukan observasi  dan menganggap keadaan pasien cukup baik untuk pulang ke rumah.

Bagi anak-anak, kemungkinan menjalani rawat inap bisa jadi adalah hal yang menakutkan. Namun kadang kala kondisi ini tidak terhindarkan, terutama jika anak mengalami penyakit yang cukup parah, seperti demam berdarah ataupun tifus. Sebagai orang tua, Anda tidak perlu khawatir. Dengan pemberian informasi dan persuasi yang tepat, anak akan dapat melalui proses ini tanpa takut.

Simak panduan berikut agar Ayah dan Ibu dapat mempersiapkan Si Kecil menjalani pengobatan rawat inap senyaman mungkin.

Pilih waktu yang tepat

Keputusan rawat inap kadang memang tidak diduga sebelumnya, terutama dalam kondisi gawat darurat. Namun jika memungkinkan dan dapat direncanakan sebelumnya, pilih waktu yang tepat bagi anak untuk ke rumah sakit. Hindari membangunkannya saat dia sedang tidur atau baru saja terbangun dari tidur saat mood-nya sedang tidak stabil untuk membawanya berobat. Datanglah 15-30 menit sebelum janji temu dengan dokter.

Persiapkan semua kebutuhannya

Penting untuk menyediakan semua hal yang diperlukan anak selama menjalani rawat inap di rumah sakit. Berikut beberapa panduan agar Anda tidak melewatkan kebutuhan penting.

  • Kartu asuransi.
  • Daftar obat yang sedang dan pernah dikonsumsi anak, terutama jika ada riwayat alergi terhadap obat tertentu.
  • Buku rekam medis anak yang mencakup catatan daftar imunisasi.
  • Dokumen-dokumen tertulis dan foto hasil laboratorium.
  • Pakaian ganti yang nyaman serta mudah dikenakan dan dilepas.
  • Jaket atau baju hangat.
  • Alas kaki.
  • Alat mandi.
  • Kebutuhan Anda sendiri selama menjaga Si Kecil, seperti pakaian, makanan, dan buku bacaan.
  • Mainan anak.
  • Gadget atau permainan elektronik yang dapat menjadi teman anak selama di rumah sakit. Namun sebelumnya, disarankan untuk meminta izin pihak rumah sakit mengenai penggunaan alat-alat ini.
  • Bawa bantal tambahan, selimut favorit, ataupun boneka yang dapat membuatnya istirahat lebih nyaman.
Tempatkan semuanya dalam satu tas yang mudah dibawa.

Jelaskan situasi kamar tempat dia akan menginap

Penting untuk mendeskripsikan kamar rawat inap yang akan ditempati anak, terutama jika dia perlu berbagi ruangan dengan anak lain. Kamar yang dapat ditempati seorang diri biasanya lebih mahal dibandingkan dengan yang berbagi. Informasikan mengenai ada atau tidak adanya TV, dan apakah dia perlu berbagi kamar mandi dengan pasien lain. Sebagian besar rumah sakit menyediakan tempat bagi pendamping pasien untuk menginap, tetapi sebagian rumah sakit tidak. Cek dan pilih fasilitas rumah sakit yang sesuai kebutuhan dan kemampuan Anda.

Perkenalkan siapa saja yang akan terlibat dalam perawatannya

Perawat atau suster sering kali menjadi orang yang pertama dan paling sering ditemui anak sebelum dan sepanjang rawat inap. Suster juga yang akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, mengukur suhu, tekanan darah, detak jantung, dan memberikan obat. Informasikan kepada anak bahwa dia sendiri dapat memanggil perawat melalui tombol yang biasanya terdapat di sisi tempat tidur. Beri tahu bahwa dokter dan para perawatlah yang akan membantu mereka segera pulih dari sakit.

Cek kesehatan

Informasikan bahwa anak tidak perlu takut jika diminta untuk menempatkan air kencingnya dalam wadah khusus atau jika sampel darahnya diambil. Beri tahu bahwa ini adalah bagian dari pemeriksaan untuk mendeteksi penyakitnya. Bisa jadi juga diterapkan pemeriksaan lain sesuai gejala, seperti X-ray, CAT Scan, ultrasound, ataupun MRI.

Aktivitas favorit

Ajak dia melakukan aktivitas favorit yang dapat dilakukan di dalam ruang perawatan, seperti mendengarkan musik, menggambar, mewarnai, bermain kartu, menonton TV, untuk meredakan stres yang mungkin dia rasakan selama rawat inap.

Makanan favorit

Konsultasikan ke dokter terlebih dahulu jika Anda ingin membawakannya makanan favorit. Beberapa kondisi kesehatan perlu menghindari konsumsi makanan tertentu hingga pasien benar-benar pulih.

Ajak teman-teman berkunjung

Rawat inap tidak jarang membuat anak tidak dapat masuk sekolah dan merasa kesepian. Jika kondisinya memungkinkan, ajak temannya untuk berkunjung sehingga dia merasa tidak sendiri dan terhibur.

Di sisi lain, perlu diingat bahwa hal terpenting adalah anak perlu istirahat yang cukup untuk membantu proses  pemulihan. Batasi jumlah kunjungan per hari agar anak memiliki waktu yang cukup untuk mendapatkan istirahat yang berkualitas.