Pertimbangkan Berbagai Risiko Tato Sebelum Membuatnya

Keindahan dan rasa senang seringkali membuat orang tidak memikirkan risiko tato yang mungkin timbul di kemudian hari. Saat membuat tato, tinta yang bersifat permanen dimasukkan ke lapisan kulit dengan menggunakan jarum. Padahal segala sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh, bukan tidak mungkin dapat memberikan risiko untuk kesehatan.

Risiko tato bukan hanya pada jenis tato yang dibuat sebagai hiasan pada tubuh, namun juga pada tato kosmetik seperti tato alis atau tato bibir.

risiko tato - alodokter

Membawa Risiko Infeksi

Risiko tato yang paling awal harus diketahui adalah rasa sakit atau nyeri akibat tusukan jarum. Apalagi umumnya pembuatan tato dilakukan tanpa bantuan anestesi atau obat bius.

Yang kemudian harus diperhatikan yaitu infeksi pada tato, terutama karena proses membuat tato dapat dilakukan secara bebas dan tidak semuanya memiliki prosedur tindakan yang memenuhi standar kesehatan. Jarum suntik yang digunakan mungkin saja tidak steril. Selain itu, jika tidak disimpan dengan baik, tinta yang dimasukkan ke kulit pun mungkin terkontaminasi bakteri dan terjebak di dalam kulit.

Infeksi ditandai dengan timbul ruam berwarna merah di sekitar tato, disertai demam. Pada infeksi yang lebih parah, dapat terjadi demam tinggi, menggigil, berkeringat hingga merasa kedinginan. Dibutuhkan obat antibiotik atau perawatan lain yang lebih intensif di rumah sakit.

Berbagai Penyakit yang Dapat Disebabkan Tato

Selain infeksi lokal pada area tato, beberapa penyakit lain dapat terjadi dan menyebar melalui tindakan tato, misalnya akibat penggunaan jarum yang bergantian dari satu orang ke orang lain. Di antaranya adalah :

  • Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV

Pada saat jarum disuntikkan untuk memasukkan tinta, kulit akan terluka, bahkan kadang-kadang terjadi perdarahan. Darah yang mengandung penyebab penyakit dapat disebarkan pada orang lain, bila menggunakan jarum bekas. Di sinilah kemungkinan Anda memiliki risiko terkena hepatitis B, hepatitis C dan HIV.

  • Tetanus

Peralatan untuk membuat tato (seperti jarum) yang tidak steril juga memungkinkan Anda terkena tetanus. Jarum yang tidak steril dan tidak disimpan dengan baik, sangat mungkin mengandung bakteri. Salah satunya adalah Clostridium tetani, penyebab tetanus. Ketika jarum tersebut digunakan untuk membuat tato, bakteri ikut masuk ke kulit dan akhirnya menyebabkan infeksi.

  • Alergi

Meski tidak semua orang mengalami reaksi ini, namun alergi tetap berisiko untuk terjadi pada kulit yang ditato. Alergi ini disebabkan oleh zat warna pada tinta yang digunakan untuk membuat tato. Reaksi alergi biasanya muncul dalam bentuk gatal-gatal atau ruam pada kulit yang ditato. Warna yang sering menyebabkan alergi ini terutama adalah tinta dari warna kuning, merah, hijau, dan biru.

  • Jaringan parut

Pada sebagian orang, tato dapat menimbulkan jaringan parut berupa guratan yang menonjol (keloid) atau berupa benjolan (granuloma) yang terbentuk di kulit tempat tato berada. Guratan yang menonjol atau benjolan tersebut bisa mengganggu karena terasa seperti benda asing. Dalam hal estetika, tumbuhnya jaringan parut ini juga dipandang mengurangi kecantikan atau keindahan.

  • Kesulitan MRI

Jika Anda memerlukan pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI), tato permanen bisa menyebabkan bengkak di daerah yang bertato selama proses itu berlangsung. Meski jarang terjadi, hal tersebut bisa menimbulkan risiko yang berdampak besar. Selain itu, kualitas hasil pemeriksaan MRI juga dapat menjadi tidak maksimal karena terganggu oleh zat warna pada kulit yang ditato.

Apabila Anda mengalami risiko infeksi atau penyakit lain setelah pembuatan tato, segera konsultasi ke dokter. Sebaiknya cari tahu kandungan yang ada pada tinta yang digunakan pada tato. Tujuannya agar dokter dapat memberikan pengobatan tepat yang berhubungan dengan zat tersebut.

Ada berbagai risiko tato, mulai dari infeksi hingga penyakit yang lebih berbahaya. Sebaiknya pertimbangkan kembali risiko-risiko tersebut sebelum membuat tato. Bila Anda tetap ingin untuk memiliki tato, maka pastikan tempat penyedia jasa tato dan tattoo artist Anda telah memiliki sertifikasi dan bekerja sesuai prosedur yang aman. Jangan ragu untuk menanyakan dan memastikan bahwa alat dan bahan yang akan digunakan dalam keadaan yang steril. Jika perlu, konsultasi dengan dokter atau ahli medis terlebih dahulu untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai risiko tato.