Pertumbuhan Anak: Ini Mitos dan Faktanya

Tidak boleh ini-itu, harus begini-begitu. Berikut beberapa mitos seputar pertumbuhan anak dan fakta sebenarnya.

Orang tua tentu tidak ingin terlewat untuk menyaksikan pertumbuhan anak dan perkembangan Si Kecil dari lahir hingga bisa duduk, merangkak, berdiri, berjalan, dan berbicara. Apalagi jika baru pertama kali mempunyai anak. Nah, para orang tua baru ini terkadang sering dibisikkan banyak hal tentang pertumbuhan anak atau cara mengasuh anak yang dianggap baik oleh keluarga atau teman yang sudah memiliki anak terlebih dahulu.

Pertumbuhan Anak Ini Mitos dan Faktanya - alodokter

Mitos dan Fakta Seputar Pertumbuhan Anak

Sebelum memercayai berbagai omongan tersebut, ada baiknya mencari tahu dulu kebenarannya. Berikut beberapa omongan alias mitos seputar pertumbuhan anak dan faktanya.

Mitos: Si Kecil diam berarti dia baik-baik saja.

Fakta: Menangis merupakan salah satu cara bayi untuk berkomunikasi, menyatakan ketidaknyamanan, atau menginginkan sesuatu. Namun, dibutuhkan banyak energi untuk mengeluarkan suara tangisan yang kencang, dan bayi yang sakit justru cenderung pasif dan tidak banyak bergerak.

Mitos: Alat bantu berjalan (baby walkers) membantu Si Kecil belajar jalan.

Fakta: Menurut American Academy of Pediatrics, baby walkers sebenarnya berbahaya. Si Kecil bisa celaka karena dia tidak bisa melihat kakinya sendiri ketika menggunakan baby walkers. Selain itu, otot-otot Si Kecil dirasa belum siap untuk melakukan aktivitas atau bergerak dengan baby walkers. Penggunaan alat ini juga berisiko membuat Si Kecil terjatuh dari tempat tertentu seperti tangga, terlebih jika tidak diawasi oleh orang tua.

Mitos: Jangan khawatir jika Si Kecil terlambat bicara, nanti juga bisa.

Fakta: Segera minta bantuan kepada dokter atau ahli tumbuh kembang anak jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda terlambat bicara. Penanganan dini dapat membantu menentukan apakah Si Kecil memiliki masalah tumbuh kembang dan bagaimana menanganinya.

Mitos: Kafein dapat memperlambat pertumbuhan anak.

Fakta: Memberikan kafein pada anak kecil memang punya beberapa efek samping, tapi tidak termasuk menghambat pertumbuhan anak. Jika terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein, Si Kecil kemungkinan jadi mudah marah, sakit perut, jantungnya berdegup kencang, tekanan darahnya naik, susah tidur, sakit kepala, dan gelisah.

Mitos: Nonton TV terlalu dekat tidak baik untuk mata.

Fakta: Sejauh ini, belum ada bukti yang mengungkapkan jika menonton televisi terlalu dekat bisa membuat mata jadi rusak atau buta. American Academy of Ophthalmology (AAO) mengatakan jika mata anak-anak bisa benar-benar fokus tanpa merasa kelelahan, beda dengan orang dewasa. Namun, kebiasaan menonton televisi terlalu dekat bisa menjadi pertanda jika Si Kecil menderita rabun jauh.

Mitos: Susu formula sama bagusnya seperti ASI.

Fakta: Air Susu Ibu (ASI) jauh lebih unggul, tidak bisa ditiru, dan tidak tergantikan. ASI mengandung nutrisi pertumbuhan yang dibutuhkan manusia, sedangkan susu formula yang berasal dari sapi mengandung nutrisi yang berbeda. Selain itu, nutrisi dan antibodi dalam ASI sangat unik, serta menyesuaikan dengan perkembangan fisik dan mental Si Kecil. Komposisi ASI bisa berubah-ubah sepanjang masa menyusui dan saat Si Kecil tumbuh, untuk memenuhi kebutuhan buah hati yang juga berubah-ubah. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan pemberian ASI sebagai pilihan terbaik.

Mitos: Sengaja menjulingkan mata bisa membuat mata juling selamanya.

Fakta: Mata tidak akan juling jika Si Kecil menjuling-julingkan matanya. Namun, jika Si Kecil terus-menerus menjulingkan matanya atau posisi mata terlihat juling meskipun Si Kecil tidak dengan sengaja melakukannya, disarankan untuk menemui dokter mata agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Bunda dan Ayah, jangan sampai malas mencari tahu tentang fakta-fakta pertumbuhan anak. Membiasakan memberi makanan sehat sangat dianjurkan untuk membantu tumbuh kembang Si Kecil, karena kekurangan nutrisi bisa memengaruhi perkembangan intelektual anak. Jika terdapat gangguan pada tumbuh kembangnya, orangtua dapat membawa Si Kecil untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau ahli tumbuh kembang anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.