Petunjuk Mengonsumsi Obat Asma yang Tepat

Obat asma tersedia dalam berbagai jenis, ada yang dihirup menggunakan inhaler, namun ada juga yang berbentuk tablet, cair, bahkan suntikan. Obat asma untuk tiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia, gejala dan pemicu asma.

Asma merupakan gangguan peradangan pada saluran pernapasan yang ditandai dengan serangan sesak napas, dapat disertai dengan batuk atau napas berbunyi (mengi). Penyakit ini dapat terjadi pada semua umur, baik anak-anak maupun dewasa. Walaupun kini terdapat beragam macam obat asma, sebaiknya konsultasi dengan dokter mengenai obat yang disarankan, agar dapat menggunakannya dengan tepat.

Asthma medication

Beragam Obat Asma dan Cara Memakainya

Secara umum, obat asma tidak dapat menyembuhkan penyakit, melainkan hanya mengendalikan gejala yang Anda alami sehingga asma Anda dapat terkendali.

Jika Anda mengalami serangan asma, Anda mungkin perlu menggunakan beberapa obat asma reaksi cepat. Obat asma jenis ini, mampu bekerja dengan cepat untuk mencegah, mengurangi atau mengatasi serangan asma, namun waktu kerjanya terbilang singkat. Pada kondisi tertentu, dokter juga mungkin akan menyarankan penggunaan obat ini sebelum olahraga.

Beberapa jenis obat asma reaksi cepat, di antaranya:

  • Beta agonis short-acting (albuterol dan levalbuterol)
    Obat jenis ini dapat digunakan dengan inhaler atau nebulizer portabel yang dihirup melalui masker wajah atau corong.
  • Ipratropium
    Obat ini bekerja cepat melegakan saluran pernapasan.
  • Kortikosteroid
    Kortikosteroid dapat dikonsumsi secara oral (diminum) atau intravena (disuntik atau melalui infus). Berguna untuk meredakan peradangan saluran pernapasan akibat serangan asma. Untuk menghindari efek samping, umumnya hanya digunakan untuk menangani gejala berat pada asma secara singkat.

Namun jika Anda membutuhkan pengobatan asma reaksi cepat lebih dari 2 kali setiap minggu, maka mungkin ada hal lain yang mendasari timbulnya keluhan yang perlu dicari tahu lebih lanjut, atau Anda membutuhkan pengobatan yang lebih sesuai untuk mengendalikan serangan asma yang Anda alami.

Selain obat asma reaksi cepat, ada juga obat pengontrol asma jangka panjang yang mungkin akan diberikan dokter. Obat asma jangka panjang diminum setiap hari agar asma Anda terkendali. Berikut beberapa jenis obat pengontrol asma jangka panjang:

  • Kortikosteroid inhalasi
    Obat antiinflamasi ini meliputi budesonide, mometasone, dan fluticasone furoate. Obat-obatan ini memiliki risiko efek samping yang relatif rendah dan umumnya aman untuk penggunaan jangka panjang.
  • Teofilin
    Teofilin membantu menjaga saluran udara tetap terbuka dengan merelaksasi otot-otot di sekitar saluran udara.
  • Long-acting beta agonist
    Obat inhalasi ini meliputi salmeterol dan formoterol yang berguna untuk membuka jalan napas yang menyempit karena serangan asma. Sering dikombinasikan dengan kortikosteroid inhalasi untuk mencegah peningkatan risiko serangan asma berat.
  • Inhaler kombinasi
    Obat-obat ini seperti fluticasone-salmeterol, budesonide-formoterol, dan formoterol-mometasone yang mengandung obat long-acting beta agonist dan kortikosteroid.
  • Pengubah leukotriene (leukotriene modifiers)
    Obat oral ini termasuk montelukast, zafirlukast, dan zileuton yang membantu mengatasi gejala asma hingga 24 jam. Mengonsumsi obat ini harus atas anjuran dokter, dan dengan perhatian khusus. Karena meskipun jarang, dalam beberapa kasus obat ini mungkin berkaitan dengan timbulnya reaksi psikologis, seperti gaduh-gelisah, halusinasi, depresi dan pemikiran bunuh diri.

Mengonsumsi obat asma jangka panjang, dapat mengurangi kebutuhan Anda menggunakan obat asma reaksi cepat. Gunakan obat asma jangka panjang sesuai dengan anjuran dokter, setelah melalui konsultasi dan pemeriksaan.

Bagaimana dengan Obat Asma Alami?

Diketahui ada obat herbal dan suplemen makanan alami yang dapat meringankan gejala asma, seperti bawang putih, jahe, kunyit, madu dan omega 3. Bahan-bahan tersebut memang memiliki nutrisi tinggi yang dikaitkan dengan penyembuhan penyakit asma, namun belum cukup data untuk dapat dijadikan obat asma.

Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa yoga dapat meningkatkan kualitas hidup, dan terapi relaksasi otot dapat memperbaiki fungsi paru-paru. Terapi yoga dan relaksasi dapat membantu Anda mengelola asma dengan berlatih teknik pernapasan dalam dan mengurangi stres.

Mendukung Obat Asma dengan Pola Hidup Sehat

Menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat penting bagi penderita asma. Perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayuran, serta makanan yang mengandung asam lemak omega-3. Pastikan untuk menghindari makanan yang dapat menyebabkan alergi karena dapat memicu serangan asma. Hindari pula makanan dengan bahan-bahan pengawet karena pada beberapa orang dapat memicu serangan asma, dan awasi pula asupan kalori, sebab obesitas juga dapat memperberat gejala asma.

Penderita asma disarankan untuk olahraga secara teratur. Beberapa jenis olahraga yang disarankan antara lain adalah berenang, bersepeda, aerobik, jalan kaki dan joging. Bawa obat asma untuk mengantisipasi serangan asma mendadak. Tak kalah penting, hindari merokok dan jagalah kebersihan lingkungan, terutama di sekitar tempat tinggal Anda.

Menggunakan obat asma, haruslah tepat guna. Untuk itu disarankan agar rutin kontrol ke dokter dan menjalani pengobatan sesuai dengan anjuran dokter. Dukung pengobatan asma dengan pola hidup yang sehat, agar asma dapat tetap terkendali dengan baik.

 

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi