Petunjuk Penting Saat Minum Obat Penunda Haid

Biasanya orang memerlukan obat penunda haid untuk alasan liburan, ibadah atau kondisi kesehatan tertentu. Menunda haid dipandang dapat memperlancar kegiatan yang akan dilaksanakan. Selain itu, Anda pun akan tetap nyaman selama melakukan kegiatan tersebut.

Anda dapat menunda haid dengan cara mengonsumsi obat tertentu, umumnya berupa pil KB. Jika Anda memerlukannya, mintalah pada dokter. Hindari mencari informasi dari sumber yang tidak jelas apalagi sembarang mengonsumsi obat penunda haid.

obat penunda haid - alodokter

Menekan Kesuburan

Dokter akan menilai kondisi kesehatan dan kebutuhan Anda, kemudian mempertimbangkan upaya yang dapat dilakukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan terapi hormon melalui penggunaan pil KB. Alih-alih untuk menunda kehamilan, dalam hal ini pil KB digunakan sebagai penunda haid. Dalam menunda haid, alat kontrasepsi ini bekerja seperti ketika Anda sengaja menunda kehamilan.

Kebanyakan paket pil KB tersusun dari pil aktif dan pil kosong. Pil yang aktif mengandung kombinasi hormon estrogen dan progesteron yang menekan kesuburan sekaligus menunda pendarahan. Sedangkan pil kosong (placebo) ditujukan untuk masa rehat dan menyambung kebiasaan minum obat agar tidak terlupa, dan memberi kesempatan pendarahan menstruasi terjadi karena terhentinya asupan hormon dari pil.

Jika dimanfaatkan untuk menekan kesuburan, maka pil KB dikonsumsi satu butir sehari, mulai dari setelah haid hingga seterusnya. Namun, ketika ingin memanfaatkan pil KB sebagai obat penunda haid, maka placebo tidak dikonsumsi setelah pil aktif sudah habis, melainkan diteruskan dengan pil aktif dari paket obat yang berikutnya.

Berikut beberapa jenis pil KB yang dapat dimanfaatkan sebagai obat penunda haid:

  • Pil KB Konvensional

Jenis ini terdapat 21 pil aktif dan 7 pil kosong. Cara menggunakannya adalah, Anda minum pil tersebut selama 21 hari. Hari ke-22 seharusnya Anda minum pil kosong, namun jika Anda ingin menunda haid, tidak perlu minum pil yang kosong tersebut, tetapi langsung ganti dengan pil aktif dari paket berikutnya, selama 21 hari.

Ada juga beberapa pil KB yang hanya terdiri dari 21 pil aktif, tanpa pil kosong. Dalam mencegah kehamilan, penggunaan pil dihentikan setiap kali selesai satu paket obat, yaitu dalam 21 hari, dan dilanjutkan kembali ke paket berikutnya pada saat terjadi menstruasi. Tetapi apabila digunakan sebagai penunda haid, konsumsi pil dilanjutkan ke paket berikutnya tanpa jeda.

  • Pil KB Dosis Berkelanjutan atau Extended-Cycle

Pada pil jenis ini, ditujukan untuk 91 hari penggunaan, yang berisi 84 pil aktif, dan 7 pil kosong. Pil ini umum ditujukan untuk menghindari haid, itulah mengapa sediaan pil aktifnya lebih banyak dari tipe konvensional. Sehingga haid cenderung terjadi kembali setiap 3 bulan, ketika memasuki masa rehat yakni saat Anda mengonsumsi pil kosong.

Gunakan obat-obatan tersebut sesuai dengan dosis anjuran dokter, agar efektif dalam menunda haid sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh Anda. Selain itu, perlu diwaspadai pula efek samping memanfaatkan pil KB sebagai obat penunda haid. Misalnya, kembung pada perut, mual, sakit kepala, rasa nyeri pada payudara, gangguan gairah seksual pada wanita, atau bahkan pendarahan.

Kapan Obat Penunda Haid Dibutuhkan?

Obat penunda haid bukan hanya bermanfaat bagi orang-orang yang akan melakukan ibadah atau liburan. Ada juga kondisi lain yang membutuhkan obat penunda haid, antara lain:

  • Bagi wanita yang haid berlebihan, terasa sakit, dan berlangsung lama.
  • Bagi penyandang disabilitas yang repot jika harus memakai atau mengganti pembalut.
  • Bagi orang yang sedang menjalani sesuatu seperti ujian agar lebih fokus, atau akan melakukan bulan madu.
  • Bagi orang yang sedang mengalami suatu penyakit dan haid menjadikannya lebih menderita. Misalnya, sakit asma, epilepsi, endometriosis, anemia, dan migrain.

Pada dasarnya, penggunaan obat penunda haid tidak terlalu disarankan, terutama tanpa ada alasan yang kuat. Hal tersebut dikarenakan penggunaan obat hormonal sebagai penunda haid dapat menimbulkan efek samping, seperti keluarnya bercak darah seperti haid atau sulitnya mendeteksi apabila Anda ternyata hamil. Jadi, sebelum menunda haid dengan meminum obat, cobalah konsultasikan dahulu ke dokter.