Pikir Dua Kali Sebelum Memilih Selaput Dara Buatan dan Hymenorrhaphy

Selaput dara buatan adalah selaput dara palsu yang diciptakan agar selaput dara tampak seperti kembali utuh. Uniknya, selaput dara buatan ini terbuat dari material yang apabila mengalami tekanan akan mengeluarkan cairan berwarna merah menyerupai darah.

Produksi selaput dara buatan ini banyak menuai kontroversi. Di beberapa negara, pengertian keperawanan masih didefinisikan dengan utuhnya selaput dara ketika pertama kali berhubungan intim. Padahal menurut ilmu medis, tidak semua wanita memiliki selaput dara dan tidak semua selaput dara mengeluarkan darah ketika berhubungan intim untuk pertama kalinya. Selain selaput dara buatan, ada teknik operasi yang bertujuan mengembalikan keutuhan selaput dara. Teknik operasi ini dikenal dengan sebutan hymenorrhaphy.

selaput dara buatan - alodokter

Hymenorrhaphy, Operasi Pengembalian Selaput Dara

Hymenorrhaphy atau biasa juga disebut dengan hymenoplasty adalah operasi pengembalian selaput dara agar bentuknya kembali utuh. Hymenorrhaphy atau dikenal juga dengan istilah hymenoplasty, termasuk ke dalam kategori operasi plastik kosmetik alat kelamin wanita (vagina), atau operasi ginekologi estetik. Di Amerika Serikat, Eropa Barat, dan Korea Selatan, hymenorrhaphy termasuk operasi ringan tanpa perlu rawat inap yang biasa dilakukan di klinik kecantikan. Di antara operasi kosmetik vagina lainnya, hymenorrhaphy termasuk bedah kosmetik vagina yang paling kontroversial.

Apakah Hymenorrhaphy Aman untuk Dilakukan?

Dilihat dari sisi medis sendiri, prosedur pemasangan selaput dara buatan maupun hymenorrhaphy sendiri tidak memiliki indikasi klinis. Hingga saat ini belum ada penelitian yang valid sebagai dasar penilaian terhadap keamanan dan tingkat komplikasi atas tindakan ini. Demikian juga dengan studi tentang kepuasan jangka panjang bagi wanita yang telah menjalani prosedur ini. Hal tersebut mungkin dikarenakan prosedur ini masih ilegal dan dikecam masyarakat di beberapa negara. Beberapa studi yang tersedia saat ini lebih membahas tentang tindakan hymenorrhaphy dilihat dari sisi etika dan norma-norma yang berlaku.

Tidaklah etis merekomendasikan sesuatu yang masih minim akan data dan informasi tentang keamanan dan efektivitasnya. Pasien yang sebelumya mungkin sudah risau terhadap masalah penampilan genital atau fungsi seksual dapat menjadi trauma setelah menjalani operasi yang berisiko tinggi. Oleh karenanya, pasien sebaiknya mendapatkan edukasi terlebih dahulu tentang kurangnya data yang mendukung keamanan hymenorrhaphy serta kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi. Komplikasi yang dimaksud dapat berupa jaringan parut (bekas luka), nyeri vagina saat berhubungan intim, infeksi, dan perlekatan jaringan akibat bekas operasi.

Hymenorrhaphy atau hymenoplasty memang dapat menjadi satu pilihan daripada menggunakan selaput dara buatan. Walau demikian, masih banyak hal dari segi medis, psikologis, etika, dan norma-norma yang berlaku yang menentang dilakukannya kedua prosedur ini.