Pikirkan Baik-baik Sebelum Menjalani Operasi Plastik

Saat ini operasi plastik kian digemari oleh masyarakat. Bagaimana tidak? Mereka yang memiliki hidung pesek bisa mengubahnya menjadi mancung. Bagi para kalangan yang sudah berumur, bisa terlihat jauh lebih muda hanya dalam hitungan minggu berkat operasi plastik. Intinya, dengan operasi plastik, Anda bisa mengubah tampilan wajah sesuai keinginan.

Tergiur ingin memperbaiki tampilan wajah dengan cara ini? Tunggu dulu, karena ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum mengubah wajah secara permanen melalui langkah ini.

pikirkan baik baik sebelum menjalani operasi plastik - alodokter

Apakah Kondisi Anda Siap Menjalani Operasi Plastik?

Pasti Anda pernah melihat sebagian orang terlihat jauh lebih menawan seusai melakukan operasi plastik. Namun ada pula yang wajahnya justru terlihat mengerikan pascaoperasi.

Ada saja kemungkinan kegagalan, terutama jika orang tersebut tidak cocok menjalani operasi plastik pada bagian-bagian tertentu di wajahnya. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui kondisi Anda sebelum menjalani operasi plastik.

  • Operasi hidung. Jika Anda berniat melakukan operasi hidung pastikan Anda tidak memiliki kulit yang tebal. Prosedur ini terutama cocok jika Anda memiliki hidung yang besar, bengkok, atau terdapat benjolan. Sebaiknya hindari melakukan operasi ini pada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan. Jika Anda penyuka olahraga, lebih baik hindari mengubah hidung Anda.
  • Operasi kelopak mata. Anda akan mendapatkan hasil maksimal jika memiliki kelopak mata yang terkulai, berkantong mata, atau bengkak. Sebaiknya hindari jika Anda memiliki lingkaran hitam di sekitar mata, garis-garis halus atau keriput.
  • Membesarkan bibir. Kandidat terbaik untuk operasi membesarkan bibir adalah kawula muda. Bagi Anda yang sudah berumur, bisa melakukannya jika kondisi bibir Anda telah menipis. Operasi jenis ini tidak cocok dilakukan jika Anda memiliki alergi, menderita diabetes, herpes, atau memiliki penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis.
  • Implan pipi. Silakan melakukan tindakan ini jika Anda memiliki tulang pipi yang datar atau pengenduran dini pada pipi. Namun lupakan tindakan ini jika Anda memiliki kulit yang terlalu kendur. Kondisi tersebut lebih baik ditangani dengan cara facelift atau prosedur penarikan wajah.
  • Implan dagu. Ketika dagu Anda tidak seimbang dengan hidung, Anda boleh melakukan operasi jenis ini. Namun hindari jika Anda memiliki masalah pada gigi.
  • Mengangkat dahi atau alis. Hindari melakukan tindakan ini jika Anda botak atau memiliki kulit yang mudah terluka. Kalangan yang tepat untuk melakukan operasi pada dahi atau alis adalah mereka yang memiliki alis mata yang tebal, keriput pada dahi, atau memiliki garis-garis kerutan.
  • Menarik wajah atau leher agar terlihat lebih muda. Operasi jenis ini kerap disebut facelift.¬†Biasanya dilakukan oleh mereka yang sudah berusia dan ingin terlihat awet muda. Kandidat terbaik untuk tindakan ini adalah mereka yang memiliki kulit wajah dan leher yang kendur serta keriput atau memiliki kelebihan lemak pada dagu. Anda tidak cocok melakukan tindakan ini jika kulit Anda tidak elastis atau mengalami obesitas.

Selain hal di atas, ada faktor lain yang harus Anda perhatikan, seperti kondisi kesehatan secara menyeluruh. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, seperti depresi, penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, atau gangguan pendarahan, sebaiknya hindari tindakan ini.

Gaya hidup ternyata juga bisa menghalangi Anda melakukan operasi plastik, terutama bagi perokok berat. Merokok bisa memengaruhi proses penyembuhan luka atau memperparah bekas luka. Kandungan dalam rokok, seperti nikotin, karbon monoksida, dan racun-racun lainnya bisa menurunkan aliran darah ke kulit. Hipertensi, pembekuan darah, atau pneumonia juga bisa menjadi risiko komplikasi pasca pembiusan akibat rokok.

Jika Anda seorang perokok dan bertekad ingin melakukan operasi plastik, Anda sebaiknya siap menghentikan kebiasaan buruk ini. Biasanya, ahli bedah akan menyuruh Anda berhenti merokok selama 2-4 minggu sebelum dan sesudah operasi. Selama proses ini, hindari terpapar asap rokok.

Hal ini berlaku pula jika Anda perokok pasif. Hindari terkena asap rokok selama periode tersebut.

Anda juga dituntut untuk memiliki berat badan yang stabil selama setidaknya enam bulan hingga satu tahun sebelum menjalani operasi plastik.

Yang Harus Anda Ketahui tentang Operasi Plastik

Operasi plastik memang menggiurkan, namun sebelum menikmati hasilnya, Anda harus bersakit-sakit terlebih dahulu. Berikut hal-hal yang harus Anda ketahui tentang operasi plastik.

  • Ketika memutuskan untuk mempercantik diri dengan jalan ini, Anda harus memiliki waktu luang untuk mengurung diri di rumah. Karena pastinya Anda akan merasa kurang nyaman jika harus beraktivitas dengan wajah bengkak atau memar akibat operasi. Biasanya proses penyembuhan memakan waktu sekitar 6-12 minggu, tapi tergantung kepada kondisi Anda dan tindakan yang Anda jalani.
  • Satu kali operasi terkadang belum cukup untuk mendapatkan bentuk wajah yang diimpikan. Dibutuhkan operasi lanjutan untuk mendapatkan hasil sempurna dan pastinya akan menguras banyak biaya. Perlu diingat bahwa operasi plastik yang tujuannya untuk kecantikan tidak ditanggung oleh asuransi.
  • Anda akan memiliki bekas luka sayatan, namun akan memudar dari waktu ke waktu.

Jika Anda memutuskan untuk operasi plastik, Anda harus siap pula menanggung segala risiko yang akan terjadi selama atau sesudah operasi. Risiko apa saja yang mungkin terjadi?

  • Gagal saat melakukan implantasi pipi atau dagu. Implan yang dimasukkan pada wajah mungkin bisa membuat infeksi atau ditolak oleh tubuh. Terkadang, pemasangan implan bisa salah posisi atau bahkan bocor sehingga membutuhkan operasi lanjutan.
  • Ketika melakukan operasi pada dahi atau alis, Anda harus menerima risiko kehilangan rambut di sekitar area operasi. Kemungkinan Anda akan merasa mati rasa di sekitar dahi dan kulit kepala.
  • Anda juga harus menerima risiko mengalami kebutaan, walau jarang terjadi, jika melakukan operasi kelopak mata.
  • Terbentuknya cairan di bawah kulit.
  • Pendarahan ringan yang mungkin memerlukan pembedahan lain atau transfusi darah.
  • Mati rasa dan kesemutan akibat kerusakan saraf. Hal tersebut mungkin bisa bersifat permanen.
  • Terjadi kerusakan kulit yang penyembuhannya harus melalui jalur operasi.
  • Bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes, penyakit paru-paru, kardiovaskular, atau obesitas, memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi. Komplikasi tersebut dapat berupa penyakit stroke, serangan jantung, pembekuan darah di kaki atau paru-paru, atau pneumonia.

Memutuskan untuk operasi plastik tidak bisa dianggap enteng. Pertama, Anda akan mengubah bentuk wajah Anda secara permanen. Kedua, terdapat potensi komplikasi di balik itu semua yang harus Anda terima.

Pikirkan masak-masak sebelum melakukan tindakan ini. Jangan memaksakan diri jika Anda ingin mengubah bagian tertentu pada wajah Anda padahal kondisi Anda tidak mendukung. Ingat bahwa hasil operasi pada tiap orang tidak sama. Sebaiknya konsultasikan segala hal dari a sampai z kepada dokter jika ingin melakukan operasi plastik.