Polip usus adalah benjolan kecil yang tumbuh di bagian dalam usus besar (kolon). Kebanyakan polip usus tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis polip usus dapat berkembang menjadi kanker usus besar.

Polip usus dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering muncul pada orang berusia 50 tahun ke atas. Perokok, penderita berat badan berlebih, dan orang yang keluarganya pernah menderita polip usus atau kanker usus besar juga lebih berisiko lebih tinggi terkena polip usus.

polip usus - alodokter

Penyebab Polip Usus

Polip usus disebabkan oleh perubahan atau mutasi genetik yang menyebabkan sel di dalam usus menjadi abnormal. Makin aktif pertumbuhan polip, makin besar pula risikonya menjadi ganas.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya polip usus, yaitu:

Beberapa kelainan genetik juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena polip usus. Kelainan genetik yang dimaksud adalah:

1. Familial adenomatous polyposis (FAP)

FAP adalah penyakit langka yang ditandai dengan tumbuhnya ratusan atau bahkan ribuan polip di usus besar. Penyakit ini biasanya mulai muncul di usia remaja dan dapat berkembang menjadi kanker usus besar apabila tidak segera ditangani.

2. Sindrom Gardner

Sindrom Gardner merupakan salah satu varian FAP, di mana polip tumbuh di sepanjang usus halus dan usus besar. Penderita penyakit ini juga dapat memiliki tumor jinak di bagian tubuh lain, seperti kulit, perut, atau tulang.

3. Serrated polyposis syndrome

Kelainan ini memicu munculnya banyak polip yang bergerigi. Polip tersebut muncul di usus besar di bagian perut kanan atas dan mudah berkembang menjadi kanker.

4. MYH-associated polyposis (MAP)

Kondisi ini serupa dengan FAP, tetapi disebabkan oleh perubahan pada gen MYH.

5. Sindrom Peutz-Jeghers

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak-bercak kecokelatan di sekujur tubuh, termasuk di bibir, gusi, dan kaki.

6. Sindrom Lynch

Sindrom ini disebabkan oleh faktor keturunan. Jumlah polip pada penderita kelainan ini relatif lebih sedikit, namun polip cepat berkembang menjadi ganas.

Gejala Polip Usus

Polip usus umumnya tidak menimbulkan gejala sehingga keberadaan benjolan kecil ini sering kali tidak disadari. Namun, pada kasus tertentu, penderita polip usus dapat merasakan beberapa kondisi berikut:

  • Perubahan frekuensi buang air besar
    Berubahnya frekuensi buang air besar selama lebih dari 1 minggu, misalnya karena konstipasi atau diare, dapat menandakan polip usus yang berukuran besar.
  • Perubahan warna feses
    Feses berubah warna karena bercampur dengan darah sehingga warnanya menjadi kehitaman atau bergaris merah.
  • Nyeri perut
    Polip yang berukuran besar dapat menyumbat sebagian usus sehingga penderitanya akan mengalami kram dan nyeri perut.
  • Anemia akibat kekurangan zat besi
    Perdarahan akibat polip usus dapat mengakibatkan zat besi di dalam tubuh banyak terpakai sehingga penderitanya dapat mengalami anemia.

Kapan harus ke dokter

Segera ke dokter jika mengalami nyeri perut dan perubahan pada frekuensi buang air besar selama lebih dari seminggu atau terdapat darah di tinja. Penanganan polip usus yang cepat dapat mencegah perkembangan polip usus menjadi kanker usus besar.

Diagnosis Polip Usus

Diagnosis polip penting dilakukan untuk mendeteksi polip yang dapat berubah menjadi kanker. Karena sering kali tidak menimbulkan gejala, skrining rutin untuk polip usus sangat dianjurkan agar bisa terdeteksi sejak.

Pemeriksaan skrining yang dilakukan untuk mendeteksi polip usus adalah:

Kolonoskopi

Pada kolonoskopi, dokter akan memasukkan selang berkamera melalui dubur untuk mengamati lapisan dalam usus besar pasien. Jika ada polip, dokter akan memotong dan mengangkatnya, untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

Uji feses

Ada dua jenis pemeriksaan feses yang bisa dilakukan untuk mendeteksi polip usus, yaitu FIT (fecal immunochemical test) dan FOBT (fecal occult blood test). Keduanya bertujuan untuk mendeteksi kandungan darah di dalam feses yang dalam keadaan normal seharusnya tidak ada.

Kedua pemeriksaan di atas juga bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker usus besar lebih awal.

Pengobatan Polip Usus

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan polip usus, dokter akan melakukan operasi pengangkatan polip. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengangkat polip, yaitu:

Pengangkatan polip (polipektomi) melalui kolonoskopi  

Dokter akan menyuntikkan cairan ke polip tersebut agar terpisah dari jaringan di sekitarnya sehingga dapat diangkat. Tindakan ini dilakukan dengan bantuan alat kolonoskop.

Pengangkatan polip (polipektomi) melalui laparoskopi  

Jika ukuran polip terlalu besar, pengangkatan polip dilakukan melalui teknik laparoskopi. Tindakan ini mirip dengan kolonoskopi, tetapi alat masuk melalui dinding perut, bukan dubur.

Pengangkatan seluruh usus besar

Prosedur bedah ini dilakukan bila pasien menderita familial adenomatous polyposis (FAP).

Pencegahan Polip Usus

Cara utama yang dapat dilakukan agar polip usus tidak berkembang menjadi kanker usus besar adalah dengan melakukan skrining rutin. Skrining ini dilakukan terutama ketika usia 45 tahun ke atas, tiap 5 tahun sekali.

Seperti disebutkan di atas, sebagian polip usus muncul akibat kelainan genetik. Meski sulit untuk dicegah, tetapi kondisi ini dapat dideteksi lebih awal dengan pemeriksaan skrining rutin.

Sedangkan untuk polip usus yang disebabkan oleh faktor lain, pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran
  • Mengurangi konsumsi makanan berlemak, daging merah, serta daging olahan
  • Tidak merokok
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol
  • Menjaga berat badan ideal
  • Berolahraga secara teratur, setidaknya 30 menit setiap hari
  • Meningkatkan konsumsi kalsium untuk mencegah kambuhnya polip usus.

Bagi penderita diabetes dan radang usus, dianjurkan untuk melakukan kontrol rutin ke dokter agar penyakitnya tetap terkontrol.