Posisi Bercinta yang Bisa Membantu Proses Kehamilan

Ada banyak posisi bercinta yang dapat dipraktikkan demi menggairahkan hubungan seksual suami istri. Percaya tidak percaya, beberapa posisi bercinta tertentu bisa menjadikan seorang wanita lebih berpeluang untuk hamil juga

Posisi bercinta adalah posisi yang digunakan pasangan untuk berhubungan seksual, baik dengan penetrasi vagina, anal, maupun seks oral. Jika bosan dengan posisi yang itu-itu saja, Anda dan pasangan dapat mencoba berbagai variasi posisi bercinta.

posisi bercinta-alodokter

Sebagai ilustrasi, berikut beberapa posisi yang paling umum dilakukan.

Missionary

Merupakan posisi bercinta yang paling sering digunakan. Pada posisi ini, pria berada di atas wanita yang berbaring di bawahnya dengan kaki terbuka. Terdapat berbagai variasi posisi bercinta missionary, antara lain:

  • Posisi kupu-kupu: kaki wanita menjuntai di tepi tempat tidur atau meja, dengan posisi mengangkang. Sedangkan pria berdiri atau berlutut sambil melakukan penetrasi ke vagina wanita di hadapannya.
  • Wanita berbaring telentang, sementara pria berdiri sembari mengangkat panggul si wanita untuk melakukan penetrasi.
  • Variasi lainnya adalah dengan si wanita meletakkan kaki kanan pada pundak kiri pria dan kaki kiri pada pundak kanan pria. Si wanita berbaring mengangkang dengan kaki ditarik hingga lutut mendekati kepala. Si pria melakukan penetrasi dari atas dengan memegang kaki si wanita.

Posisi ini dapat divariasikan dengan improvisasi yang berbeda-beda, sesuai kesukaan masing-masing.

Penetrasi dari belakang

Posisi bercinta yang disebut juga doggy style ini dapat digunakan untuk penetrasi vagina ataupun anal dan dapat divariasikan ke dalam berbagai gerakan seperti berikut.

  • Wanita membentuk posisi tubuh menyerupai meja, kemudian pria melakukan penetrasi dari belakang, baik melalui anus atau vagina.
  • Wanita dalam posisi menungging dengan panggul naik sehingga pria dapat melakukan penetrasi maksimum.
  • Wanita dapat berlutut tegak, sementara pria melakukan penetrasi sambil menarik lembut lengan wanita ke belakang.
  • Wanita berbaring tengkurap dengan kaki terbuka. Sementara pria berada di atasnya, melakukan penetrasi. Bantal diletakkan di bawah panggul untuk memaksimalkan penetrasi.

Posisi ini dapat berkembang sesuai variasi masing-masing pasangan.

Posisi bercinta wanita di atas atau cowgirl

Wanita duduk di atas pria sambil menerima penetrasi penis pasangannya.

Posisi-posisi bercinta di atas dapat dimodifikasi dengan gaya-gaya lain, misalnya sambil berdiri atau duduk. Variasikan juga mengenai tempatnya untuk menambahkan sensasi bercinta, seperti lakukan di dapur atau di kamar mandi.

Apakah Ada Posisi Bercinta untuk Memudahkan Kehamilan?

Sebelumnya Anda perlu ketahui bahwa kehamilan dapat terjadi pada posisi bercinta seperti apa pun, asalkan melibatkan penetrasi penis ke dalam vagina. Tetapi ada sebagian gaya bercinta tertentu yang berisiko membatasi pergerakan sperma menuju ovum. Posisi bercinta ini dikaitkan dengan perlawanan terhadap gaya gravitasi, antara lain posisi bercinta sambil berdiri, duduk, dan wanita di atas.

Meski tidak ada penelitian khusus tentang posisi bercinta yang paling tepat untuk hamil, tapi dipercaya bahwa posisi pria di atas atau missionary adalah posisi yang paling memudahkan terjadinya proses pembuahan, menurut seorang pakar kesehatan wanita.

Selain itu, pakar tersebut mengungkap bahwa tidak benar jika pasangan harus melakukan banyak rangkaian seks dalam sekali waktu untuk memperbesar kemungkinan pembuahan. Lebih baik untuk bercinta tiap 2  hari terutama di sekitar masa ovulasi untuk memberikan kesempatan pada pria agar bisa mengembalikan kadar normal jumlah sperma.

Sperma dapat hidup di luar tubuh pria dan bergerak ke rahim hingga 72 jam setelah penetrasi. Gerak sperma ini dipercaya juga dapat terbantu dengan menempatkan bantal di bawah panggul sambil membiarkan kaki mengangkang dan lurus ke atas. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena menurut seorang pakar reproduksi, mengangkat kaki tidaklah mengubah posisi panggul. Setidaknya, berbaringlah selama setidaknya 10-15 menit setelah bercinta dan tunda ke kamar mandi untuk memberi waktu pada sperma untuk sampai ke leher rahim.

Jangan menyemprot, apalagi membersihkan vagina dengan cairan pembersih sehabis bercinta. Sperma membutuhkan kadar asam-basa tertentu agar tetap hidup hingga mencapai sel telur. Sementara penggunaan pembersih justru akan mengubah kadar ini. Pembersih juga berisiko menghilangkan cairan vagina yang dibutuhkan sperma untuk berenang lebih cepat mencapai rahim.