Pregnancy Brain Bukan Sesuatu yang Perlu Dicemaskan Ibu Hamil

Ibu hamil kerap menjadi pikun mengenai sesuatu yang mungkin bila dalam keadaan tidak hamil bukanlah suatu masalah. Misalnya, ketika sedang berjalan ke sebuah ruangan tapi kemudian lupa mau melakukan apa di ruangan itu, lupa di mana meletakkan suatu benda, atau bahkan melupakan nama-nama benda tertentu. Kepikunan yang begitu lekat menemani hari-hari ibu hamil memang bukanlah hal yang menyenangkan. Kondisi inilah yang digambarkan dengan istilah pregnancy brain, yaitu kelemahan memori yang jamak menimpa kaum ibu hamil.

Sebenarnya istilah pregnancy brain atau menurunnya ketajaman daya pikir ibu belum terbukti secara klinis. Walau demikian, hal ini sangat sering terjadi pada ibu hamil atau yang baru saja melahirkan. Kondisi ini bahkan juga bisa terjadi pada wanita hamil yang cerdas dan berpendidikan tinggi sekalipun. Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kehamilan ternyata mempunyai sedikit hubungan dengan penurunan daya memori pada ibu.

Pregnancy Brain Bukan Sesuatu yang Perlu Dicemaskan Ibu Hamil - Alodokter

Penyebab terjadinya pregnancy brain mungkin dikarenakan beberapa alasan berikut.

  • Kurang tidur dan multitasking. Sudah menjadi bagian dari kewajaran bahwa ibu hamil mengalami masalah tidur. Seiring perut yang kian membesar, tidur bisa menjadi lebih sulit karena peningkatan metabolisme tubuh, sering kencing, gerakan janin, serta kram kaki di malam hari. Selain itu, banyak hal yang harus dilakukan dan diingat oleh ibu hamil, mulai dari pemeriksaan kehamilan, rencana persalinan, pekerjaan kantor, pekerjaan rumah tangga, dan lainnya.

Studi menunjukkan bahwa otak tidak mampu memproses dua tugas mental sekaligus. Seorang pakar produktivitas mengatakan bahwa ketika seseorang bolak-balik mengalihkan perhatian di antara dua hal, dibutuhkan kerja otak empat kali lebih lama untuk memproses apa yang digarapnya. Seorang pakar neuropsikologi menjelaskan bahwa ketika seseorang mengalami kurang tidur kemudian kerap mengerjakan banyak hal sekaligus, maka dia berisiko mengalami gangguan memori.

Tidak hanya di masa-masa mengandung, setelah melahirkan pun pregnancy brain bisa berlanjut dikarenakan kondisi kurang tidur. Ibu bisa mengalami kurang tidur hingga 700 jam sepanjang setahun pertama setelah melahirkan. Ini membuat otak kurang bekerja dengan baik selain untuk urusan bayi.

  • Mengalami perubahan hormonal. Pada ibu hamil, meningkatnya kadar hormon progesteron dan estrogen hingga 15-40 kali lebih tinggi berdampak kepada kinerja sistem saraf di dalam otak.
  • Stres menghadapi perubahan besar di dalam hidup. Ketika hamil, otak menjadi sibuk mempersiapkanmu secara mental menjadi orang tua. Sebagian besar calon ibu akan menghabiskan banyak waktunya untuk membayangkan perubahan di dalam hidupnya ketika mereka harus merawat, menyusui, dan membesarkan anak. Penelitian menunjukkan bahwa stres jangka pendek selama kehamilan, dapat berdampak kepada ketahanan memori. Studi juga telah membuktikan bahwa masalah memori jangka pendek selama kehamilan mungkin terkait dengan perasaan depresi.
  • Bergesernya prioritas sang ibu. Pakar neuropsikiatri mengatakan bahwa ibu hamil memiliki banyak pembagian pikiran di dalam otaknya dengan bagian terbesar di antaranya terisi dengan hal-hal yang berkaitan dengan bayi. Jadi, wajar bila hal-hal lainnya menjadi terlupakan.

Agar Pregnancy Brain Tidak Membatasimu

Rumitnya mengurus pekerjaan di kantor, tugas rumah tangga, termasuk jadwal perawatan kandungan tidak perlu menjadi momok yang membebani diri sendiri. Berikut adalah beberapa tips yang bisa menjadi solusi dari semua itu.

  • Catatlah apa saja keperluanm, apa yang akan dilakukan, bahkan pertanyaan apa yang mau kamu ajukan di dalam rapat. Bila tidak dicatat, semua akan tersapu begitu saja dari ingatanmu.
  • Cukupi kebutuhan tidur dengan tidur lebih awal di malam hari atau beristirahat sejenak ketika lelah saat bekerja.
  • Lakukan olahraga seperti berjalan-jalan, berenang, yoga, senam hamil, atau lainnya untuk meningkatkan kualitas tidur di malam hari dan menjaga fokus di siang hari.
  • Minta bantuan orang lain. Kelilingi dirimu di dalam tim, jangan melakukan dan memikirkan semuanya sendirian. Ketika kewalahan, segera minta bantuan.

Ambil sisi positif dari pregnancy brain. Ingatan yang tidak setajam sebelumnya justru dapat membantumu menyederhanakan aspek lain di dalam hidup ini agar kamu bisa mencurahkan perhatianmu pada anak di dalam kandungan. Fokuslah pada aspek positif kehamilan. Dan jika suasana hatimu menjadi begitu buruk, bicarakanlah kepada doktermu dan berbagilah kepada sesama ibu hamil karena kamu tidak seorang diri dalam menghadapi pregnancy brain.