Presbikusis

Pengertian Presbikusis

Presbikusis adalah kehilangan pendengaran yang terjadi perlahan-lahan seiring bertambahnya usia. Kondisi ini merupakan proses multifaktor, di mana proses penuaan dan paparan suara bising dalam jangka waktu lama menjadi faktor penyebab utamanya. Selain itu, penumpukan kotoran telinga yang berlebihan juga dapat menjadi faktor penyebab kondisi ini.

Presbikusis umumnya terjadi pada usia paruh baya dan seringkali mengenai kedua telinga. Namun karena daya pendengaran menurun secara perlahan, maka terkadang kondisi ini tidak disadari oleh penderitanya.

Presbikusis

Gejala Presbikusis

Gejala dan tanda presbikusis meliputi:
  • Kesulitan mendengarkan pembicaraan atau suara lainnya.
  • Sering meminta pada orang lain untuk bicara lebih pelan, lebih jelas, dan lebih keras.
  • Kesulitan memahami perkataan orang lain, terutama jika ada latar suara yang ribut atau jika berada dalam kerumunan orang.
  • Harus mengeraskan volume suara televisi atau radio.
  • Menjadi tidak suka mengobrol dengan orang lain atau menghindari pertemuan sosial.

Penyebab Presbikusis

Pendengaran terjadi saat gelombang suara mencapai struktur di dalam telinga, di mana getaran gelombang suara akan diubah menjadi sinyal saraf yang dipahami otak sebagai suara.  Beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan pendengaran adalah:
  • Penimbunan kotoran telinga secara bertahap. Kotoran telinga ini dapat menyumbat saluran telinga dan menghalangi pengiriman gelombang suara.
  • Kerusakan pada rambut saraf atau sel saraf di dalam koklea (terletak di telinga bagian dalam). Koklea berfungsi mengubah getaran gelombang suara menjadi aliran listrik yang disalurkan pada otak. Saat rambut atau sel saraf ini rusak atau tidak ada, sinyal listrik tidak bisa dikirimkan dengan baik sehingga terjadi kehilangan pendengaran. Gangguan ini dikenal sebagai kehilangan pendengaran sensorineural permanen atau tuli saraf.
  • Gendang telinga pecah (lubang pada membran timpani). Pecahnya gendang telinga akan mengganggu aliran gelombang suara dari telinga luar menuju ke koklea.
  • Infeksi Telinga, pertumbuhan tulang yang tidak normal, atau Kemunculan salah satu dari ketiga hal ini di dalam telinga bagian luar atau tengah, dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan sel rambut atau sel saraf pada telinga bagian dalam adalah:
  • Proses penuaan. Seiring waktu, struktur telinga bagian dalam seseorang akan mengalami degenerasi atau penurunan fungsi.
  • Sejumlah penyakit yang menimbulkan demam tinggi (misalnya meningitis). Demam tinggi dapat merusak koklea di dalam telinga.
  • Suara keras. Sering mendengar suara keras dalam jangka waktu yang lama atau tiba-tiba mendengar suara yang sangat keras (misalnya suara bom) yang dapat merusak sel-sel telinga bagian dalam.
  • Arteriosclerosis atau penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang menyuplai darah ke koklea. Kondisi ini dapat menjadi lebih buruk jika seseorang juga menderita penyakit jantung, diabetes, atau tekanan darah tinggi.
  • Obat-obatan. Beberapa obat seperti gentamicin dan obat-obatan kemoterapi tertentu memiliki efek samping yang bisa merusak telinga bagian dalam. Selain itu, penurunan pendengaran secara sementara juga dapat terjadi akibat mengonsumsi aspirin berdosis tinggi, obat antimalaria, dan obat diuretik untuk ginjal.

Diagnosis Presbikusis

Metode pemeriksaan yang mungkin dilakukan oleh dokter dalam kasus presbikusis meliputi:
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan melihat kemungkinan penyebab kehilangan pendengaran, seperti kotoran telinga atau peradangan akibat infeksi.
  • Skrining pendengaran. Dokter akan menguji pendengaran dengan menutup telinga satu persatu untuk melihat bagaimana kata didengar dalam berbagai volume, serta respons terhadap suara lainnya.
  • Tes garpu tala.  Tes ini dapat menunjukkan apakah kehilangan pendengaran disebabkan oleh kerusakan pada bagian-bagian yang bergetar di dalam telinga tengah (termasuk gendang telinga), atau kerusakan pada sensor dan saraf pada telinga bagian dalam.
  • Tes audiometer.  Dalam tes ini, pasien akan diminta untuk mendengar suara pada telinga satu persatu. Dokter akan mempedengarkan variasi suara dan meminta pasien menerangkan setiap kali suara itu terdengar. Setiap suara diulangi hingga volume paling rendah untuk menentukan tingkat pendengaran pasien.

Pengobatan Presbikusis

Pengobatan presbikusis tergantung dari penyebab dan tingkat keparahan kondisi ini. Contoh-contoh metode pengobatan yang mungkin diterapkan adalah:
  • Pembersihan kotoran telinga. Jika kehilangan pendengaran disebabkan oleh kotoran yang menyumbat telinga, maka dokter akan melunakkan kotoran tersebut terlebih dahulu dengan menggunakan cairan tertentu, lalu mengeluarkannya dengan cara dikorek atau disedot.
  • Operasi. Jika kehilangan pendengaran disebabkan oleh cedera pada telinga atau infeksi yang berulang, maka tindakan operasi mungkin diperlukan. Sebagai contoh, dokter akan memasukkan sebuah alat kecil berbentuk selang untuk membantu mengeringkan telinga.
Selain itu, terdapat alat-alat yang bisa membantu meningkatkan kualitas hidup penderita presbikusis, di antaranya:
  • Alat bantu dengar.  Alat ini diperuntukkan bagi penderita presbikusis  yang diakibatkan oleh kerusakan telinga bagian dalam, dan mampu membuat suara menjadi terdengar lebih keras. Ada beberapa jenis alat bantu dengar, di antaranya adalah alat bantu dengar yang dipasang di belakang telinga,  alat bantu dengar di dalam telinga yang cocok untuk penderita presbikusis dengan tingkat keparahan sedang, serta alat bantu dengar yang dipasang di dalam saluran telinga yang cocok untuk penderita presbikusis dengan tingkat keparahan ringan.
  • Implan koklea. Alat ini menjadi pilihan  bagi penderita kehilangan pendengaran yang parah. Implan koklea berfungsi untuk menggantikan bagian-bagian telinga dalam yang rusak. Ada beberapa komponen yang mungkin dipasang, di antaranya adalah pemasangan elektroda ke dalam koklea melalui operasi, mikrofon yang ditaruh di belakang telinga, pemasangan receiver atau stimulator di bawah permukaan kulit telinga bagian belakang, dan pemasangan kabel pada sebuah prosesor yang ditaruh pada sabuk atau di dalam kantung.
  • Alat bantu dengar hantaran tulang.  Alat ini bekerja dengan cara mengirim getaran suara melalui tulang tengkorak kepala ke telinga bagian dalam.
Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter spesialis yang menangani masalah pendengaran agar Anda dapat mengetahui keuntungan dari pemasangan alat-alat tersebut, serta mengetahui alat mana yang cocok dengan kondisi Anda.

Terapi membaca gerak bibir

Terapi ini bisa dijadikan sebagai pilihan lain oleh penderita presbikusis untuk mengatasi masalah pendengaran ketika berbicara dengan orang lain. Dalam metode ini, ahli terapi akan mengajarkan penderita cara membaca pergerakan bibir, termasuk gerak-gerik tubuh lawan bicara.

Komplikasi Presbikusis

Kehilangan pendengaran dapat memiliki dampak yang besar pada kualitas hidup penderita prebiskusis, terutama mereka yang sudah lanjut usia. Masalah seperti ini sering ditemui pada penderita yang belum mencari pengobatan atau tidak pernah berobat. Komplikasi yang mungkin timbul di antaranya adalah gelisah, salah sangka (merasa orang lain menjadi marah pada kita karena kita kurang mendengarkan pembicaraan mereka), dan depresi.

Pencegahan Presbikusis

Beberapa masalah presbikusis tidak dapat dihindari,  namun ada sejumlah hal yang bisa dilakukan guna mencegah kehilangan pendengaran yang lebih buruk, di antaranya:
  • Melindungi telinga di tempat kerja, terutama terhadap suara yang paling keras. Anda bisa melindungi telinga dengan busa,  atau dengan alat penyumbat telinga yang terbuat dari plastik atau karet.
  • Melakukan pemeriksaan pendengaran secara rutin jika Anda bekerja di lingkungan kerja yang bising.
  • Menghindari aktivitas-aktivitas yang bisa merusak pendengaran (salah satunya adalah kebiasaan mendengar suara musik dengan volume yang kencang).
  • Mengonsumsi makanan sehat. Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan kardiovaskular yang juga menjadi salah satu pemicu terjadinya presbikusis.
Jika Anda merasa pendengaran berkurang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.