Prolaktinoma

Pengertian Prolaktinoma

Prolaktinoma adalah kemunculan tumor jinak di kelenjar hipofisis (pituitary) yang terletak di bagian dasar otak. Kelenjar ini berfungsi memproduksi beberapa jenis hormon, salah satunya adalah prolaktin. Prolaktinoma menyebabkan prolaktin diproduksi secara berlebihan oleh kelenjar hipofisis. Efeknya, produksi hormon seksual, yaitu testosteron pada pria dan estrogen pada wanita, akan berkurang.

Prolaktinoma terjadi ketika beberapa sel di dalam kelenjar hipofisis bertumbuh dan berkembang secara berlebihan, sehingga membentuk tumor. Berdasarkan ukurannya, ada tiga jenis prolaktinoma yang dikenal dalam dunia kedokteran, yaitu microprolactinoma (berukuran kurang dari 10 mm), macroprolactinoma (lebih dari 10 mm), dan giant prolactinoma (lebih dari 4 cm).

Prolaktinoma

Meskipun prolaktinoma tidak bersifat ganas dan tidak mengancam nyawa, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan, kemandulan, dan menimbulkan beberapa masalah lainnya. Pengobatan terhadap prolaktinoma dilakukan untuk mengembalikan kadar prolaktin ke kondisi normal dan membuat kelenjar hipofisis bekerja sesuai dengan fungsinya.

Gejala Prolatiktinoma

Prolaktinoma bisa terjadi pada pria maupun wanita di segala usia. Namun, kasus ini paling sering ditemukan pada wanita berusia 20-50 tahun atau menjelang menopause. Tanda-tanda kemunculan prolaktinoma pada pria dan wanita tidak sama. Gejala prolaktinoma pada wanita di antaranya adalah:
  • Gairah seksual menurun.
  • Sakit saat berhubungan intim akibat vagina kering.
  • Menstruasi tidak teratur.
  • Produksi air susu terganggu.
  • Mengalami masalah kesuburan.
  • Timbul jerawat dan pertumbuhan bulu berlebih di bagian tubuh tertentu.
Tanda-tanda prolaktinoma pada wanita lebih mudah diketahui, sehingga wanita lebih cepat menyadari kemunculan prolaktinoma saat tumor masih berukuran kecil.

Berbeda dengan wanita, pria seringkali baru menyadari kemunculan prolaktinoma saat tumor sudah membesar. Beberapa gejala prolaktinoma pada pria adalah:

  • Gairah seksual menurun.
  • Ereksi terganggu.
  • Gangguan penglihatan.
  • Sakit kepala.
  • Pembesaran payudara (jarang terjadi).
Penyakit ini juga bisa dialami oleh anak-anak dan remaja. Jika terjadi pada anak-anak dan remaja, perkembangan mereka bisa menjadi terhambat dan masa pubertas tertunda.

Penyebab Prolaktinoma

Sampai saat ini masih belum diketahui penyebab pasti prolaktinoma. Namun ada beberapa faktor yang diduga bisa membuat produksi prolaktin menjadi berlebihan. Beberapa faktor tersebut di antaranya adalah pengaruh pengobatan tertentu, cedera di bagian dada, kehamilan dan menyusui, kemunculan tumor lain di kelenjar hipofisis, atau karena pengaruh kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Diagnosis Prolaktinoma

Untuk mendiagnosis prolaktinoma, dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi:
  • Pemeriksaan darah, untuk mengukur kadar prolaktin dan hormon lain yang dikendalikan oleh kelenjar hipofisis.
  • Pemeriksaan mata, untuk melihat apakah tumor yang tumbuh di kelenjar hipofisis menyebabkan gangguan penglihatan atau tidak.
  • Pemindaian otak, untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang kondisi otak, bentuk, dan ukuran tumor di kelenjar hipofisis.
Jika diperlukan, dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dengan bantuan dokter spesialis endokrin.

Pengobatan Prolaktinoma

Pada banyak kasus, obat-obatan jenis dopamine agonists, seperti cabergoline dan bromocriptine sangat efektif untuk mengatasi prolaktinoma. Obat dopamine agonists akan menormalkan fungsi kelenjar hipofisis dalam memproduksi prolaktin dan memperkecil ukuran tumor. Obat ini dapat membuat kadar prolaktin kembali ke kondisi normal dalam beberapa minggu.

Prosedur operasi juga bisa dilakukan sebagai alternatif jika penanganan dengan obat-obatan dopamine agonists tidak berhasil menyembuhkan prolaktinoma. Ada dua jenis operasi yang digunakan untuk mengatasi prolaktinoma, yaitu:

  • Operasi transsphenoidal.¬†Operasi ini dilakukan dokter untuk menjangkau kelenjar hipofisis melalui tulang sphenoid, dengan membuat sayatan kecil di atas gigi depan atau dari dalam lubang hidung.
  • Operasi transcranial. Operasi ini dilakukan jika tumor berukuran besar dan sudah menyebar ke jaringan otak. Dokter akan menjangkau kelenjar hipofisis melalui bagian atas dari tulang tengkorak.

Komplikasi Prolaktinoma

Prolaktinoma bisa menyebabkan kemunculan beberapa gangguan lain, di antaranya:
  • Osteoporosis. Kadar prolaktin yang tinggi akan menghambat produksi hormon estrogen dan testosteron. Hal ini turut memengaruhi kepadatan tulang dan meningkatkan risiko terkena pengeroposan tulang atau osteoporosis.
  • Gangguan penglihatan. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, prolaktinoma bisa terus tumbuh dan membesar hingga menekan saraf-saraf di bagian mata. Akibatnya, penderita penyakit ini bisa mengalami gangguan penglihatan.
  • Hipopituitarisme. Pertumbuhan prolaktinoma akan mengganggu fungsi kelenjar hipofisis dalam memproduksi sejumlah hormone lain yang berperan untuk mengendalikan pertumbuhan, tekanan darah, metabolisme, dan juga reproduksi.
  • Masalah terkait kehamilan. Saat hamil, wanita akan memproduksi hormon estrogen secara berlebihan. Pada penderita prolaktinoma, produksi hormon estrogen yang berlebihan bisa memicu perkembangan tumor. Kemunculan komplikasi ini ditandai dengan rasa sakit kepala dan gangguan penglihatan.