Proses Persalinan Terlalu Lama Mungkin Bisa Membahayakan Bayimu, lho!

Biasanya, persalinan dapat memakan waktu sekitar 12 hingga 18 jam jika kamu baru pertama kali melahirkan, dan 6 hingga 9 jam jika kamu sudah pernah mengalaminya. Jika persalinan melebihi durasi waktu tersebut, bayimu mungkin akan mengalami hal-hal yang bisa membahayakan kesehatannya.

Persalinan yang dianggap terlalu lama dan mungkin membawa efek negatif bagi bayi yang masih berada di dalam kandungan yaitu persalinan yang prosesnya memakan waktu lebih dari 20 jam (untuk wanita yang baru pertama kali melahirkan) dan lebih dari 14 jam (jika sudah pernah melahirkan).

Proses Persalinan Terlalu Lama Mungkin Bisa Membahayakan Bayimu, lho!

Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan proses persalinan menjadi lebih lama seperti:

  • Penipisan leher rahim berlangsung lambat.
  • Kontraksi yang muncul tidak begitu kuat.
  • Jalan lahir terlalu kecil untuk dilewati bayi, atau bayi terlalu besar untuk melewati jalan tersebut.
  • Posisi bayi tidak normal alias kepalanya tidak turun menghadap punggung anda.
  • Melahirkan anak kembar.
  • Kondisi yang juga dikaitkan dengan faktor psikologis seperti stres, takut atau rasa khawatir.
Berikut ini beberapa kemungkinan buruk yang bisa menimpa bayimu:

Bayimu bisa kekurangan oksigen di dalam kandungan. Proses persalinan yang terlalu lama bisa membuat bayimu kekurangan oksigen. Kondisi ini bisa berakibat fatal bagi Si Kecil. Intinya, makin lama bayimu kekurangan oksigen, makin parah juga efek yang akan dia alami.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin dialami Si Kecil usai persalinan, jika kekurangan oksigen selama proses persalinan:

  • Kesulitan bernapas.
  • Kulitnya terlihat pucat.
  • Detak jantungnya lambat.
  • Kekuatan ototnya lemah.
  • Jika kondisinya sudah parah, Si Kecil lebih mungkin mengalami cedera atau gangguan pada otak, jantung, paru-paru, atau ginjal. Nyawanya juga bisa terancam jika tidak mendapatkan oksigen yang memadai.
Ritme detak jantungnya melemah atau deselerasi. Bahaya atau tidaknya kondisi ini ditentukan oleh jenisnya. Jika detak jantungnya melemah atau mengalami deselerasi dini, maka kondisi Si Kecil tidak dalam bahaya. Namun, jika telah mencapai deselerasi akhir atau variabel, bisa jadi ada sesuatu tidak normal yang menimpa bayimu.

Keracunan zat berbahaya yang mencemari air ketuban. Stress akibat persalinan yang terlalu lama bisa membuat janin berisiko terpapar zat berbahaya dari air ketuban yakni meconium. Ini adalah tinja pertama yang diproduksi oleh bayimu usai lahir. Jika dia mengeluarkannya saat masih di dalam rahim, meconium bisa mencemari air ketuban dan terhirup olehnya. Jika hal tersebut terjadi, gangguan pernapasan serius bisa menimpanya.

Mengalami infeksi. Infeksi yang bisa terjadi ketika persalinan berlangsung terlalu lama yaitu korioamnionitis. Kondisi ini terjadi ketika bakteri telah menginfeksi membran-membran dan cairan ketuban yang mengelilingi janin. Bakteri tersebut bisa menyebabkan infeksi serius pada ibu dan bayi. Beberapa cara yang dapat dilakukan tim medis untuk membantu proses persalinan yang berlangsung lama seperti memberikan obat-obatan yang bisa mengurangi rasa sakit saat persalinan, membuatmu rileks, dan merangsang kontraksi. Jika bayimu sudah sampai di pintu lahir, tim medis mungkin akan membantu mengeluarkan bayi dengan proses vakum atau forcep. Jalan terakhir yang  akan dilakukan bila masih tidak terdapat kemajuan pada proses persalinan adalah menerapkan metode operasi caesar.

Semua wanita pastinya tidak ingin menjalani persalinan yang tidak normal, seperti persalinan yang memakan waktu sangat lama. Namun, tidak ada yang bisa memprediksi proses persalinan yang dapat kamu alami. Apabila kamu mengalami kondisi ini, disarankan untuk tidak panik apalagi patah semangat. Percayakan saja semuanya pada tim medis, karena mereka pasti akan memberikan penanganan terbaik untukmu.