Pubertas Sebelum Waktunya pada Anak

Pubertas rata-rata terjadi di usia 11 tahun pada anak perempuan dan 12 tahun pada anak lelaki. Namun pubertas sebelum waktunya juga dapat terjadi pada anak.

Pubertas adalah masa ketika tubuh menjadi dewasa secara seksual dan organ reproduksi mulai berfungsi. Pubertas disebabkan oleh pelepasan hormon seks testosteron (hormon seks pria yang diproduksi di testis) dan estradiol (hormon seks wanita yang diproduksi ovarium) dalam tubuh.

pubertas sebelum waktunya pada anak - alodokter

Pubertas menyebabkan sejumlah perubahan fisik, psikologis, dan perilaku pada diri anak. Pada anak perempuan akan terjadi perkembangan payudara dan mengalami menstruasi. Pada anak laki-laki akan terjadi peningkatan ukuran penis maupun testis dan suara menjadi lebih berat. Tumbuhnya bulu di area ketiak dan kemaluan, berjerawat, moody, rendah diri, bereksperimen dengan hal baru seperti merokok, dan lain-lain.

Pada pubertas sebelum waktunya, perubahan dimulai sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum umur 9 tahun pada anak laki-laki. Normal bila anak perempuan lebih cepat masuk ke masa pubertas dibanding anak laki-laki.

Penyebab Pubertas Sebelum Waktunya

Pubertas sebelum waktunya pada anak dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut:

Gender

Anak perempuan 10 kali lebih mungkin mengalami pubertas sebelum waktunya daripada anak laki-laki.

Obesitas

Penelitian mengungkapkan  obesitas pada anak diduga dapat mengakibatkan pubertas sebelum waktunya, terutama pada anak perempuan. Indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi pada anak obesitas menyebabkan kenaikan hormon leptin. Hormon ini diduga memicu perkembangan pubertas menjadi lebih cepat. Namun dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna mendukung pernyataan ini.

Paparan Bahan Kimia

Paparan bahan kimia yang ada di lingkungan diduga memiliki peran terhadap pubertas sebelum waktunya pada anak. DDT, PCB, phthalate, dan bisphenol A adalah beberapa zat yang diduga bisa mengganggu produksi, aktivitas, dan eliminasi hormon alami dalam tubuh yang bertanggung jawab terhadap perkembangan, perilaku, kesuburan, dan metabolisme. Namun efek bahan kimia lingkungan pada masa pubertas ini masih belum jelas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Stres dan Depresi

Menurut penelitian, stres fisik atau emosional pada masa kanak-kanak (seperti berat badan lahir rendah, ibu memiliki penyakit ketika hamil, atau tidak adanya sosok ayah) diduga berperan dalam perkembangan pubertas sebelum waktunya. Selain itu, dalam beberapa penelitian diduga jika orangtua yang depresi dapat menjadi faktor risiko atau penyebab pubertas sebelum waktunya pada anak mereka.

Ras

Anak-anak dari latar belakang ras tertentu lebih cenderung mengalami pubertas sebelum waktunya daripada ras lain. Rata-rata usia pubertas untuk anak perempuan kulit putih adalah 10,5 tahun, anak perempuan hispanik 10 tahun, dan anak perempuan kulit hitam 9,5 tahun. Sedangkan tanda-tanda pertama pubertas anak laki-laki kulit putih dan hispanik dimulai pada usia 10 tahun, dan anak laki-laki kulit hitam 9 tahun.Tapi belum ada penelitian yang bisa membuktikan mengapa usia masa pubertas berbeda antar ras.

Genetika

Sebuah studi mengungkapkan bahwa anak-anak yang ibu atau kerabat dekatnya mengalami pubertas sebelum waktunya lebih mungkin mengalami hal yang sama.

Penyakit

Meskipun jarang, pubertas sebelum waktunya bisa disebabkan oleh penyakit seperti tumor, cacat, cedera, atau radiasi di otak atau tulang belakang.  Selain itu juga bisa disebabkan oleh cacat otak ketika lahir, beberapa jenis penyakit genetik, hypothyroidism (kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon); tumor di kelenjar adrenal atau kelenjar hipofisis (kelenjar di bawah otak), kista dan tumor ovarium, terpapar sumber eksternal estrogen atau testosteron seperti krim atau salep .

Pubertas bisa menjadi masa-masa yang menyulitkan dan membingungkan, apalagi bagi anak-anak yang mengalami pubertas sebelum waktunya. Jika  anak atau kerabat Anda mengalaminya, ajaklah mereka bicara atau ajak ke ahli konseling.