Racun Arsenik: Tidak Berwujud Tapi Sangat Berbahaya

Sama seperti racun sianida, racun arsenik ternyata juga dapat menghilangkan nyawa seseorang. Memiliki ciri yang khas seperti tidak memiliki bau, warna, dan juga rasa, membuat racun arsenik semakin berbahaya jika masuk ke dalam tubuh Anda.

Arsenik merupakan salah satu unsur kimia yang termasuk dalam golongan logam berat. Unsur kimia ini juga membentuk sejumlah senyawa beracun. Arsenik dapat ditemukan di mana saja, seperti di air, udara, dan tanah, tak terkecuali di beberapa jenis makanan layaknya produk sereal dan susu, daging, serta makanan laut.

Arsenic toxicity

Senyawa ini dibagi menjadi dua macam, yakni arsenik organik dan anorganik. Arsenik anorganik dapat ditemukan di dalam air tanah dan sangat beracun, sementara arsenik organik kerap ditemukan dalam makanan laut dan tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan Anda.

Sangat Berbahaya Jika Masuk ke Dalam Tubuh

Dikenal sebagai racun, arsenik memiliki bentuk berupa bubuk berwarna putih atau tidak berwarna, dan tidak menguap. Keunikan dari racun ini adalah tidak berbau dan tidak memiliki rasa yang khas. Sehingga, jika racun ini dimasukkan ke dalam makanan atau minuman Anda, maka Anda tidak akan mengetahuinya.

Tentu saja dengan keunikannya itu membuat racun arsenik menjadi sangat berbahaya, karena keberadaannya tidak bisa diketahui secara kasat mata. Racun ini paling banyak  masuk ke dalam tubuh Anda melalui air tanah tercemar yang Anda minum. Selain itu, hasil dari tanaman yang dialiri dan makanan yang dicuci dengan air tanah dapat menjadi sumber lain masuknya arsenik ke tubuh Anda. Udara yang tercemar terutama pada area pertambangan juga seringkali mengandung zat berbahaya ini.

Racun arsenik yang masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan dampak yang berbeda-beda pada setiap orang, hal ini sangat tergantung pada seberapa banyak dosisnya. Jika racun arsenik yang masuk ke dalam tubuh Anda sekitar 0,3 sampai 30 mg per liter (mg/l) di dalam air, maka Anda akan mengalami iritasi pada perut dan usus. Adapun gejalanya seperti sakit perut, mual, muntah-muntah, dan diare.  Namun, jika racun arsenik yang masuk ke dalam tubuh Anda dalam jumlah yang banyak (di atas 60 mg/l di dalam air) maka dapat menyebabkan kematian.

Tidak hanya itu, racun arsenik yang berada di dalam tubuh Anda ternyata bisa menurunkan produksi sel darah merah dan putih yang Anda miliki. Dengan menurunnya produksi sel darah, maka akan menyebabkan kelelahan, detak jantung menjadi abnormal, kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan timbulnya memar, serta terganggunya fungsi saraf yang menyebabkan kaki dan tangan mengalami kesemutan.

Perlu diketahui bahwa arsenik tidak bisa dimusnahkan dari lingkungan, hanya saja senyawa ini bisa berubah bentuknya jika bercampur dengan udara, tanah, air, ataupun dengan bakteri yang hidup di tanah. Arsenik memang sudah ada secara alami di lingkungan kita.

Racun Arsenik Dapat Menyebabkan Kanker Kulit

Dibandingkan dengan arsenik organik, racun arsenik anorganik memang lebih berbahaya. Seseorang yang terpapar racun jenis ini dalam jangka panjang berisiko terkena kanker kulit. Ada pun gejalanya diawali dengan munculnya bercak hitam di area kulit, serta timbulnya penebalan kulit di telapak kaki, telapak tangan, dan dada yang erat kaitannya dengan adanya perubahan dalam pembuluh darah kulit. Selain pada kulit, racun ini juga dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih dan paru-paru.

Sedangkan pada organ dalam, racun ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, gangguan saraf, dan diabetes. Bagi ibu hamil yang terpapar racun ini, maka akan berdampak pada janin yang dikandungnya. Dampak negatifnya yakni bayi akan terganggu perkembangan kognitifnya, dan yang terparah dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan diagnosis dokter, biasanya orang yang terpapar racun arsenik akan memiliki napas dan urine beraroma seperti bawang putih.

Meski diketahui sebagai racun yang paling berbahaya, arsenik ternyata memiliki sisi positifnya juga. Senyawa ini kerap digunakan dalam dunia medis, lho. Arsenik dalam dosis aman pernah digunakan untuk pengobatan beberapa penyakit, di antaranya yakni psoriasis, sipilis, ulkus kulit, dan penyakit persendian. Dan sekarang, senyawa ini bisa digunakan untuk membantu mengobati penyakit leukimia promielositic akut.

Jika tubuh Anda merasakan beberapa tanda dan gejala yang telah dijelaskan di atas, bisa saja Anda terpapar racun arsenik. Segera kunjungi dokter dan konsultasikan kondisi Anda.