Reaksi Alergi akibat Tanaman Beracun, Ini Cara Mengatasinya

Tanaman beracun seperti poison ivy atau jelatang, poison oak dan sumac menghasilkan minyak bernama urushiol pada akar, batang, dan daunnya. Kandungan ini bisa menimbulkan ruam maupun reaksi alergi seperti gatal. Jika tidak segera diobati, urushiol yang mampu diserap kulit dengan cepat bisa menyebabkan iritasi hingga reaksi alergi yang berbahaya, seperti sulit bernapas dan syok anafilaksis. 

Walau tanaman beracun ini paling banyak ditemui di wilayah Amerika, namun Anda yang memiliki profesi terkait dengan tanaman tetap memiliki risiko terpapar zat urushiol, khususnya jika Anda bekerja di bidang pertanian dan kehutanan.

poisonous plants - alodokter

Seseorang yang terpapar urushiol dari tanaman beracun genus Toxicodendron seperti poison oak, sumac, maupun poison ivy atau jelatang, biasanya akan merasakan munculnya reaksi alergi dalam 12 jam sampai 3 hari bahkan satu minggu setelahnya. Selain ruam kulit yang berwarna kemerahan dan gatal, kulit juga bisa melepuh dan membengkak. Iritasi maupun reaksi alergi tidak terjadi pada orang lain yang menyentuh ruam pada kulit penderita. Reaksi alergi ini juga dikenal dengan istilah Toxicodendron dermatitis, yaitu sejenis dermatitis kontak karena terpapar tanaman genus Toxicodendron.

Bagi Anda yang baru pertama kali terkena urushiol, reaksi alerginya mungkin tidak akan langsung terlihat. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang masih menyesuaikan mekanisme pertahanannya terhadap sumber alergi baru. Tapi, reaksi dapat langsung muncul ketika Anda terkena minyak ini kembali. Kendati demikian, risiko munculnya reaksi alergi akan lebih kecil jika Anda sudah pernah terpapar kandungan urushiol pada tanaman beracun sewaktu kecil.

Selain menimbulkan reaksi pada kulit, zat beracun urushiol ini juga dapat menimbulkan reaksi apabila terkena mata, jalan napas termasuk paru-paru melalui asap dari tanaman yang dibakar, dan organ pencernaan apabila mengonsumsi tanaman herba yang mengandung zat tersebut. Jika terpapar pada tubuh dan menimbulkan reaksi alergi berat syok anafilaktik, gatal-gatal berat, atau sesak napas, maka Anda perlu segera mendapat pertolongan karena kondisi tersebut adalah keadaan yang berpotensi mengancam nyawa.

Cara Mengobati Reaksi Alergi dari Tanaman Beracun

Selain paparan langsung minyak urushiol, Anda bisa terserang alergi jika urushiol tertiup angin dan menempel pada kulit, bulu binatang, alat berkebun, maupun perkakas lain yang Anda sentuh. Hindari menyentuh atau menggaruk ruam jika Anda terkena urushiol atau mengalami ruam akibat tanaman beracun.

Segera bersihkan area yang terkena tanaman beracun dengan air hangat selama 20-30 menit. Hal ini untuk memastikan berkurangnya sisa minyak urushiol. Anda bisa menggunakan sabun untuk membersihkan area tersebut, serta disarankan membersihkan area di bawah kuku agar tidak ada sisa minyak urushiol yang menempel. Cuci juga pakaian yang Anda gunakan ketika berada di sekitar area tanaman beracun. Bagi Anda yang sering terpapar dengan tanaman-tanaman beracun tersebut, gunakanlah alat pelindung diri yang baik agar meminimalisir risiko terpapar zat beracun.

Reaksi ini biasanya Anda alami selama satu hingga tiga minggu dan tidak memerlukan penanganan atau obat-obatan khusus. Selama proses penyembuhan berlangsung Anda bisa mengurangi rasa gatal dengan meletakkan kompres dingin di area alergi. Untuk reaksi alergi yang lebih serius, dokter mungkin akan memberikan losion calamine, antihistamin, pereda rasa sakit, kortikosteroid oral atau salep jika reaksi alergi cukup berat, hingga antibiotik jika terdapat infeksi. Tanda infeksi kulit yaitu jika pada kulit terdapat nanah, bisul, atau kerak berwarna kekuningan karena nanah yang mengering. Namun ingat bahwa obat-obatan antihistamin tertentu dapat menyebabkan efek samping mengantuk.

Jika kondisi tidak kunjung membaik atau mengalami reaksi alergi berat, seperti susah bernapas, sulit menelan, wajah membengkak, ruam yang meluas atau adanya tanda infeksi seperti demam dan muncul nanah pada kulit, segeralah berobat ke dokter atau unit gawat darurat. Walau sangat jarang, pada penderita alergi tanaman beracun yang parah, dapat terjadi reaksi anafilaksis yang bisa berujung pada kematian jika tidak segera ditangani di rumah sakit.