Rencana Persalinan yang Harus Kamu Putuskan Sekarang

Tujuan dari rencana persalinan bukanlah memutuskan secara saklek bagaimana persalinan harus dilakukan, melainkan untuk membantu calon Bunda dan Ayah memahami apa yang paling penting bagi Bunda dan Si Kecil pada proses persalinan.

Dalam membuat rencana persalinan, Ayah dan Bunda akan mempelajari, menggali, dan memahami kondisi-kondisi yang dapat terjadi selama proses persalinan. Selain itu, rencana persalinan juga dapat membangun komunikasi yang baik antara pasangan dengan tenaga kesehatan yang akan membantu selama persalinan.

Rencana Persalinan Yang Harus Kamu Putuskan Sekarang - Alodokter

Rencana persalinan biasanya mencakup tiga bidang utama, yaitu gambaran kondisi selama persalinan normal, rencana menghadapi kasus yang tidak terduga, dan gambaran kondisi setelah persalinan.

Berikut adalah beberapa panduan dalam merencanakan persalinan yang perlu dibahas bersama-sama antara Bunda, pasangan, dan dokter.

Gambaran Kondisi selama Persalinan Normal

Terutama bagi Bunda yang menjalani kehamilan pertama, tentu saja hari persalinan nanti adalah momen yang sangat dinantikan, namun sekaligus mengkhawatirkan, bukan? Sama halnya dengan Bunda yang sedang hamil kedua atau lebih dari itu, persiapan tetap menjadi bagian yang penting dalam menyambut kedatangan si Buah Hati. Apa saja yang akan Bunda jalani?

Mencukur bulu kemaluan

Sebagian besar rumah sakit tidak lagi melakukan pencukuran bulu kemaluan sebelum calon ibu melahirkan. Oleh karena itu, Bunda perlu mempertimbangkan untuk mencukur atau waxing di salon, misalnya. Tapi bila ingin memutuskan untuk mencukur di rumah, jangan khawatir karena Bunda bisa meminta bantuan dari pasangan.

Tahap persalinan awal

Ketika Bunda tiba di rumah sakit untuk bersalin, perawat atau dokter akan mengevaluasi untuk melihat seberapa jauh tahap persalinan. Bila pembukaan masih dini, Bunda mungkin diminta untuk berjalan-jalan kaki sedikit atau diminta kembali pulang untuk sementara sebelum dirawat.

Bila tahap persalinan Bunda masih dini dan Bunda memilih untuk berjalan-jalan di area rumah sakit, pihak rumah sakit tentu akan mempertimbangkan menunda pemasangan infus, karena dapat mengganggu pergerakan Bunda. Maka dari itu, Bunda akan dianjurkan untuk meminum air putih yang cukup agar tidak dehidrasi.

Masuk ruang perawatan

Bila Bunda sudah diizinkan masuk ruang perawatan untuk persiapan persalinan, pihak rumah sakit mungkin akan membolehkan Bunda membawa orang terdekat untuk menemani Bunda bersalin. Persiapkan nama-nama yang Bunda inginkan untuk hadir. Jangan lupa tanyakan kepada pihak rumah sakit mengenai jumlah orang yang diizinkan untuk menemani. Selain itu, Bunda juga dapat menanyakan mengenai apakah diperbolehkan untuk melakukan sesi foto atau perekaman video selama persalinan.

Pemantauan janin

Bunda mungkin perlu bertanya tentang kebijakan rumah sakit terhadap pemantauan janin. Si Kecil kemungkinan akan dipantau selama 20-30 menit ketika Bunda mulai dirawat. Jika denyut jantung janin meyakinkan atau tidak bermasalah, pemantauan selanjutnya kemungkinan akan lebih jarang.

Saatnya mengejan

Jika sudah saatnya untuk melahirkan, tim medis dapat membimbing Bunda tentang kapan dan bagaimana teknik mengejan yang benar. Pilihan lainnya, Bunda dapat mengikuti dorongan alami tubuh kapan dan bagaimana mengejan.

Episiotomi

Bahas juga mengenai kepentingan episiotomi untuk keselamatan bayi karena kebutuhan episiotomi saat persalinan tidak dapat diprediksi dengan pasti. Episiotomi sendiri merupakan prosedur medis yang melibatkan pemotongan kulit di perineum (satu sisi di antara vagina dan anus) untuk mencegah terjadinya robekan saat persalinan. Prosedur episiotomi pada umumnya terjadi pada persalinan pertama.

Menghadapi Kondisi yang Tidak Terduga

Terlepas dari semua rencana yang sudah dipersiapkan sejak awal, situasi dan kondisi yang tidak disangka-sangka bisa saja terjadi. Maka dari itu, Bunda perlu mempertimbangkan juga rencana dalam menghadapi berbagai keadaan semacam ini.

Tahap persalinan tidak maju

Jika tahap persalinan Bunda berhenti berkembang, tim medis bisa merekomendasikan suatu tindakan intervensi, seperti memecahkan kantong ketuban bila ketuban Bunda belum juga pecah, atau mempercepat tahap persalinan dengan Pitocin. Pitocin (oksitosin) adalah obat yang berfungsi memancing proses persalinan.

Vakum atau forceps

Jika dalam persalinan normal dibutuhkan bantuan untuk mengeluarkan janin, dokter kandungan atau bidan bisa menggunakan alat bantu berupa vakum atau forceps.

Operasi caesar

Jika diperlukan tindakan operasi caesar, kemungkinan Bunda hanya dibius lokal sehingga akan tetap terjaga selama operasi dan ditemani orang terdekat. Bila Bunda dibius lokal, Bunda mungkin mau memilih untuk menyaksikan proses operasi caesar. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, bisa saja pasien harus diberikan anestesi umum atau bius umum yang akan menghilangkan kesadaran sepenuhnya dan orang terdekat akan diminta untuk menunggu di luar ruangan.

Gambaran Kondisi Pasca Persalinan

Terakhir adalah perencanaan tentang bagaimana Bunda ingin merawat Si Kecil sesaat setelah dilahirkan. Apakah Bunda ingin memberinya ASI langsung, bagaimana Bunda ingin memprioritaskan kebutuhan sunat awal, beserta perencanaan yang lain akan dibahas di bagian ini.

Menunda pemotongan tali pusat

Bunda mungkin ingin mencari tahu alasan penundaan pemotongan tali pusat pada beberapa saat setelah melahirkan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menunggu beberapa menit memungkinkan darah lebih banyak mengalir dari plasenta ke bayi dan mengurangi risiko anemia dan kekurangan zat besi pada bayi baru lahir. Jika Bunda memilih untuk menggunakan jasa bank darah tali pusat bayi, darah akan dikumpulkan pada momen ini. Keputusan untuk menyimpan darah tali pusat bayi di bank khusus tersebut harus ditentukan sebelum menjalani persalinan.

Inisiasi menyusui dini

Setelah melahirkan secara normal melalui vagina, biasanya Si Kecil akan diletakkan di atas tubuh Bunda sambil ditutupi selimut hangat sebagai bagian dari langkah inisiasi menyusui dini. Beri tahu kepada tenaga kesehatan apakah Bunda lebih memilih kontak langsung kulit ke kulit dengan bayi segera setelah melahirkan atau Bunda ingin bayi dimandikan terlebih dahulu.

ASI atau susu formula

Bila Bunda memilih untuk menyusui bayi langsung dari payudara, Bunda dapat memulai kapan saja Bunda dan bayi siap. Beri tahu tim medis apakah Bunda ingin memberikan Air Susu Ibu (ASI) atau susu formula kepada Si Kecil. Selain itu, sampaikan pula jika Bunda ingin Si Kecil diberikan dot dan jika Bunda membutuhkan bantuan seorang konsultan laktasi.

Rooming in

Tanyakan kebijakan rumah sakit apakah bayi akan diletakkan di ruangan yang sama dengan Bunda (rooming in) atau di ruangan lain.

Sunat

Diskusikan bersama pihak rumah sakit mengenai rencana Bunda mengenai keperluan sunat pada bayi, baik bayi laki-laki maupun bayi perempuan. Sunat merupakan keputusan orang tua yang bersifat sangat privasi karena berakar dari budaya maupun agama di dalam masyarakat Indonesia. Pada sisi medis sendiri, sunat dianggap sebagai prosedur kosmetik elektif karena tidak memiliki alasan darurat medis.

Tapi perlu diketahui bahwa sunat melibatkan prosedur pembedahan, sehingga menyimpan risiko sebagaimana bentuk pembedahan lainnya, misalnya terjadi perdarahan, infeksi, dan kemunculan jaringan parut. Jika diperlukan, Bunda dapat berkonsultasi kepada dokter anak untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai sunat.

Dengan mengetahui gambaran-gambaran kondisi proses persalinan di atas, Bunda kini dapat mendiskusikannya dengan pasangan dan dokter dengan lebih terbuka sehingga tindakan medis yang diambil nantinya tidak membuat kaget atau panik.