Risiko Menopause Dini Bisa Tinggi Karena Ini

Menopause merupakan hal normal pada fase kehidupan seorang wanita. Namun, sebaiknya Anda waspada jika mengalami menopause dini.

Menopause merupakan fase ketika seorang wanita berhenti mengalami menstruasi, minimal selama 12 bulan berturut-turut. Umumnya dialami ketika seorang wanita berusia sekitar 51 tahun. Disebut menopause dini jika terjadi pada wanita berusia di bawah 40 tahun. Namun, hal ini harus dipastikan oleh dokter melalui serangkaian tes.

Risiko menopause dini bisa tinggi karena ini

Beragam Penyebab dan Faktor Risiko

Menopause dini dapat disebabkan beberapa hal berikut ini :

  • Kegagalan ovarium prematur.

Pada kondisi ini, ovarium berhenti berfungsi secara normal saat usia seorang wanita belum mencapai 40 tahun. Wanita dengan kegagalan ovarium prematur memiliki kemungkinan mengalami menstruasi, namun umumnya mengalami kesulitan hamil.

  • Genetik.

Peneliti meyakini usia menopause seorang wanita terkait dengan genetik. Umumnya seorang anak perempuan akan memulai masa menopause tak jauh berbeda dengan ibunya. Jika seorang ibu mengalami menopause dini, maka anak perempuannya berisiko enam kali lebih tinggi mengalami hal yang sama.

  • Terapi radiasi dan kemoterapi.

Pengobatan kanker atau penyakit lain yang menggunakan kemoterapi atau terapi radiasi di sekitar panggul dapat menyebabkan menopause dini. Hal ini disebabkan terganggunya ovarium untuk berfungsi normal.

  • Tindakan bedah.

Operasi yang dilakukan untuk mengangkat ovarium karena berbagai alasan dapat menyebabkan menopause dini.

  • Obat-obatan dan penyakit lainnya.

Menopause dini juga dapat disebabkan efek samping obat-obatan, penyakit kronis yang menahun, tumor pada kelenjar pituitari dan hipotalamus serta gangguan psikis. Selain itu, penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan kelainan kromosom seperti sindrom Turner juga dapat menyebabkan menopause dini.

  • Kebiasaan merokok.

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dapat memengaruhi terjadinya menopause. Beberapa penelitian mengungkap bahwa wanita yang merokok cenderung mengalami menopause lebih cepat dibandingkan wanita yang tidak merokok.

  • Kegemukan.

Pada wanita yang gemuk, terdapat kemungkinan estrogen tersimpan dalam jaringan lemak sehingga menyebabkan menopause dini. Kegemukan dapat diukur dan ditandai dengan tingginya angka indeks massa tubuh.

Gejala Menopause Dini

Menopause dini umumnya memiliki gejala yang hampir serupa dengan menopause yang terjadi secara normal.

Keluhan menopause yang sering diungkapkan antara lain, menstruasi yang tidak teratur, menstruasi yang lebih banyak ataupun sedikit dibanding biasanya. Selain itu, tak jarang merasakan sensasi panas seketika yang menyebar ke tubuh bagian atas atau hot flushes.

Beberapa gejala lain yang mengikuti menopause dini, seperti vagina kering, kesulitan mengendalikan buang air kecil atau gangguan kandung kemih, dan kulit, mulut atau mata menjadi lebih kering.

Pada sebagian wanita menopause juga mengakibatkan gangguan emosi seperti mood yang buruk, merasa tidak tenang, depresi ringan, sulit tidur hingga berkurangnya gairah seksual.

Cara Mengatasi

Tidak ada cara memprediksi kapan seorang wanita akan mengalami menopause. Hal itu hanya dapat diketahui ketika seorang wanita sudah masuk dalam masa transisi menopause. Jika Anda mengalami menopause di bawah usia 40 tahun, periksakan diri ke dokter agar penyebab dasarnya bisa diketahui.

Gejala-gejala menopause dini yang mengganggu dapat diatasi satu per satu. Beberapa contoh pengobatannya adalah terapi pergantian hormon estrogen, pil kontrasepsi, pengobatan antidepresi untuk gangguan mood, dan pelumas untuk mengatasi vagina yang kering. Jika menopause dini mengakibatkan wanita sulit hamil maka perlu penanganan khusus oleh dokter spesialis.

Wanita sebaiknya proaktif menyikapi menopause yang dialami, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Periksakan diri ke dokter jika Anda mencurigai tengah dalam proses transisi menopause menopause dini. Menopause yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko demensia, osteoporosis dan penyakit jantung wanita yang mengalaminya.