Rutin Jalani Hemodialisis, Perhatikan Makanan Ini

Ketika ginjal tak lagi dapat berfungsi dengan baik untuk menyaring darah, mengeluarkan “sampah” dan kelebihan cairan dari darah, tugas ini bisa dilakukan dengan prosedur hemodialisis.

Cuci darah dengan metode hemodialisis biasanya digunakan oleh pasien gagal ginjal stadium akhir. Metode yang menggunakan mesin ini dapat membantu mengontrol tekanan darah dan kadar keseimbangan vitamin serta mineral dalam tubuh.

Rutin Jalani Hemodialisis Perhatikan Makanan Ini

Cara kerja hemodialisis

Hemodialisis dilakukan dengan memasukkan dua buah jarum ke dalam pembuluh darah di lengan. Kedua jarum tersebut menempel pada selang plastik fleksibel yang tersambung ke filter pembersih darah atau dialyzer. Secara perlahan, darah kemudian dipompa melalui salah satu selang dari tubuh ke dalam dialyzer untuk disaring. Darah yang disaring pun lalu dipompa kembali ke dalam tubuh melalui selang yang lain.

Hemodialisis bisanya dilakukan di rumah sakit atau pusat cuci darah selama tiga kali seminggu. Selama proses cuci darah dengan hemodialisis berlangsung, pasien bisa duduk di kursi sambil menonton TV, membaca, atau tidur. Berapa lama tiap sesi hemodialisis berlangsung tergantung pada seberapa baik ginjal bekerja, seberapa banyak sampah dan cairan yang terkumpul dalam darah sejak sesi hemodialisis terakhir dilakukan, berat badan pasien, dan jenis mesin hemodialisis yang digunakan.

Dan meski bermanfaat dalam menjaga ketersediaan darah bersih, hemodialisis tak bisa lepas dari komplikasi yang mengiringinya. Beberapa efek samping yang terjadi selama atau setelah proses hemodialisis dilakukan adalah tekanan darah rendah, denyut jantung tidak teratur, kram otot, sakit kepala, mual, muntah, infeksi, dan darah membeku. Kebanyakan komplikasi tersebut dapat dicegah atau mudah dikelola jika pasien dimonitor secara seksama.

Makanan penunjang hemodialisis

Mengonsumsi makanan dan minuman yang tepat dapat membantu meningkatkan kesehatan dan proses hemodialisis. Dokter kemungkinan akan meminta pasiennya untuk mengikuti pola makan khusus selama masih melakukan hemodialisis, yaitu:

  • Cairan, dokter atau ahli diet akan menentukan berapa banyak cairan yang bisa diminum setiap hari. Kelebihan cairan dapat meningkatkan tekanan darah, membuat jantung bekerja lebih keras, dan meningkatkan stres selama hemodialisis.
  • Bahan ini dapat melemahkan tulang dan membuat kulit gatal jika dimakan terlalu banyak. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari susu, keju, kacang kering, kacang polong, soda, dan selai kacang.
  • Kalium, jika banyak dikonsumsi bisa sangat berbahaya untuk jantung karena dapat memengaruhi detak jantung. Disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung kalium seperti jeruk, pisang, tomat, kentang, dan buah-buahan kering.
  • Garam. Bahan ini bisa membuat Anda lebih cepat haus, membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa cairan, serta menyebabkan tekanan darah tinggi dan gagal jantung kongestif.
  • Kandungan kalori dalam makanan menyediakan energi bagi tubuh. Sumber kalori bisa diperoleh dari minyak zaitun, minyak kanola, gula, madu, selai, dan jeli. Orang yang menjalani hemodialisi harus menambahkan kalori dalam makanan harian, karena mereka harus menaikkan berat badan.
  • Protein, kebanyakan pasien hemodialisis dianjurkan untuk makan protein berkualitas tinggi (daging, ikan, unggas, telur) sebanyak mungkin. Protein membantu menjaga otot dan memperbaiki jaringan.
  • Diet sebelum dan selama pengobatan dengan hemodialisis bisa menghilangkan vitamin dan mineral dari tubuh. Proses hemodialisis-nya pun menghilangkan beberapa jenis vitamin. Dokter kemungkinan akan meresepkan suplemen vitamin dan mineral khusus untuk pasien gagal ginjal.

Hemodialisis mungkin dapat meningkatkan kualitas dan harapan hidup pasien gagal ginjal. Namun, metode ini hanya mencakup 10% dari fungsi ginjal normal. Hemodialisis tidak bisa dijadikan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal. Jadi, jangan lupa untuk selalu mendiskusikan perubahan atau gejala apa pun yang terjadi pada tubuh ketika atau setelah melakukan hemodialisis. Setiap orang bisa saja memiliki reaksi yang berbeda terhadap prosedur medis tersebut. Dan disarankan untuk selalu menjaga kesehatan dan berolahraga agar Anda tidak perlu melakukan hemodialisis.